Archive for January, 2010

Onara Taisou … do re mi fa pu pu waa~h..^^

Sunday, January 31st, 2010

I found a weird but funny song from a japanese drama (jdorama), Nodame Cantabile, enjoy! ^^

Onara Taisou

Minna atsumare!
皆 集まれ
Onara taisou no jikan da yo!
おなら体操の時間だよ
Onara Taisou Ou~~!
おなら体操 おー
San hai
さん はい

genki ni dasou ii oto dasou
元気に出そう いい音出そう
DO RE MI FA PU PU PU wa~
ど れ み ふぁ ぷぷぷ わーん
ookiku tatte chiisaku tatte
大きくたって 小さくたって
douse onaji onara damon
どうせ同じおならだもん
te~ wa koshi ni saa ikuzo
手は腰にさあ 行くぞ
hei hei pu~
へーへーぶー

minna de dasou waratte dasou
皆で出そう 笑って出そう
DO RE MI FA PU PU PU wa~
ど れ み ふぁ ぷぷぷ わーん
tousan datte kaasan datte
父さんだって 母さんだって
minna onaji onara damon
皆同じおならだもん
so~ra takaku saa ikuzo
空高く さぁ 行くぞ
hei hei pu~
へーへーぶー

nandaka dasou mou sugu dasou
何だか出そう もうすぐ出そう
DO RE MI FA PU PU PU wa~
ど れ み ふぁ ぷぷぷ わーん
genki na onara kawaii onara
元気なおなら 可愛いおなら
kondo wa donna no derun darou
今度はどんなの出るんだろう

so~re minna de saa ikuzo
それ皆でさぁ行くぞ
hei hei pu~ (detaa)
へーへーぶー 出た

Don’t understand the lyric’s meaning? Ok, here is the english translation. I’m sure that you’ll start laughing after reading the translation
:D

Fart Exercise

Everyone gather here!
It’s time for fart exercise
fart exercise! Ooh!
Get ready

Let’s emit a good sound, energetically emitted.
Do re mi fa PU PU PU, Waah~
No matter is a big one, or a small one,
They are all the same fart anyway
Let’s put your hand on the waist and here it comes, Hey Hey PUU~.

Let’s emit together with smile on your face,
Do re mi fa PU PU PU, Waah~
No matter is father’s or mother’s,
they are all the same fart anyway.
In sky high and here it comes, Hey Hey PUU~.

what will come out? It’s going to out soon.
Do re mi fa PU PU PU, Waah~
a healthy fart? or a cute one
but what kind of fart will emit this time?
So everyone get ready
Het Hey PU~~~~ Finally it’s out!

Are you curious with the singer? Well, here is, Juri Ueno, the main actress in this jdorama . Looks she really enjoyed singing this song in this video below :

p.s. don’t blame me if after reading this post you smell something bad  :P


196th, 197th paper cranes

Sunday, January 31st, 2010
196th_197th_paper_cranes

Place: International House

Paper: sample of alien certificate

Story: today is a cloudy-day, it's cold in the middle of the day.

172nd to 195th paper cranes

Saturday, January 30th, 2010
24_cranes

Place: Signal Processing Laboratory, Toyohashi University of Technology, Japan

Paper: different kind of craft

Story: my newest desk. New PC and double huge monitor. Lab members treat me very nice, thank you ^^

It's been a long time since I posted about paper cranes. I had no camera so I can't took any paper crane picture. But now, I have camera. Happy.... ^^ From now I will try to post paper cranes everyday.

I was moved from Bandung [Indonesia] to Toyohashi [Japan]. This is my first winter -there's no winter in Indonesia- and I had lots of good experience. From winter itch to watching snow falling down from the sky.

They did that. How about ME & YOU?

Friday, January 29th, 2010

1995 – 2009. One decades has passed and now I’m in my best age and going to be 25 years in 2010. I believe most of you who watch this video have already dreamed and planned something to do for this year. Hope this video could remind and encourage us to make it a real thing, not only in idea anymore.


Beautiful Spectrum

Friday, January 29th, 2010

Kawan, tahukan kalian apa ini?


