Archive for March, 2009

Elf dan Islandia

Tuesday, March 31st, 2009

Sebelum mendirikan pabrik peleburan aluminium, Alcoa dengan terpaksa “menunda pekerjaan hingga pakar dari pemerintah memeriksa dengan seksama areal pabrik dan memastikan tidak ada elf–peri–di daerah tersebut.” Nah, bagaimanakah cara mendeteksi elf?

Kekuatan psikis. Kemampuan untuk melihat huldufolk (makhluk gaib) ini tidak bisa dipelajari, seseorang harus terlahir dengan kemampuan ini. Biasanya kemampuan ini dimiliki anak-anak, meskipun sebagian dari mereka kehilangan kemampuan ini selepas usia 8 tahun. Sebuah survey menyebutkan bahwa 54 persen orang Islandia tidak menyangkal keberadaan peri dan 8 persen langsung menyatakan percaya, meskipun hanya 3 persen yang mengaku pernah melihat peri dengan mata kepala sendiri. Peri-peri ini biasa tinggal di bebatuan atau lereng terjal. Kota pelabuhan Hafnarfjordur, dekat Reykjavik, dianggap sebagai tempat tinggal banyak peri. Dan menurut orang Islandia, terdapat minimal 13 tipe peri, sebagian tinggi seperti manusia sementara sebagian hanya beberapa inchi, seperti peri bunga.

Sebagian kisah menyebutkan ‘gangguan’ para peri akibat pembangunan manusia yang mengganggu tempat hunian mereka. Contohnya pada awal 70an, sejumlah kontraktor berusaha memindahkan sebuah batu besar untuk membuat jalan tol di daerah Reykjavik. Seorang clairvoyant (paranormal)–Zophanias Petursson–pun disewa setelah timbul sejumlah kecelakaan kecil. Zophanias pun mengklaim telah berhasil berkomunikasi dengan para peri di daerah tersebut dan mendapatkan persetujuan mereka untuk melanjutkaan pekerjaan tersebut. Meskipun demikian, para peri tidak berhenti sampai di situ: sebuah buldozer mematahkan pipa air yang menuju areal perikanan dan menewaskan ribuan tetasan trout.

Source: How do you find an elf?

Posted in Uncategorized

Politik dalam Persfektif Islam

Tuesday, March 31st, 2009
Berikut ini adalah kutipan dari forum konsultasi mengenai Poltik dan berpartai. Semoga artikel ini menjadikan pengetahuan kita tentang Politik dan berpartai menjadi kuat dan komprehensif, sehingga amalan kita dilandaskan atas ilmu yang kokoh. Semoga bermanfaat… ———– Adakah Berpartai Dicontohkan Nabi dan Sahabat? Senin, 30 Maret 2009 13:37 Pertanyaan : “Ustadz, ana ingin bertanya. Kalau dilihat dari realita yang sekarang, banyak [...]

Harta Yang Halal

Tuesday, March 31st, 2009
Dalam sebuah milis, saya mendapatkan postingan dengan artikel yang berjudul seperti atas. Tergerak hati ini untuk berbagi dengan saudara2 muslim yang lain. Semoga berkenan… ———————– Rasulullah SAW bersabda: “Akan tiba suatu zaman di mana orang tidak peduli lagi terhadap harta yang diperoleh, apakah ia halal atau haram.” (HR. Bukhari). Empat belas abad lebih, setelah Rasulullah menyatakan hadist [...]

Celupan Kehidupan

Tuesday, March 31st, 2009
hidup berarti tumbuh,
tumbuh ditengah masayarakat beragam warna,
merah, putih, hitam, abu-abu,
semua adalah warna-warna celupan seluruh proses hidup yang dilaluinya,
lalu celupan itu akan mencerminkan apa kesukaannya, apa keinginannya, apa cita-citanya, mencerminkan kepribadiannya.

sungguh, sebaik-baik celupan adalah celupan Allah,
"Shibghah Allah, dan siapakah yang lebih baik shibghahnya dari pada Allah? dan hanya kepada-Nya-lah kami menyembah,"
lalu kesukaannya adalah amar ma'ruf nahi munkar, keinginannya adalah kebaikan, dan cita-citanya adalah syurga, kepribadiannya adalah Islam, Syakhsiyah Islamiyah.

hidup juga berarti berinteraksi,
interaksi saling mempengaruhi, entah dipengaruhi atau mempengaruhi,
oleh apa kita dipengaruhi? oleh siapa kita mempengaruhi?
oleh teman-teman kita.

