Archive for July, 2009

Argh, keduluan sama bule NY…

Friday, July 31st, 2009

Dua orang musisi dari New York bikin robot pemain gamelan…

NEW YORK (Reuters) – What do you get when you cross a cyborg with a set of ancient Indonesian musical instruments? GamelaTron, of course.

A love for music and a fascination for robotics prompted Brooklyn men Eric Singer and Taylor Kuffner to come up with the idea to build to the world’s first fully robotic gamelan orchestra.

Modeled after traditional Balinese and Javanese gamelan orchestras, GamelaTron is the result of a collaboration between the Brooklyn-based League of Electronic Musical Urban Robots (LEMUR) and Kuffner, a composer.

“The GamelaTron is a collection of Indonesian instruments, known as a gamelan. We add the add the ‘tron’ to it and that becomes an electronic version of the gamelan,” said LEMUR founder Eric Singer.

Gamelan music dates back to the 13th century, and includes a variety of instruments including metallophones, xylophones, drums, gongs and chimes.

Some of the instruments featured in GamelaTron are up to 100 years old – but there’s a modern twist: they’re played by robots.

“What we have is 117 mechanical arms which are essentially mallets that are networked together and controlled from a laptop. So there’s no humanoid-looking robot behind it, it’s a network of mechanical arms,” Kuffner said.

Singer said a micro-processor or a very small computer was at the core of every instrument, or every group of instruments, that interpreted musical signals that might come from a computer, a keyboard or some other type of musical electronic instrument.

That microprocessor then controls electrical impulses that go to various electro-mechanical devices.

“Those might be motors or they might be solenoids which are devices we use in a lot of our instruments. A solenoid is an electromagnet that basically is like an electromagnetic plunger and what it does is it enables us to make a lever and that lever is used to hit a drum or a chime,” he said.

While robots are nothing new, having replaced humans on assembly lines to produce anything from cars to computer chips, the concept of musical cyborgs has left some scratching their heads, according to Singer.

“When I tell people what I do, there’s usually a kind of a pause and maybe a turn of the head … and a ‘What exactly does that mean?”

“Some people get excited when they hear robot they think it’s going to be R2-D2 or C3-PO behind the Gamelan with 800 arms,” Kuffner laughed/

Like any emerging artist, GamelaTron is busy getting its music ‘out there’, and slowly building a fan base. It’s already performed at more than a dozen venues throughout New York, Pennsylvania, Connecticut and Maryland since its creation last year.

(Editing by Belinda Goldsmith)

via Drum roll for the first robotic gamelan orchestra | Technology | Reuters.

Ya paling nggak mereka nggak berusaha matenin gamelan, hehehe… Lagipula di sini masih banyak orang bisa main gamelan, mungkin belum perlu robot gamelan. Nggak tahu deh 10 tahun lagi gimana :-D

Kalau mau liat alatnya seperti apa, ada di website-nya. Ini salah satu fotonya…

Mimpi

Friday, July 31st, 2009
Mimpi adalah bunga tidur, begitu kata orang. Ntah kenapa akhir2 ini gw ga terlalu suka bermimpi. Gw lebih suka tidur yang lurus-lurus aja. Mimpi buruk? Jelas gw ga suka (siapa sih yang suka mimpi buruk? Mana ada.. ). Tapi klo mimpi indah? Hmm.. Seandainya boleh memilih, sepertinya gw juga bakal memilih nggak,, (untuk sekarang2 ini lho ya..) Buat apa indah, klo cuma [...]

Handsfree ala Bikers

Thursday, July 30th, 2009

Pengakuan dari salah seorang bikers.
Sebut saja bernama Normen.
Bikers mengaku mereka lebih merasa nyaman dan praktis dengan cara ini
daripada menggunakan handsfree yang disediakan oleh produsen ponsel

Apakah kalian pernah memperhatikan tingkah polah pengendara motor? Kalo iya, mungkin pernah melihat hal yang seperti ini,

handsfree
30 July, 2009, Nikon Coolpix 5100, f/2.8 1/3s at 6mm

Helm half-face, mulut komat kamit seperti lagi ngobrol, tapi yang dibonceng tidak ada. Perhatikan baik-baik di sela pipi dan helm, kemungkinan besar ada ponsel yang diselipkan disana. Ini adalah handsfree gaya baru. Tidak perlu kabel headset yang ribet bin njelimet dan suka ruwet. Tidak pula perlu headset bluetooth yang pasti gaya dan gadget banget. Cukup bermodalkan helm terikat kuat dan pipi yang empuk.Jika ada panggilan langsung angkat dan selipkan.