Spektrum yang cantik

Ini adalah spektrum dari Wimax. Dipancarkan pada frekuensi tengah 2.4GHz, dengan lebar bandwidth 7MHz. Cantik bukan? Indah sekali, membuatku jatuh cinta pada pandangan pertama. Pesonanya membuat semua engineer tergila-gila. Hahaha…



Konstelasi yang sempurna

Ini juga. Konstelasi 64QAM 3/4 yang sempurna. Keindahan matematika. Simetri dan presisi. Siapa sangka kecantikan itu dipancarkan oleh alat yang buruk rupa. Kabel-kabel tumpang-tindih berseliweran. Solder-solder yang tidak rapi. Konektor-konektor yang sambung-menyambung. Tetapi, jika kita bisa mengatur frekuensi kita dengan tepat, maka sinkronisasi akan terjadi, frekuensi saling menyatu, dan kita akan bisa melihat keindahan yang sebenarnya.

Yosh, back to work.
Another deadline to catch.
Ah so busy so busy…


Good White Bad Yellow

Wednesday, January 27th, 2010

I’m two days late for taking my student study card (KSM — Kartu Studi Mahasiswa) for this semester. At eleven sharp, I have come to Pak Ojang asking for it. As usual, he only ask our student number and the taking one block of papers from another pile of papers in front of him. He’s searching for my study card for a while, but to no avail, he couldn’t find it.

Then he took another block of paper that has the same size with student study card but it has a weird yellow color. He asked my name again, and then it magically appear. My yellow student study card. Stumbled and confused, I asked him, “Umm, Pak Ojang, what is wrong with my KSM?”. And then, after short silence, he said, “Boy, you’re in trouble”.

good-white-bad-yellow
Bad Yellow KSM and Good White KSM

Alhamdulillah, that Nisa’s student study card didn’t met the same fate as mine. Her’s is normal white like the true KSM should be. If her’s also yellow, I don’t know what to do because she’s thousand miles away in Japan.

Apparently, because of the new registration system, rectorat will always print any KSM, whether it had cases or not. Usually in the past, the ones that has cases will not be printed, but starting this semester the one who has cases will be printed yellow instead of white. So, tomorrow I need to go to rectorat to finds out what’s wrong with my yellow KSM.

Always remember, yellow is bad, white is good.


Contender vs Pl***er

Tuesday, January 26th, 2010
hahaha. semalem ada buffeter baru dari Thailand. Cewek lagi s2 tentang makanan. heuw heuw. Jadi seperti biasa, transfer ilmu dulu..

pas lagi bersih-bersih si supervisor Lukas I bilang, "watch him, because he is a contender". wkwkwkw. Alhamdulillah, jadi gini singkat ceritanya. Dulu ada employee yang kerja di wokmania juga, dia mensarikan seluruh pegawai di wokmania menjadi dua bagian besar sesuai judul di atas. jadi kalau contender artinya 'penantang' dalam bahasa Indonesia, itu nandain bahwa dia akan jadi ancaman bagi para seniornya. Itu merupakan pujian atas kerjanya yang bagus. Dan sebaliknya ya dari P itu. hahaha.. lol
baru ngeh dah sekarang..

So, total in doing something will attain something good.. :) Insya Allah

Ema Malangbong

Tuesday, January 26th, 2010
2 tahun yang lalu, tepatnya 6 Januari 2008, Sa mereasakan kehilangan untuk pertama kalinya. Saat sakitnya datang, Sa masih bisa menemani. Saat jenazahnya akan dikebumikan, Sa masih bisa ikut memandikan dan menyolatkan.

Kali ini, saat jauh dari rumah, sekedar kata "maaf" dan "terima kasih" tidak sempat Sa utarakan.

Innalillahi wa inna ilaihi raji'un.
Semoga Allah merahmati jiwanya,
mengganti kesabarannya di dunia
dengan rahmat tak terkira di kubur dan akhiratnya.

Ema Malangbong

Wanita paling sabar yang pernah Sa temui di dunia ini. Nada suaranya tidak pernah meninggi, tak pernah mengeluh, tak pernah Sa liat beliau bermuka masam, hanya tersenyum. Bahkan bercerita bahwa [2 gigi depannya tiba2 copot] dengan wajah ceria.
Berkatalah orang-orang yang dianugerahi ilmu: "Kecelakaan yang besarlah bagimu, pahala Allah adalah lebih baik bagi orang-orang yang beriman dan beramal saleh, dan tidak diperoleh pahala itu kecuali oleh orang-orang yang sabar" (Al Qashash: 80)

Dalam dunianya, dirinya ditempatkan selalu pada tempat paling akhir, Itsar. Sejauh mana kau bisa memikirkan orang lain terlebih dahulu, daripada dirimu sendiri, dalam hal urusan dunia? Saat pulang ke Malangbong, Garut, paling gampang cari Ema. Pasti ada di dapur dengan tungku masak tradisionalnya. Tapi sekarang tidak akan ada lagi [sambel Ema Malangbong] yang cuma Ema yang bisa buat.