sungguh, sebaik-baik teman adalah yang selalu mengingatkan engkau pada akhirat sekalipun itu berat,
jalan yang berat itu akan meringan apabila kita berjalan bersama,
lalu Musa pun meminta pada Rabb-Nya Yang Maha Tinggi, "dan jadikanlah untukku seorang pembantu dari keluargaku, (yaitu) Harun, saudaraku."
karena jalan Musa begitu berat, menghadapi kaum yang bandel begitu rupa.

dan kita menghadapi dunia yang begitu berat menggoda,
maka teman selalu menjadi pelabuhan tempat kita bersinggah,
sejenak memaknai, meresapi, dan mengambil energi untuk melangkah kembali,
seberapa jauh lingkaran kebaikan mereka meliputi kita,
seberapa jauh lingkaran kebaikan kita meliputi mereka,
sebegitulah arti cinta bagi pertemanan kita.

karena cinta bisa berubah rupa menjadi musuh nyata,
kalau cinta itu bukan karena-Nya,
"
Teman-teman akrab pada hari itu sebagiannya menjadi musuh bagi sebagian yang lain kecuali orang-orang yang bertakwa."
maka cintailah karena-Nya dan bencilah karena-Nya,
sebagaimana cinta seorang Abu Bakr kepada budak belia Bilal yang meneriaki siksaan majikannya dengan kalimat "Ahad!",
sebagaimana kebencian para ahlul Badr kepada sanak-saudara mereka yang memerangi kaum Muslimin walau dirasa berat.

tumbuh, interaksi, cinta,
semua adalah cermin dari celupan hidup kita,
lalu celupan mana yang engkau pilih?
Allahuma inni as alukalhuda ...
Allah lah Sang Pemberi Hidayah, maka mintalah hidayah itu hanya kepada-Nya.

(ya2n)

bisikanNya

Monday, March 30th, 2009
sendiri tak berarti sepi karena saat diri ini sendiri, telinga dapat mendengar obrolan hati dengan penciptaNya menyadari banyak kealfaan kala itu tapi anehnya itu tidak menjadikan kak melangkah kebelakang tetapi maju selangkah demi selangkah Terseok-seok di awal dengan keyakinan suatu saat nanti akan berlari menuju pelukNya Jakarta, 29 Maret 2009 Posted in Hikmah Di Balik Peristiwa [...]

The Three Musketeer

Monday, March 30th, 2009
Hanya 1 tahun bekerja bersama di sebuah perusahaan, tiga orang ini memiliki pengalaman segudang… susah dan senang, konflik internal dan eksternal pernah dialami… Tiga orang yang berasal dari latar belakang yang sama dengan attitude yang tidak jauh berbeda… masuk keluar perbincangan meja direksi bukan hal yang aneh bagi ketiganya, baik itu karena prestasi [...]

be the beautiful or the ugly one?

Monday, March 30th, 2009
tulisan yang terinspirasi karena berbulan-bulan ini amy teracuni banyak hal yang berkaitan dengan kecantikan… dari mulai nutrisi2 untuk pengganti makan nasi sampai ke sedot lemak… mulai dari krim muka kotakan sampai setrika muka… Ya rabb, begitu sulitnya kah menjadi seorang wanita yang cantik????? setiap sales dari semua produk2 itu menjanjikan hal yang serupa, “menjadi cantik, dengan cara [...]

The Road Not Taken

Monday, March 30th, 2009
* * *
Kulihat dua jalan terbentang,
Kupilih jalan yang jarang dilalui orang,
Dan itulah yang membuat segala perbedaan.
* * *
The Road Not Taken

Gaya Tulisanku, Buku Yang Kubaca

Sunday, March 29th, 2009
Setelah kuamati, ternyata gaya tulisan seseorang itu sedikit banyak dipengaruhi oleh jenis buku apa yang sedang dia baca. Kesimpulan itu kuambil setelah mengamati diriku sendiri. Ketika membaca buku serius, tulisan jadi serius, ketika sedang membaca buku ilmiah, tulisan memdadak bernuansa ilmiah, ketika membaca buku melankolis, tiba-tiba tulisan jadi ber-rima-rima dan menggunakan retorika indah, ketika sedang tidak membaca buku sama sekali, gaya tulisan berubah total menjadi gaya percakapan, chatting dan sejenisnya.