Pengakuan dari salah seorang bikers. Sebut saja bernama Normen. Dia mengaku mereka lebih merasa nyaman dan praktis dengan cara ini daripada menggunakan handsfree yang disediakan oleh produsen ponsel. Tetapi harus berhati-hati juga jangan sampai tekena lubang. Hentakannya bisa bikin ponsel jatuh dengan sukses.

Faktor safety mungkin menjadi nomor dua. Bisa jadi karena terlalu asyik ngobrol konsentrasi mengendara terganggu. Tapi selama gak ada regulasi…. :lol:


Kereta api jaman sekarang.. Boleh juga sih..

Thursday, July 30th, 2009
Titik cerah kereta api kita Meskipun awalnya berat meninggalkan Bandung, namun perjalanan ke Surabaya ini ternyata menyenangkan. Salah satu berita menyenangkan adalah (menurut gw) tentang peningkatan mutu pelayanan PT Kereta Api. SATU: Menikmati gerbong baru. Membaca postingan Syafiq muda , gw datang dengan rasa penasaran, semangat 45 untuk menyaksikan gerbong2 Turangga yang katanya masih mulus2 (klo [...]

Yukata

Monday, July 27th, 2009
Sewaktu pertama kali pegang, trus dikeluarin dari bungkusnya, Sa bingung bagaimana cara pakainya, apalagi cara pakai Obi.


Sebenernya Sa sudah coba cari-cari manual bagaimana menggunakan Yukata. Tapi agak bingung dengan tahapan-tahapannya. Setelah itu nemu video yang lebih bagus cara menjelaskannya. Akhirnya Sa bisa juga pake Yukata.


Tampak Depan






Tampak Belakang





Bagus khan bentuk pitanya ^^

Iklan game paling aneh…

Monday, July 27th, 2009

Pembaca suka main game di browser? Gua sih nggak begitu, paling cuma beberapa game di Facebook, ditambah Spymaster yang bisa dimainin dari Facebook dan Twitter. Abisnya game browser rata-rata monoton, terus mesti lama mainnya.

Nah, akhir-akhir ini lagi ada salah satu game browser, judulnya Evony, yang iklannya sering muncul di berbagai situs di Internet. Gua yakin pembaca yang suka buka Facebook, Gamespot, atau situs-situs lain yang banyak dikunjungi orang berusia remaja ke atas, pasti pernah lihat iklan ini.

Game-nya sendiri sih kata orang-orang biasa aja. Yang menarik itu evolusi iklannya.

Awalnya cuma kaya gini.

evony-ad-1.jpg

Normal-normal aja kan? Terus, selanjutnya mungkin yang bikin game mikir, “Kayanya kalau di iklannya dikasih gambar cewek jadi tambah laku nih!” Jadi dibikinlah iklan versi berikutnya.

evony-ad-2-alt

Lumayan tuh ceweknya, manis, hehe.

Tapi mungkin seperti pembaca juga (mungkin lho), di gambar tadi mereka nggak terlalu tertarik sama mukanya, tapiiii… agak ke bawah lagi. Bukan, bukan leher. Ke bawah dikit lagi. Nah, yang itu.

Dan karena tahu banyak penjelajah Internet yang berpikiran sama dengan mereka, mereka pun, dalam bahasa ekonomi, melayani permintaan pasar. Dan dibuatlah iklan-iklan berikutnya yang lebih mengeksploitasi bagian yang gua arahin pembaca buat lihat di paragraf sebelumnya…

evony-ad-3.jpg

Jadi berdua, ceritanya dayang mungkin.

evony-ad-4.jpg

Biar orang PASTI ngelihat, sampai ditunjuk pakai pedang! Ckckck..

evony-ad-5.jpg

Yang ini tadinya nggak pakai gaun tipis di balik jubahnya, tapi ditambahin kemudian.

Walaupun yang ditonjolkan agak kurang relevan dengan permainannya sendiri, yang sebenarnya bergenre strategi macam Civilization (malah dulunya namanya aja Civony), tapi paling nggak masih sesuai deh ya dengan latar belakang permainannya yang ceritanya di abad pertengahan.

Kemudian muncul deh klimaksnya.

evony-ad-6.jpg

DUEEENGGG!!!