Sungguh beruntung orang-orang yang bisa meninggalkan kebaikan saat dia meninggalkan dunia ini.

Senin lagi!!

Tuesday, January 26th, 2010
udah tanggal 25 saja, ibarat pegawai bumn, hari ini gajian. dan gw jg gajian. wkwkwk...
Alhamdulillah...

Pagi ini bangun jam 9, setelah kemarin pengajian lanjut latihan ngibing 'lagi' di spital tongues, tempatnya Fika. Flatnya enak, memang lebih dekat ke Newcastle Uni, jadi pas dengan common room yang besa, cocok dibuat latihan :)

Pagi ini pun ndak kalah dinginnya di NCL. Foggy, dingin 2 derajat, rasanya pengen kemulan saja di kasur. Pagi ketemu Rangga jam 10, ngeprint di whizz print, A3 tentang Indonesia yang bakal perform di Diversity Week. Lanjut nempelin poster ke beberapa gedung di Northumbria, lanjut kasiin flyer di jembatan northumbria. Alhasil, beku rasanya nie tangan..

masih deg-degan rasanya mau perform.. *deg deg dug dug derrrrrrr

Somewhere You Belong (Part II)

Sunday, January 24th, 2010

Ohaiyo gozaimasu minna-san… Seperti yang sudah saya tuliskan di akhir tulisan saya sebelumnya, sekarang saya akan melanjutkan kisah Pak Jojima.

Jojima Masayuki

Kalau misalkan kalian diminta menunjuk sebuah tempat yang kalian anggap sebagai rumah, entah itu dari sekian banyak kota atau desa yang pernah kalian kunjungi atau tinggali, tempat seperti apa yang akan kalian pilih? Tempat lahir kalian? Tempat dimana kalian paling lama menghabiskan masa hidup? Atau mungkin tempat yang meninggalkan kesan paling dalam bagi kalian? Rumah adalah tempat dimana kita bisa merasa nyaman, menjadi diri kita sendiri, tempat dimana kita diterima oleh orang-orang yang berada di situ, tempat yang setiap detiknya bisa memberikan kesan tersendiri bagi kita. Tidak peduli berapa lama atau dengan siapa  kita tinggal di tempat itu, jika tempat itu memenuhi definisi-definisi rumah sebelumnya, kita bisa menyebutnya sebagai rumah. Kurang lebih itulah definisi rumah yang bisa saya simpulkan dari obrolan sore itu dengan Pak Jojima.

Seperti yang saya tuliskan sebelumnya, selama berada di Indonesia Pak Jojima bertugas merawat pesawat-pesawat Jepang. Sayangnya selama masa tugasnya itu, dia tidak terlalu banyak berinteraksi dengan orang-orang Indonesia karena tempat kerjanya yang di bawah pengawasan ketat militer Jepang. Hanya orang-orang yang berhubungan langsung dengan kegiatan teknis perawatan mesin-mesin pesawat yang diperbolehkan memasuki kawasan itu. Untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja teknis, beberapa orang Indonesia direkrut untuk dilatih dan diajari, baik itu tentang ke-engineering-an atau juga tentang bahasa Jepang supaya mereka dapat berkomunikasi dengan baik dengan teknisi-teknisi Jepang lainnya. Pak Jojima termasuk salah satu trainer dalam program ini. Tampaknya melalui program training inilah, akhirnya Pak Jojima mengenal ITB atau Bandung kougyou daigaku (mungkin jaman dulu nama ini disingkat ‘Bakodai’ hehe..).

Kembali ke pertanyaan-pertanyaan di akhir tulisan saya sebelumnya, dari bincang-bincang dengan Pak Jojima, menurut saya paling tidak ada 2 alasan mengapa Pak Mojima menganggap Bandung sebagai rumahnya. Alasan pertama Pak Mojima jatuh cinta dengan alam Bandung tempo dulu. Udara sejuknya, kebun teh yang membentang luas di Lembang, air panasnya, dan bangunan-bangunannya.

