INTEREST, MONEY, and PRIDE
Udah lama sekali gw pengen ngebahas masalah yang gw sebutin di atas. Sebagian besar yang pengen gw ceritain adalah pengalaman gw pribadi yang mungkin masih perlu banyak dikaji. Tapi menurut gw yang penting itu adalah lesson learned dibalik semua peristiwa itu, dan gimana caranya biar bisa gw share sehingga bisa ngurangin orang melakukan kesalahan yang sama kayak gw.
Oke, lets just go on…
Pertama adalah something called INTEREST
Dari dulu gw kuliah gw banyak denger perkataan untuk mementingkan minat ketika mencari pekerjaan. hal ini cuma gw denger selintasan aja. Dengan berkeyakinan bahwa kalo uangnya banyak, toh minat ntar bisa ditumbuhkan seiring dengan berjalannya perkerjaan. Ternyata, setelah gw buktikan sendiri, at least untuk diri gw, bahwa gw bukan tipe orang yang bisa menyesuaikan minat dengan balasan uang.
Entah mengapa, gw pribadi gak enjoy kalo melakukan sesuatu pekerjaan yang gw gak ahli. Dalam hal ini, pengalaman gw adalah waktu gw masuk ke S*h*u*berger, sebuah perusahaan oil services nomor satu di dunia. Memang gaji empat digit USD sangat menggoda, tapi masalahnya adalah gw ngerasa gak ikhlas untuk belajar tentang bidang yang gw gak suka. Gw ngerasa kalo gw belajar bidang yang gw suka, i can perform hundred times better. Well, thats me. I can tell you im very dedicated, but unfortunately only for things I like.
Next, yang kedua adalah MONEY
Inilah faktor pengganggu utama di dunia (selain wanita). Ketika kita sudah memilih suatu pekerjaan tertentu, sebagian besar orang pasti lah tergiur kalo dikatakan ada kerjaan lain yang gajinya bisa sampai 5 atau 10 kali lipat lebih besar. bayangkan, gaji sebulan bisa sama dengan gaji sebelumnya dalam setaun. Gimana orang gak tergiur coba??? Tapi percayalah kawan, everything comes at its price. Lagian, jika memang sudah waktunya, uang itu pun pasti akan datang koq. Tinggal kita aja banyak2 berusaha dan sabar.
Untuk menyemangati, banyak orang terkenal yang memulai sesuatunya bukan dengan giant leap yang fenomenal. Tapi dengan small steps yang dilakukan dengan ulet dan gigih yang akhirnya membuahkan hasil yang bahkan lebih besar daripada melakukan sekali giant step. So, mungkin disini sabar adalah kuncinya. Sabarlah ketika miniti karir di bidang yang kamu sukai meskipun orang lain sudah sampai entah dimana. Yang penting adala kita harus tetap semangat dan berjuang secepat mungkin untuk mencapai target yang kita inginkan. (this advice is for me also:-))
Selanjutnya, permasalahan yang ketika adalah PRIDE
Masalah ini mungkin timbul ketika kita berada dalam suatu lembaga yang mungkin bukan yang terbaik. Pengalaman pribadi lagi nih.
Gw pertama masuk kerja itu adalah untuk suatu IT consulting terbesar di dunia (Kalo gw sebut, HARUSNYA loe tau). Gak lama setelah itu, gw ditawarin untu jadi IT support untuk oil company terbesar di dunia (meskipun akhirnya tawaran ini gw tolak). Nah, yang ketiga ini nih yang jadi ujian pride gw. Gw masuk kedalam suatu vendor telekomunikasi yang terkenal dengan predikat tukang copy alias “Pembajak”. Bukannya mau ngejelek2in, tapi predikat ini emang sudah terbukti sih, dan employeenya sendiri yang membuktikan dan mengakui bahwa vendor XXXXX ini tukang jiplak. Di perusahaan ini lah gw sedikit merasa malu. Bukan karena kurangnya kompetensi gw sebagai engineer, tapi lebih ke arah the company that i work for. Padahal, setelah selang beberapa tahun, barulah gw sadari perusahaan ini adalah tempat bagus untuk gw menimba ilmu dan mengasah kematangan gw sebagai engineer (berkaitan dengan culturenya).Saat-Saat gw disinilah saat dimana gw mengalami dilema.
Di satu sisi gw udah kerja di perusahaan Telco yang sesuai minat gw dengan gaji yang sebenarnya cukup (tapi memang jauh lebih kecil daripada yang ditawarkan oil services company), dengan pride yang agak kurang karena perusahaannya tukang jiplak. Di sisi lain gw ditawarkan gaji yang 10 kali lebih gede, menawarkan kesempatan kerja diluar negeri, meskipun pada bidang yang blom tau bakalan gw suka atau gak. TAPI MONEY and PRIDE lah yang membutakan gw. Bukannya malah pilih tempat yang memang sesuai dan kerja keras untuk cepat berkembang ditempat itu, gw malah milih untuk mulai dari nol lagi di bidang yang blom jelas akan gw suka apa nggak. Dan hasilnya udah ketauan kan, I failed. I bailed out of that oil services company, just to come back to Networking, the field of my interest.
To sum up everything, gw kembali menekankan bahwa maksud gw bikin tulisan ini adalah supaya bisa jadi bahan pertimbangan untuk orang yang masih mencari-cari pekerjaan yang sesuai, orang yang sedang mempertimbangkan untuk banting setir ke bidang lain, ataupun sebagai referensi bagi adik2 yang masih kuliah yang masih bingung mau kerja dimana.
Remember that it is passion and interest that should be our driving force on our career, not money nor too much pride. Just do what you love, be really good at it, sooner or later, everthing will follow.
Semoga tulisan ini bisa membantu orang yang sedang bingung mencari perkerjaan yang sesuai. Memang gak semua orang akan memberikan respon yang sama dengan respon gw ketika dihadapkan dengan situasi yang sama. But anyway, Like I told you before, this is just for your second thought. So, Good luck everyone on your career…