Nggak ada konotasi game, abad pertengahan, maupun perang sama sekali. Waha, pasti banyak yang ngira ini paling nggak situs game dewasa, kalau bukan situs dewasa beneran…

(gambar diambil dari: Coding Horror: How Not to Advertise on the Internet.)

Beasiswa Voucher ITB

Sunday, July 26th, 2009
Pada dasarnya, beasiswa ini diadakan untuk mendukung pelaksanaan penelitian di lingkungan ITB. ITB memerlukan resource peneliti untuk melaksanakan penelitian di dalam ITB sendiri. Oleh karena itu munculah beasiswa voucher yang setidaknya dapat menarik minat lulusan S1 ITB untuk melanjutkan S2 di ITB lagi.


Sebelumnya, beasiswa ini hanya meng-cover biaya SPP, tanpa biaya SKS. Tapi, jika seperti itu, beasiswanya jadi hanya sekedar “icip-icip” aja karena dari keseluruhan biaya 1 semester, porsi biaya SKS menyumbang presentasi paling besar dari keseluruhan biaya. Hampir 2/3nya jika teman-teman masuk ke teknik elektro (kurang tau juga kalo di prodi yang lain). Oleh karena itu, mulai beberapa tahun yang lalu (kurang tahu juga tepatnya mulai kapan), beasiswa voucher meng-cover SPP maupun SKS tiap semester. Dengan kata lain, semua biaya sekolah 1 semester, gratis ^_^ Seneng kan kalo denger yang gratis-gratis.


Periode beasiswa ini bermacam-macam. Normalnya, untuk S2 diberikan selama 2 tahun dan S3 untuk 3 tahun. Beasiswa ini bisa diperpanjang dengan alasan yang dianggap memenuhi syarat (nah bagian ini Sa belum punya informasi jelasnya). Diantara pergantian tahun pelajaran akan diadakan evaluasi penerima beasiswa ini. Meski beasiswa ini berlangsung 2 atau 3 tahun, bisa saja ditengah jalan diberhentikan jika si penerima beasiswa mempunyai IP


Sekarang tinggal bagaimana cara mendapatkan beasiswanya, khan........


Pertama, kita harus paham dahulu prinsip utama dari beasiswa ini sehingga strategi yang harus diambil akan semakin jelas. Prinsip utama voucher adalah:

[1] ditujukan untuk mendukung penelitian: sebelum mengajukan beasiswa voucher, pastikan nama kawan-kawan sudah atau akan tercantun dalam penelitian yang sedang dilakukan oleh salah satu dosen ITB. Point ini hukumnya WAJIB jika ingin bisa dapat beasiswa voucher. Jadi jika belum ikut penelitian dosen ITB, segera cari ^^

[2] beasiswa ini dapat diajukan oleh mahasiswa yang telah terdaftar sebagai mahasiswa magister, bukan untuk calon-mahasiswa-magister. Salah satu syarat dokumen yang harus disertakan saat pendaftaran beasiswa adalah surat keterangan bahwa kita telah diterima sebagai mahasiswa magister di ITB. Nah lho?! Pasti point [2] ini banyak yang dipertanyakan. Sabar, Sa jelaskan dibagian lain tulisan ini.

[3] beasiswa diajukan oleh ketua prodi, bukan oleh mahasiswa magister yang bersangkutan. Tapi biasanya ketua prodi malah tidak-tahu-menahu masalah beasiswa. Yah pada intinya sih kita tinggal menjelaskan bahwa kita butuh “tanda-tangan” ketua prodi untuk beasiswa ini dan memastikan nama kita tercantum dalam list atau daftar mahasiswa-magister-calon-penerima-beasiswa-voucher yang diajukan oleh prodi masing-masing ke LPKM.


Jika sudah paham kira-kira “wajah” dari beasiswa voucher, kawan-kawan tinggal meminta formulir pendaftarannya di LPKM yang saat ini letaknya di Basement, Gedung Campus Center Barat. Tinggal ikuti petunjuk dan langkah yang tertera pada formulir tersebut.


Seperti yang telah Sa singgung sebelumnya pada point [2] di atas, pasti ada pertanyaan besar yang menghinggapi pikiran kawan-kawan.

*Untuk bisa mendapatkan beasiswa, kita harus terdaftar sebagai mahasiswa.