Alasan kedua adalah alasan yang paling kuat dan meninggalkan kesan begitu dalam bagi Pak Jojima, yaitu momen di Bandung adalah momen dimana dia pernah berhutang nyawa. Seusai kekalahan Jepang atas sekutu, tentara Jepang terpaksa angkat kaki dari negara-negara jajahannya. Dan saat itu pejuang-pejuang Indonesia semakin gencar berbalik menyerang tentara Jepang yang ada di Indonesia. Pak Jojima yang saat itu hanya sebagai seorang teknisi terjebak dalam kondisi ini. Hingga suatu saat Pak Jojima dan rekan-rekan teknisi lainnya hampir dieksekusi oleh pejuang-pejuang Indonesia.  Saat itulah beberapa orang penduduk Indonesia yang pernah dididik oleh Pak Jojima dalam program training yang lalu, datang menyelamatkan Pak Jojima. Mereka datang untuk memberikan penjelasan kepada para pejuang Indonesia bahwa Pak Jojima dan rekan-rekan teknisi lainnya adalah hanya teknisi bukan tentara. Akhirnya setelah berhasil meyakinkan para pejuang Indonesia, Pak Jojima dan rekan-rekan teknisi Jepang lainnya dilepaskan. Momen inilah yang membuat Pak Jojima dan teman-temannya sangat berterima kasih dan terkesan kepada penduduk Indonesia. Meskipun saat itu Pak Jojima dan teknisi lainnya datang bersama tentara Jepang  yang menjajah Indonesia, penduduk Indonesia masih mau menyelamatkan mereka. Sejak itu dia bertekad akan membalas budi baik orang Indonesia.

Pak Jojima tidak bercerita secara runut kejadian sesudahnya. Yang jelas, setelah masa tugas di Bandung usai, ia sempat bertugas di Jakarta dan Singapura dan kemudian kembali ke Jepang. Meski sudah kembali ke Jepang, momen penyelamatan oleh penduduk Indonesia masih membekas di benak Pak Jojima dan teman-temannya. Akhirnya ia dan teman-temannya membuat sebuah program pendidikan bagi penduduk Indonesia. Mereka mengundang beberapa orang Indonesia untuk mereka didik di Jepang dengan harapan orang-orang yang telah mereka didik ini dapat kembali ke Indonesia dan memperbaiki kesejahteraan hidupnya dengan menggunakan bekal ilmu yang telah diperoleh. Materi yang telah mereka ajarkan adalah bahasa Jepang dan ilmu-ilmu ke-engineering-an. Program ini sempat berjalan tapi tidak berlangsung lama. Sebenarnya Pak Jojima sangat berharap orang-orang Indonesia yang telah dididik ini, juga dapat mengembangkan industri di Indonesia namun sayang sesampainya di Indonesia mereka malah menjadi tourist guide. Akhirnya program ini terhenti, entah itu karena kesulitan dana, atau kesulitan menyeleksi orang-orang Indonesia yang akan dididik di Jepang, atau mungkin juga karena situasi ekonomi politik seusai perang dunia II yang masih labil.

Sekembalinya ke Jepang, atas ajakan dari temannya Pak Jojima meneruskan bekerja di perusahaan temannya ini. Kalau boleh memilih, sebenarnya Pak Jojima akan lebih memilih tinggal di Indonesia. Mungkin memang hidupnya selama di Jepang jauh lebih baik dan sejahtera, dibandingkan kalau ia memilih untuk tinggal di Indonesia, tapi hatinya sudah ada di Bandung. Ia mengatakan bahwa keputusan yang membuat dirinya hingga saat ini tinggal di Jepang bukanlah keputusan dirinya sendiri sepenuhnya. Mungkin masih banyak memori-memori tentang Bandung dan Indonesia yang membuatnya begitu ingin tinggal di Indonesia, yang belum sempat dia ceritakan. Tapi yang jelas, he really misses his old Bandung so much..

Btw, ada beberapa hal menarik lain dalam obrolan ini,antara lain :

  1. Awalnya Pak Jojima tidak percaya bahwa saya berasal dari Jawa. Alasannya yang ia tahu nama orang Jawa selalu diawali suku kata ’su’ atau kalau ejaan lama ’soe’, seperti Soekarno, dan Soeharto..hehe
    :D
    Tidak mau kalah dengan Pak Jojima, maka saya menjelaskan kepadanya tentang teori huruf vokal ‘o’ pada nama orang Jawa. Nama orang Jawa pada umumnya menggunakan banyak huruf ‘o’ atau diakhiri dengan huruf ‘o’. Akhirnya Pak Jojima menerima kenyataan bahwa saya adalah orang Jawa, meski hal itu bertentangan dengan teori suku kata ’su’ miliknya
    :D
  2. Dari masalah suku kata ’su’ ini, Pak Jojima berteori bahwa presiden Indonesia yang namanya tidak diawali dengan suku kata ’su’ tidak akan memerintah dalam waktu yang lama. Teori absurd yang sampai saat ini masih terbukti kebenarannya.
    :D
  3. Pak Jojima pernah bertemu dengan Bung Karno, tapi sebelum Bung Karno menjadi presiden pertama Indonesia.
  4. Pak Jojima berteori bahwa seorang yang terlalu lama menjadi pemimpin, lambat laun akan menyimpang. Dua contoh yang ia temui pada pemerintahan Soekarno dan Soeharto. (Wow.. saya terkejut ternyata Pak Jojima tahu dengan baik sejarah Indonesia)

Me and Jojima-san


Ice Skating in “Life”

Sunday, January 24th, 2010

Judulnya itu bukan perumpamaan dan bukanlah sebuah kiasan. Ini merupakan hal yang nyata apa adanya tanpa dilebih-lebihkan, dan dikurang-kurangkan..

kembali ke blog...

Jadi kemarin ada program refreshing buat semua anggota PPI. Maen Ice Skating.. di musim dingin ini, Life bikin ring ice skating temporer. Dan kemarin saatlah kumencoba untuk pertama kalinya.. jadi saya beri judul peristiwa kemarin LP: Luncuran Pertama.. haiyah*
Bayarnya cukup murah, beli satu dapet dua. Ini pinternya anak2 mahasiswa yang rajin nyari promosi ke mana-mana. Alhasil dapet harga murah buat maen ice skating. :)

Awalnya sie jaga keseimbangan dulu... mengingat masa waktu saya lagi lucu-lucunya dulu, sering maen roller skate. Dulu roller skatenya california pro txt 500 warna abu. huaahaha. masih inget. Gimana enggak, nyokap ampe jual cincin beliin gw gituan. Harganya dulu kan lumayan tinggi jek. :) thx ya mum...

Kita pergi bareng ada bersebelas. Yang ikutan maen bersepuluh, Ade si anak baru, kagak ikutan. Gak bisa katanya. Akhirnya kita semua meluncur-luncur lah.. bahagia awalnya, pulangnya kaki jadi kaku. udah dingin, berat ngangkat sepatunya. ya sutra we.. sekalian olahraga. :)

nanti di jakarta ajak pacar ah.. kayaknya seru.. :)

Indonesian Society in Diversity Week

Sunday, January 24th, 2010

Somewhere You Belong (Part I)

Sunday, January 24th, 2010

Hari Minggu sore ini saya mendapat seorang teman Jepang baru, seorang kakek yang berusia 85 tahun. Seperti kondisi orang-orang tua di Jepang lazimnya, teman baru saya ini masih terlihat sangat sehat dan bugar, seakan-akan 15 tahun lebih mudah dari usia sebenarnya. Penampilannya sederhana dan bersahaja, dan dari gurat wajahnya tampak bahwa ia tenang menghabiskan hari-hari tuanya di rumahnya yang terletak  di salah satu kompleks perumahan kota Fukuoka. Jojima Masayuki, itulah nama teman baru saya ini.

Awal pertemuan saya dengan Pak Jojima ini berawal dari cerita teman Jepang saya yang lain, Mika (lain kali saya juga akan bercerita tentang teman saya ini, a lot of things about her to be told). Mika menyampaikan kepada saya, bahwa ada seorang kakek kenalannya yang ingin bertemu dengan saya karena dia dulu pernah beberapa tahun tinggal di Indonesia. Dan akhirnya Minggu sore ini, saya, Mika, dan Ryuushi (suami Mika), pergi berkunjung ke rumah Pak Jojima.

Well, kembali ke cerita tentang Pak Jojima. Sebenarnya apa yang menarik tentang Pak Mojima, hingga saya sangat ingin bercerita tentangnya di blog ini? Semasa mudanya Pak Jojima adalah seorang insinyur sistem kontrol pesawat terbang. Dia bersama sekitar 20 orang insinyur Jepang lainnya, dipilih untuk dikirim ke Indonesia untuk melakukan tugas maintenance pesawat-pesawat milik Jepang, yang saat itu memang sedang menduduki Indonesia. Pada masa tugasnya ini, Pak Jojima sempat tinggal di Indonesia selama 4 tahun, dengan perincian 2 tahun bertugas di Bandung dan 2 tahun berikutnya berkeliling ke beberapa bandara yang ada di Indonesia dan negara-negara Asia Tenggara lainnya. Pak Jojima tidak menyebutkan dengan detil tahun berapa dia mulai bertugas di Indonesia, tapi dari ceritanya saya bisa menyimpulkan ia tinggal di Indonesia sekitar tahun 1942-1946.