**Sedangkan untuk bisa jadi mahasiswa harus bayar biaya pendaftaran terlebih dahulu.

***Padahal daftar beasiswa khan sebagai modal bayar pendaftaran..... @_@ Nah bingung khan!


Bagi kawan-kawan yang tabungannya sudah sampai ke dasar dan harga diri terlalu tinggi untuk minta uang pada orang tua, hal di atas jadi masalah yang susah dicari jalan keluarnya. Sebenarnya mudah saja ^_^


Bagi kawan-kawan yang belum tahu, sebenarnya di ITB terdapat fasilitas penundaan bayar SPP sampai maksimal 1 semester. Dan luar biasanya, fasilitas ini juga dapat dimanfaatkan oleh mahasiswa magister yang baru akan mendaftar. Penundaan pembayaran SPP ini dapat dilakukan dengan cara mengisi formulir penangguhan yang telah disediakan oleh LPKM. Formulir ini biasanya sudah bisa diambil di LPKM pada 2 minggu sebelum deadline pembayaran SPP.


Sebenarnya ada 2 jenis penangguhan SPP, yaitu:

[1] penangguhan akibat tidak mempunyai dana pada waktu yang ditentukan, alias memang sedang tidak punya duit, dan

[2]penangguhan akibat keterlambatan pencairan beasiswa


Bagi kawan-kawan yang akan mengajukan beasiswa, penangguhan yang dilakukan adalah penangguhan [1]. Sedangkan penangguhan [2] hanya ditujukan untuk mahasiswa yang sudah memiliki kepastian bahwa akan menerima beasiswa yang dapat dibuktikan dengan dokumen legal seperti SK (Surat Keputusan) atau surat kontrak beasiswa. Dua jenis penangguhan ini memiliki formulir yang berbeda, jadi pastikan formulir yang berada di tangan kawan-kawan adalah formulir yang tepat.



Berbagai bentuk komentar dan pertanyaan Sa harap bisa diposting di bagian comment blog http://sayurikara.blogspot.com



EDITED:

Ada kabar terbaru dari kawan-kawan Sa yang sekarang sedang mengusahakan beasiswa Voucher. Ada perubahan peraturan, ternyata sekarang tidak bisa dilakukan penangguhan untuk calon-peserta beasiswa voucher.

Akhirnya perlu punya modal sendiri dan baru "diganti" jika sudah dapat beasiswanya.

Mensyukuri Apa Yang Kita Miliki

Sunday, July 26th, 2009

Mungkin itu yang disebut dengan bersyukur.
Bisa menikmati apa yang kita miliki.
Mengerti kelebihannya, tersenyum melihat kekurangannya.

Akhir tahun kemarin, kami melakukan suatu perjalanan menyusuri Jawa. Dimulai dari Bandung ke Jogja, Madiun, Magetan, Surabaya, dan paling ujung ke Probolinggo. Bromo. Ketika di Surabaya, di pantai Kenjeran, tempat muda-mudi, tua-muda, berada-papa, bencong-banci berkumpul, disitulah malapetaka itu terjadi.

Kami menyempatkan diri untuk menyewa satu buah kapal untuk menuju suatu pulau kecil yang kabarnya hanya terdiri dari pasir putih dan sangat indah. Ketika si ‘nakhoda’ bilang kita sudah sampai, kami masih bingung dan mencari-cari dimana pulau cantik nan indah yang dimaksud. Sang ‘nakhoda’ seperti memahami kebingungan kami, tiba-tiba nyeletuk, “Ya, disini ini mas,…itu ada warungnya…“. Takjub. Dari tadi kami tidak memperhatikan ada warung di tengah laut, si empunya warung juga dengan santainya berjalan mondar-mandir ke beberapa kapal di sekitar kita. Air laut hanya mencapai lututnya. Ternyata yang dimaksud dengan pulau pasir putih nan indah itu adalah gundukan pasir dengan sebuah warung berdiri di tengahnya. Karena sedang pasang, gundukan itu tenggelam. Kecewa. Curiga ada kongsi dan kongkalikong antara pemilik warung dengan ojek kapal untuk mengelabui pengunjung lugu belagu seperti kami.

Selain pulau, pantai Kenjeran juga menawarkan hal lain yang tak kalah menakjubkan. Persewaan tempat pacaran! Terdiri dari beberapa bangunan kotak-kotak yang dibangun seadanya agak menjorok ke laut. Tempat berpacaran ini tidak tertutup. Hanya bangunan semen dengan atap seng dengan satu gelar tikar di tiap cubical-nya. Tiap pasangan bisa melihat apa yang dilakukan pasangan sebelahnya hanya dengan melongok dari tembok pembatas yang tingginya tak lebih dari setengah meter. Kami juga bisa melihat dengan bebas apa yang mereka lakukan :twisted: .