Di meja ruang tamunya dia sudah menyiapkan sebuah buku tua, yang memiliki sebuah peta Indonesia dan pulau Jawa tempo dulu (di akhir percakapan dengannya, saya baru tahu kalau buku itu adalah buku catatan sejarah rencana Jepang pada saat itu). Meski usianya sudah 85 tahun, ingatan Pak Jojima masih bagus. Beliau dapat menceritakan kembali peristiwa-peristawa atau tempat-tempat yang pernah ia kunjungi selama masa tugasnya di Indonesia. Sewaktu saya memperkenalkan diri saya secara singkat dan mengatakan bahwa saya sempat menuntut ilmu di ITB, matanya berbinar. “Bandung kougyou daigaku?! Ii desu ne..” Pujian yang dia lontarkan ini dilanjutkan dengan ceritanya yang memiliki seorang kenalan dosen teknik geologi ITB pada masa itu, Pak Durban (saya tidak tahu apakah ejaan nama  teman dosennya ini benar atau tidak). Sayang saat ini Pak Jojima tidak berhubungan lagi dengan Pak Durban, kabar terakhir yang ia terima tentang koleganya ini adalah sekitar 12 tahun yang lalu. Wajah Pak Mojima semakin berseri ketika dia bercerita tentang memoarnya di kota Bandung, mulai dari kebun teh di Lembang, taman bunganya hingga pemandian air panas Ciater. Dia juga bersemangat menanyakan bagaimana kondisi saat ini beberapa tempat di Bandung yang ia tahu di masa lalu, salah satunya adalah sebuah bangunan tempat ia bekerja merawat pesawat (dugaan saya bangunan ini terletak di kompleks bandara Husein Sastranegara). Tampak jelas sekali Pak Jojima sangat merindukan Bandung tempo dulu yang pernah ia temui.

Foto Pak Jojima (barisan tengah, kedua dari kanan) bersama kelompok insinyur dan tentara Jepang yang bertugas di Bandung. Bangunan di belakangnya adalah bangunan tempat kerja yang ditanyakan beliau. Apakah ada yang tahu bangunan ini masih ada atau tidak?

Kejutan muncul ketika saya bertanya, apakah saat ini Pak Jojima ingin mengunjungi Bandung. Jawabnya singkat, “watashi wa Bandung de shinitai desu..” atau yang artinya “saya ingin meninggal di Bandung..”.  Jawaban yang membuat saya terdiam, penasaran, dan bingung. Bagaimana bisa masa 2 tahun di Bandung membuat Pak Jojima sampai berkeinginan menghabiskan akhir hayatnya di Bandung? Karena faktor usia dan kesehatan yang tidak memungkinkan baginya untuk bepergian jauh, jawaban singkatnya tadi ia teruskan lagi. Kurang lebih ia berkata bahwa, kalaupun ia pada akhirnya meninggal di Jepang, ia berpesan kepada istrinya supaya menaburkan abu jasadnya di Indonesia. Jawaban yang semakin membuat saya penasaran, dan juga membuat percakapan sekitar selama 1 jam berikutnya menjadi semakin menarik bagi saya.

Apakah faktor sebenarnya yang membuat Pak Jojima berikrar untuk ingin menutup usianya di bumi priangan? Kejadian apa saja yang terjadi selama 2 tahun masa tugasnya di Bandung? Well, saya tidak bermaksud untuk membuat akhir tulisan ini mengambang, tapi apa daya kantuk saya sudah tidak tertahankan (jam di pojok kanan toolbar Windows saya sudah menunjukkan 1:41 AM). Ijinkan saya untuk beristirahat sejenak dan saya akan berjanji secepatnya menceritakan kelanjutan kisah Pak Jojima di tulisan saya selanjutnya. Minna o yasumi nasai …

……………………….
Another winter day has come and gone away
In even Paris and Rome
And I wanna go home
Let me go home
And I’m surrounded by a million people
I still feel alone
Oh, let me go home
……………………….
(Home – Michael Buble)


Ngibing!!