Bencana terjadi ketika turun dari kapal. Saya tersandung tali kapal sehingga harus puas tersungkur ke batu-batu tempat kapal tertambat. Refleks memaksa kedua tangan menumpu ke batu karang sedangkan kedua kaki masih di atas kapal. Masalahnya adalah, tangan kiri saya sedang menggenggam kamera pocket pinjaman. Sebuah Nikon Coolpix 5100 warna emas yang lucu menggemaskan. Jika berat kamera 100g, dan 1/4 berat saya tertumpu di tangan kiri sedangkan saya diasumsikan jatuh vertikal, maka dengan luas permukaan kamera yang sekitar 60cm2, tekanan P yang tertumpu pada kamera adalah,

P=F/A=m.a/A=(0.1+18.5)G/0.006=3100G Pa

Luar biasa tekanan yang diterima oleh kamera mungil itu. Tetapi ajaib, walaupun sudah gores-gores tergerus batu karang dan sempat tidak mau dinyalakan. kamera mungil itu keesokan harinya bisa menyala lagi. Terdengar bunyi berdecit dan ketukan-ketukan halus, klik tek-tek-tek namun kamera itu tetap berfungsi. Karena itu barang pinjaman, yang dipinjam oleh salah seorang teman seperjalanan dan dipasrahkan ke saya ketika di kapal, saya merasa bersalah. Saya harus mempertanggungjawabkan perbuatan yang telah saya lakukan pada kamera mungil itu. Jadilah. Sang pemilik kamera mendapatkan sebuah Nikon Coolpix baru, sedangkan si mungil pindah ke pangkuan saya.

Awalnya saya berpikir untuk apa kamera itu. Walaupun masih berfungsi tetapi sudah obselete. Ketinggalan jaman. Sudah cacat pula. Jadilah dia berbulan-bulan terdiam di pojok laci meja. Hari ini, kamera itu dipulung kembali. Beli baterai. Lensanya kotor berminyak terkena noda tangan dilap hingga bersih. Debu diusir jauh-jauh. Terlihat segar dan cantik kembali si mungil ini. Bekas goresan batu karang tidak mengurangi keindahannya. Coba mengambil beberapa foto. Hei, not so bad. Bahkan terlihat tajam dan warnanya juga vivid dan indah. Saya seperti menemukan mutiara terpendam dari kamera ini. Tentu saja seperti halnya benda model lawas dia memiliki keterbatasan, kekurangan. Tetapi itu semua bukan suatu masalah besar. Bahkan bisa membuat heran bagaimana foto yang indah bisa direkam oleh kamera hampir rusak seperti itu.

Melihat kamera itu dan kesenangan yang saya dapatkan dari kamera mungil itu, saya jadi berpikir bahwa kebahagiaan itu tidak selamanya berada di kemewahan hidup. Kamera itu sudah hampir rusak, tetapi saya bisa menikmati setiap gambar yang dihasilkannya. Saya bisa memahami dan menikmati setiap kekurangan dari kamera itu dan meng-adjust diri untuk mengkompensasinya. Mungkin itu yang disebut dengan bersyukur. Bisa menikmati apa yang kita miliki. Mengerti kelebihannya, tersenyum melihat kekurangannya.

Ini adalah kutipan press release dari Nikon tentang kamera si mungil,

Press Release, Sept 16th, 2004 – Nikon, the world leader in photography, today announced the introduction of the COOLPIX 5100, a slim, lightweight digital camera with 5.1 effective megapixel performance and surprisingly simple operation.
The new Nikon COOLPIX 5100 with an eye-catching champagne gold colour builds on the capabilities of the COOLPIX 4100, featuring the same stylish grip for comfort with all controls located on the back of the camera for convenience and ease of operation. With the enhanced Graphic User Interface (GUI), menus are easy-to-read on a bright 1.6-inch TFT LCD monitor.