Saturday, January 23rd, 2010
Yup, bentar lagi ada diversity week di Northumbria uni. Secara udah terdaftar di dalam Northumbria Students Union, we are from Indonesian Society will perform a dance. The dance is 'Ngibing'.

Ngibing, sebuah tarian yang biasa ditampilin di Abang None Jakarta. Tapi ampe sekarang masih nyari informasi dari google. Belum dapet source resmi mengenai sejarah dan filosofi ngibing itu apa. Tapi ngibing ini disebutin di lagu Ondel-ondel, .... ngibingnya igel-igelan...

it was fun though. I feel like this dance, memang beberapa kali latian nari tapi belum sempet menguasai. Dulu sie sempet waktu smp :) kelas 2 smp tepatnya, dapet nilai paling gede.. Bareng Rangga sama Dicky. ceweknya Ima, Asri and Wina.. hahaha. masih inget..

yeah, please wish us luck to perform our best :)

Beasiswa S-1 Dalam Negeri Bagi Pelajar dari Keluarga Tidak Mampu

Friday, January 22nd, 2010

Kalau ada yang punya saudara, teman, adik, atau keponakan..

Semoga Bermanfaat

Beastudi Etos membuka :
SELEKSI NASIONAL BEASTUDI ETOS TAHUN 2010

Pendaftaran : 11 Januari 2010 – 11 April 2010

Quota penerimaan : 135 mahasiswa per tahun

Persyaratan Umum :

1. Lulus SMA/sederajat , dan akan masuk Perguruan Tinggi melalui jalur SPMB, UM, dan PMDK

2. Diterima pada PTN dan jurusan yang direkomendasikan Beastudi Etos

Persyaratan Khusus :

1. Berasal dari keluarga tidak mampu

2. Melampirkan surat keterangan tidak mampu dan slip gaji/surat keterangan penghasilan dari ketua RT atau DKM setempat

3. Daftar Riwayat Hidup (bisa didownload dari www..lpi-dd. net)

4. Mengisi dan menandatangani akad Beastudi Etos (bisa didownload dari www.lpi-dd.net)

5. Fotokopi raport SMA semester 1 – 5, STTB, Kartu Keluarga, KTP, atau Kartu Pelajar

6. Foto 4 x 6, 2 lembar

7. Foto rumah (tampak keseluruhan, dan bagian dalam)

8. Membuat tulisan tentang perjalanan kisah hidup

DAERAH PROGRAM

Program Beastudi Etos eksis di 11 universitas yang tersebar di 9 kota di Indonesia :

1. Universitas Andalas

Teknik Elektro, Teknik Mesin, Teknik Industri, Teknik Lingkungan, Teknik Sipil, Farmasi, Manajemen, Ilmu Peternakan, Sosek Peternakan, Produksi Ternak, Teknologi Hasil Pertanian, Hukum, Agribisnis, Akuntansi

2. Universitas Indonesia

Teknik elektro, Teknik mesin, Teknik Industri, Teknik Arsitektur, Teknik Kimia, Teknik Metalurgi, Teknik Sipil, Teknik Komputer, Teknik Perkapalan, Teknik lingkungan, Ilmu Komputer, Sistem Informasi, Ilmu kesehatan masyarakat, Ilmu gizi, Ilmu perpustakaan, Sastra Inggris, Psikologi, Ilmu Hukum, Hubungan Internasional, Ilmu Komunikasi, Ilmu Administrasi Fiskal, Ilmu Administrasi Niaga, Akuntansi, Manajemen, Ekonomi Pembangunan, Ilmu Keperawatan, Farmasi.

3. Institut Pertanian Bogor

Manajemen Sumberdaya Lahan, Agronomi Dan Hortikultura, Hama dan Proteksi Tanaman, Teknologi dan Manajemen Perikanan Budidaya, Manajemen Sumberdaya Perairan, Ilmu Teknologi Kelautan, Teknologi Hasil Perairan, Ilmu Produksi Teknologi Peternakan, Teknologi Hasil Hutan, Konservasi Sumberdaya Hutan dan Ekowisata, Silvikultur, Teknik Pertanian, Teknologi Pangan, Teknologi Industri Pertanian, Statistika, Geofisika dan Meteorologi, Ilkom, Agribisnis, Manajemen, Ilmu Gizi

4. Universitas Padjajaran

Ekonomi Studi Pembangunan, manajemen, akuntansi, hukum

5. Institut Teknologi Bandung

Fakultas Pertambangan dan Perminyakan, Fakultas Teknologi Industri, Sekolah Elektro dan Informatika, Fakultas Sipil dan Lingkungan, Sekolah Arsitektur Perencanaan dan Pembangunan Kota, Fakultas Teknik Mesin dan Dirgantara, Sekolah Farmasi, Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian.