With new colour options, the Nikon COOLPIX 5100 makes your picture shooting more creative. Capture images in standard colour, vivid colour, sepia, cyanotype, or black and white. And, the handy AF-assist illuminator function makes it easy to achieve sharp focus in poor lighting conditions. The Blur Warning lets you know if the shot is affected by camera shake – providing a choice to record or not.
A high-quality 3x optical Zoom-Nikkor lens and 4x digital zoom provides a high degree of control over picture composition. The new Nikon COOLPIX 5100 makes it easy to zoom in close on a subject or person, zoom out for group shots, and even has a handy Macro mode which can be used as close as 4cm so that small objects fill the frame.
The COOLPIX 5100 achieves vibrant colors, faithful contrast, and impressive clarity – all made possible by Nikon’s advanced image processing algorithms.

kalau ingin melihat bagaimana kemampuan si kecil ini, bisa ditengok beberapa foto yang diambil dengan kamera tipe ini di Flickr.

Mensyukuri apa yang kita miliki, mungkin dengan itu, yang maha memiliki segalanya mau menambahkan nikmat kebahagiaan dalam hati kita :grin: .


Gattaca — Human Knows No Bounds

Saturday, July 25th, 2009

Do you wan’t to know how I did it?

This is how I did it. I never saved anything for the swim back.

Those words propagates and hitting my eardrum few days ago when I watch a movie, Gattaca. The setting is in the future, where humans are categorized based on their gene potential. There are discrimination againts genes. The ones that has high grade gene, are treated special. They were living in a place called Gattaca. There, best of the best humans are trained and selected for a space exploration program. They have to endure rigorous training for years.

But it’s not about the future or the space setting that makes this movie special. It’s about dream of one particular human. The one that was predicted when he was born, that he will die young, having a bad heart. Unlike his superior younger brother that was born using gene selection. He’s surely won’t be accepted in Gattaca. But he always had a dream to go to space. That’s where the movie unfold it’s true story. He’s breaking in into Gattaca by impersonating someone else. Someone who has high grade gene.

Physical appearance can be faked. Getting the same haircut. Scrubbing your body everyday to remove any dead skin that can be used to detect false DNA. Hiding blood and urine samples under your clothes and skin every day in case of DNA check. Even, extending his own leg — by cutting and adding additional bones — because his height is not match with the donor. But it’s not end there. Physical fitness can’t be faked. He have to endure the same training like every other members in Gattaca. And he have to prove that he has the same physical capabilities like any other members. It’s a torture, every day torture, but he had to endure it, if he wants to go to space.

And he succeeded. Unlike his younger brother who has all of the potential but has no passion. He succeded to become elite members of Gattaca. He will go to space. His younger brother who always superior than him, cannot accept that. Working as a police officer, he found that his older brother is impersonating someone else in Gattaca. So both of them make a bet in a swim. A swim that always won by the younger brother due to his superior body. Swimming from the beach to the open sea. The first one that gave up and go back to the beach is the loser.

But this time, the older brother won. In the middle of the sea, when the younger brother finally gave up, he asked his older brother. How can you do that? — this question is not for the swim, but for all the amazing things his brother had done. And the older brother replied,

Do you wan’t to know how I did it?

This is how I did it. I never saved anything for the swim back.

That is a very strong and moving words for me. In life, I always wants to have an option. I rarely pick an option an stick with it till the end. I always saves for the swim back. I, in many times, always want another door open for me. Dan Ariely in his book Predictably Irrational called this as a human tendency to keep doors open. Even if those option is not in line with my goal in life. I just want it there, open, to look at, to peek at, to wish for.

Life is a matter of making decission. We make a decission in every second of our lives. Set your goal in life, open the necessary doors — the one you love and where your passion belong — and close the unworthy ones.


Pendaftaran S2 ITB

Saturday, July 25th, 2009
Tulisan ini mungkin akan sangat bermanfaat bagi temen-temen yang berniat melanjutkan S2 di ITB (terutama yang S1 juga dari ITB) dan berharap dapat sekolah dengan gratis lewat beasiswa yang disediakan oleh ITB sendiri yaitu beasiswa voucher. Kebanyakan hal-hal di tulisan ini merupakan pengalaman pribadi. Masalah data dan infromasi yang lebih tepat bisa di cari di web resmi ITB atau lembaga terkait, tapi Sa sangsi kalau infromasinya tersedia. Biasalah.... orang Indonesia kan kurang rapi dalam hal dokumentasi ^_^ Tapi tidak ada salahnya khan untuk mencoba!



Pendaftaran untuk S2 dapat dilakukan pada semester ganjil maupun genap. Sa sendiri lebih memilih mulai masuk di semester ganjil agar tidak ada tumpang-tindih masalah kurikulum. Biasanya ada beberapa kuliah di semester genap yang secara tidak formal merupakan lanjutan kuliah di semester ganjil. Jika tertarik coba cek website resmi ITB pada sekitar bulan Maret untuk masuk di semester ganjil dan bulan November untuk masuk di semester genap.


Ada beberapa tes yang harus diikuti. Threshold nilai tiap tes bergantung dari departemen yang akan dimasuki. Tes-tes tersebut adalah:


1. TPA aka Tes Potensial Akademik: tes ini diadakan oleh Bapenas (salah ga ya nulisnya). Jika teman-teman sudah pernah mengikuti tes ini, tidak perlu ikut tes lagi di ITB. Cukup menyetorkan hasil TPA yang masih berlaku (jangan yang udah kadarluarsa) sewaktu pendaftaran. Masa berlaku TPA adalah 2 tahun dari tanggal hasil tes dikeluarkan. Biaya tes ini cukup mahal dan periode diadakannya pun tidak terlalu sering, jadi manfaatkan kesempatan tes dengan sebaik-baiknya.

Tips:
Pasti banyak yang bertanya, “apa saja yang diujikan di TPA?”
Singkatnya tes ini membuat kita wajib menjadi [kamus], [kalkulator], dan [mesin simulasi 3D] ^_^
Tapi tidak usah khawatir, yang dibutuhkan di tes ini sepertinya hanya kesiapan mental dan fisik. Jadi persiapkan dirimu sebaik-baiknya.


2. Bahasa Inggris: ITB menerima hasil tes TOEFL dari manapun. Tapi, di Indonesia ini, apalagi para fresh graduate pasti kantongnya pada kempes kalau disuruh ikut tes TOEFL. Tidak usah khawatir, karena UPT bahasa ITB menyediakan EPT yang harganya jauh lebih terjangkau dan hasilnya masih diterima oleh ITB.
Bagi kawan-kawan yang merasa bahasa Inggrisnya payah (seperti diriku), tidak perlu khawatir juga, karena jika tidak memenuhi threshold di tes ini, tidak akan membuat anda gagal masuk ke S2 ITB. Saat score kawan-kawan lebih rendah dari yang disyaratkan, kawan-kawan tetap diterima di ITB, namun akan diberikan kelas tambahan bahasa Inggris yang tidak masuk dalam SKS wajib. So, don't worry. Yang pasti, kalo mo lulus master alias tesis, score ini harus sudah terpenuhi.


3. Akademik: tes ini menguji tingkat kepahaman konsep dari major yang akan diikuti. Setau Sa, kebanyakan masalah konsep dasar yang kemungkinan akan membawa malapetaka yang tak terelakan kalau ga tau masalah itu. Kurang paham satu-atau-dua hal tidak akan membuat gagal masuk S2, paling akan disarankan atau disyaratkan ikut kuliah martikulasi yang SKS-nya tidak dimasukkan di SKS S2. Biasanya kuliah yang akan disarankan adalah kuliah dasar yang menurut penilai pemahaman kita di bidang itu masih sangat kurang. Oh, masalah penilai adalah dosen-dosen yang diberi tugas menilai. Mengenai spesifik nama, Sa kurang mengerti.


4. Wawancara: nah kalo ini sih Sa ga bisa ngasih bocoran apa-apa. Bisa sangat bergantung dari mood pewawancara. Sa hanya bisa bilang “Semoga beruntung, kawan!”


Jika semua tes telah diikuti, tinggal “deg-deg”an aja menunggu hasil di rumah. Hasil dan pengumuman final diterima atau tidaknya akan dikirim ke rumah masing-masing. Pada periode ini disarankan untuk lebih banyak berdoa dan bersabar. ^_^




Kalo temen-temen ada pertanyaan, silahkan diajukan di bagian comment. Semoga bisa Sa jawab dan semoga saja pertanyaan-pertanyaan itu mewakili teman-teman yang lain juga. Tul ga?!


to be continue: [beasiswa voucher ITB]

Untung gak mepet2

Saturday, July 25th, 2009
Pukul 16.58 WIB Tiket itu baru saja terjual ke tangan gw. Bahkan gw masih berdiri di depan loket, menunggu si mbak penjaga loket menghitung uang kembalian. Ketika itulah seorang bapak setengah menyerobot antrian dan bertanya kepada penjaga loket, “Mbak tiket turangga hari ini ada? Jam berapa ya?” “Ada pak. Jam tujuh malam, tapi tinggal satu. Sisanya tiket berdiri.” “Oh, ya udah [...]