6. Universitas Diponegoro

Teknik Kimia, Teknik Elektro, Teknik Mesin, Teknik Industri, Teknik Sipil, Pendidikan Dokter, Kesehatan Masyarakat, Psikologi, Nutrisi dan Makanan Ternak, Ilmu Perikanan.

7. Universitas Gajah Mada

lmu Keperawatan, Gizi Kesehatan, Farmasi, Ilmu Komputer, Geofisika, Elektronika dan Instrumentasi,
Teknik Elektro, Teknik Mesin, Teknik Fisika, Teknik Nuklir, Teknik Kimia, Teknik Industri, Teknik Sipil dan Lingkungan, Teknik Geologi, Teknik Geodesi, Teknik Arsitektur, Perencanaan Wilayah dan Kota, Kartografi dan Penginderaan Jauh, Pembangunan Wilayah, Agronomi, Budidaya Perikanan, Ilmu Hama dan Penyakit Tumbuhan, Manajemen Sumber Daya Perikanan, Pemuliaan Tanaman, Sosial Ekonomi
Pertanian, Teknologi Hasil Perikanan, Penyuluhan dan Komunikasi Pertanian, Ilmu Tanah, Ilmu dan Industri Peternakan, Konservasi Sumber Daya Hutan, Teknologi Hasil Hutan, Teknik Pertanian, Teknologi Industri Pertanian, Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian, Kedokteran Hewan, Psikologi, Ilmu Hubungan Internasional, Ilmu Komunikasi, Ilmu Hukum, Sastra Inggris, Akuntansi, Manajemen, Ilmu
Ekonomi.

8. Universitas Airlangga

Pendidikan Dokter, Ilmu Hukum, Akuntansi, Manajemen, Ekonomi Pembangunan, Farmasi, Pendidikan Dokter Hewan, Ilmu Komunikasi, Ilmu Hubungan Internasional, Kesehatan Masyarakat, Psikologi, Ilmu Keperawatan.

9. Institut Teknologi Sepuluh November

Teknik Sipil, Teknik Elektro, Teknik Industri, Teknik Informatika, Teknik Kimia, Teknik Mesin, Teknik Kelautan, Teknik Perkapalan, Teknik Sistem Perkapalan.

10. Universitas Brawijaya

Teknik Sipil, Teknik Mesin, Administrasi Niaga, Ilmu Hukum, Akuntansi, Ekonomi Pembangunan,
Manajemen, Pendidikan Dokter, Teknik Informatika, Teknik Hasil Perikanan.

11. Universitas Hasanuddin

Farmasi, Kesehatan Masyarakat, Teknik Sipil, Teknik Mesin, Teknik Elektro, Teknik perkapalan,
Teknik geologi, Teknik pertambangan, Akuntansi, Ekonomi pembangunan, Manajemen, Ilmu hukum, Ilmu pemerintahan, Administrasi Negara, Ilmu Hubungan Internasional, Ilmu komunikasi, Agronomi, Sosek Pertanian, Teknologi Hasil Pertanian, Produksi Ternak, Pemanfaatan Sumber Daya Perikanan, Geofisika.

Contact Person :

No/Wilayah/Korwil/ Hp

1. Padang/Osmarwan Putra/0812 6761 013

2. Jakarta/Abdurakhman /0813 1084 5934

3. Bogor/Setyo Budi/0813 1760 6699

4. Bandung/Gantina Rahma Putri/0857 2339 2542

5. Semarang/Effendi Nugroho/0811 272 6772

6. Yogyakarta/Romi Ardiansyah/0815 7871 1775

7. Surabaya/Nurul Aisyah/0856 4812 6140

8. Malang/Prianda/ 0881 9296 289

9. Makasar/Anwar/ 0811 417 504

Keterangan Lebih Lanjut:

Beastudi Etos

LEMBAGA
PENGEMBANGAN INSANI

Jl. Raya Parung-Bogor, Desa Jampang, Kec. Kemang,

Kab. Bogor, Jawa Barat 16310

Telp : 0251-8612044, 8610817,
8610817

Fax : 0251- 8615016

cp : Purwo Udiutomo 0818 0804 4286

Abdul Khalim 0857 8191 0881

Detty Hidayah 0813 1740 7997

www.lpi-dd.net