Bodoh?

Friday, July 24th, 2009
Sedang bertanya2.. Kenapa nasib mempertemukan bodoh merah dengan bodoh abu.. - Take my hand, take my whole life too..

Sibuk dengan diri sendiri

Thursday, July 23rd, 2009
Rasanya hampir semua orang (di sekitar gw) akhir2 ini bertanya, “Kemana aja pen?” (di sini2 aja ko..) “Mroyek terus ya?” (waduh, kesannya kaya banyak proyek ya?? beu.. boro2, satu proyek aja bikin bingung nyelesainnya..) “Gimana tesis?” (iyaaaa, lagi dikerjain ini..) “Jadi kapan undangannya pen?” (lho.. ini yang paling bikin heran.. undangan apa ya?) Akhir2 ini memang agak menghilang dari dunia persilatan. Lagi butuh waktu buat [...]

Malam yang Tak Biasa

Wednesday, July 22nd, 2009

Nadia terus berjalan menembus kegelapan malam, angin yang dingin menusuk ke tulang sumsum. Aneh. Tak seperti biasanya, jalan yang biasa ia lewati itu lengang, tak ada tukang bakso maupun anak muda berkumpul. Cuma suara jangkrik dan nyanyian kodok yang sayup-sayup terdengar.

Sampai depan rumah. “KRING!” Ia menekan bel, tapi tak ada yang membukakan pintu. Dicobanya menekan bel lagi, tapi pintu itu tetap bergeming. Mulai cemas, Nadia mencoba menelepon Papa, Mama, dan adiknya menggunakan ponsel. ”Tut-tut-tut-tut…” Karena tidak ada sepeser pun uang tersisa, Nadia memutuskan untuk ke rumah Dagmar, tetangganya.

“Ting tong!” Nadia menekan bel rumah Dagmar. Hening. Kini Nadia benar-benar bingung dan ketakutan, ia pun berlari keliling kompleks untuk mencari keluarga, teman main, siapapun yang dikenalnya. Tak terasa ia sudah sampai di pusat perbelanjaan kompleksnya. Sambil terengah mengatur napas, sayup-sayup ia mendengar suara keramaian dan musik yang meriah, dan begitu tidak asing di telinganya. Penasaran, ia berjalan mendekati sumber suara itu; ternyata ada Mbah Surip sedang manggung, dan terlihat keluarganya dan Dagmar asyik berjoget mengikuti alunan lagu. Alhamdulillah…

(Catatan: cerita ini dibuat untuk tugas kuliah Keamanan Informasi Lanjut dari Pak BR. Silakan dipikirkan apa artinya ;-) )

Flower and Palm Nut in Closeup

Sunday, July 19th, 2009

Today, when I go back from the mosque after ashar pray, I found some interesting palm nuts along the way. It has unique shapes and colors. I also picked some flowers from my neighbours garden — ooops :-) — for a closeup photo session.

I put the nuts and flowers on a matte black metallic plate that I happen to have — it’s my friend’s actually –, usually used for soldering station. I put it just outside the window. Afternoon makes the sunlight a little lazy to enter my window, but luckily still enough to lit this beautiful nuts and flowers and bring out their colors.

I hope you enjoy it, as much as I do.

biji
July 19, 2009, Canon EOS 40D, f/8 1/30s at 80mm, with ext tube

biji_aren
July 19, 2009, Canon EOS 40D, f/8 1/50s at 115mm, with ext tube

flower_and_nut
July 19, 2009, Canon EOS 40D, f/8 1/50s at 105mm, with ext tube

inside_flower
July 19, 2009, Canon EOS 40D, f/8 1/25s at 70mm, with ext tube

flower_white_dot
July 19, 2009, Canon EOS 40D, f/8 1/6s at 75mm, with ext tube

55:10
55:11
55:12
55:13

And the earth hath He appointed for (His) creatures, (10)
Wherein are fruit and sheathed palm-trees, (11)
Husked grain and scented herb. (12)
Which is it, of the favours of your Lord, that ye deny? (13)

(Al-Quran, sura Ar-Rahman, verse 10-13)

Warm regards.

references :
1. http://www.jkmhal.com/ for Qur’an verses images
2. http://www.quranexplorer.com/ for Qur’an english translation