Terang saja, gaya bahasa tiap tulisanku jadi berubah-ubah. Tidak Konsisten. Penulis seperti ini tampaknya kurang dalam menulis. Tidak punya ciri khas dan identitas tulisan. Orang akan kesulitan untuk menilai tipe penulis macam apa ini, orang akan kebingungan melihat tulisan yang tampaknya ditulis oleh seseorang yang 'berbeda'. Pun tentang tema sebuah blog. Kalau terlalu campur aduk orang akan bingung men-jugde tipe blog macam apa ini.

Fauzil Adhim dalam "Dunia Kata" mengatakan, salah satu cara mudah memulai menulis adalah: benchmarking. Secara sederhana, benchmarking bearti manjadikan satu tulisan, penulis, atau media sebagai model. seorang penulis cerpen bisa menjadikan seorang Asma Nadia, Helvy Tiana Rosa, atau Joni Ariadinata sebagai acuan. Meniru gaya bertulis mereka.

Nah, kalau banchmarking saja jadi langkah awal bagi seseorang untuk mulai menulis, maka gaya tulisan tentu menjadi point penting bagi sebuah tulisan. Apa jadinya kalau Asma Nadia menulis di salah satu novelnya dengan gaya tulisan Raditya? Bisa-bisa orang yang mem-benchmarking-nya kepusingan.

Tapi kalau benchmarking-nya kebablasan, jadinya seperti saya. Setiap kali membaca buku, gaya tulisan ikut-ikutan berubah. Tak baik juga membatasi jenis buku yang dibaca. Buku bagaikan jendela wawasan. Mulai dari genre fiksi sampai non-fiksi, ilmiah sampai populer, santai sampai serius, semua ada wawasan. Tinggal pintar-pintarnya kita menilai dan menyaring informasi yang bermanfaat, dan membuang informasi yang tidak bermanfaat.

Kebetulan, 3 buku baru bulan ini adalah novel. Ma Yan, 5 cm, dan The Road to Empire. Bukan. Bukan karena saya penggemar berat buku novel, hanya karena melihat review buku ini yang bagus. Buku lain yang saya incar bulan ini adalah "Pemuda Peka Zaman" karya Dr. Saghuni, dan Ighasatil Lahfan-nya Ibnul Qayyim.

Ma Yan diangkat dari kisah nyata kehidupan perempuan Muslim China yang berjuang mati-matian untuk sekolah. Mereka ingin kehidupan yang lebih baik dengan menyekolahkan anaknya. Walau itu berarti harus makan 2 kali sehari, sekali nasi sekali roti. Bahkan harus berjalan berkilo-kilo jauhnya untuk sampai ketempat sekolahnya. Buku ini sangat kuat dalam menceritakan hubungan ibu-anak. Gaya bertuturnya cukup deskriptif dan tema cerita yang diangkatnya sederhana dan mudah ditebak, tapi cukup untuk membuat Anda menangis miris.

Dua novel lainnya berbeda. 5 cm. Tentang persahabatan 5 orang, perjalanan mereka, mimpi-mipi mereka. Saya belum baca yang ini, tapi kalau baca dari review dan sinopsis, sepertinya cukup bagus. Tetap, segala sesuatunya perlu disaring. The Road to Empire. Berlatar belakang perang di China, dan kehidupan pasukan Muslim China. Pemimpin mereka, pangeran keturuna Mongol.

Gaya bertutur novel tentu beda dengan buku-buku ilmiah seperti Riyadush Shalihin, Kitabul Ilmi, atau Minhajul Qashidin. Mungkin yang memadukan keduanya adalah buku-buku Mas Salim yang terakhir berjudul "Jalan Cinta Para Pejuang". Buku wawasan Islam dengan gaya bertutur novel. Nah, bagi seseorang (baca: saya), buku yang sedang dibaca sedikit banyak berpengaruh dengan gaya tutur tulisannya, mungkin tidak bagi penulis profesional. Bagaimana dengan Anda?

For a ‘Brighter’ Future; Kok Cuma Semalam?

Sunday, March 29th, 2009
Malam itu (28/03) saya mendapat SMS dari teman yang udah lama nggak SMS-an. Isinya:
1 DARK NITE FOR A BRIGHTER FUTURE. Tepat malam ini jam 20.20-21.30 WIB mari bersama2 mematikan lampu sbagai komitmen bersama oenduduk dunia. STOP GLOBAL WARMING.

Iklan 'semacam' itu juga sempat sekilas saya lihat di televisi. Hari ini adalah hari tanpa lampu! Peduli? Peduli nggak ada salahnya. Jadi malam itu kos kami pun tiba-tiba gelap gulita. Sebenarnya bukan saya yang mencoba inisiatif, tapi Mas Yarka. Semua langsung dimatiin, kecuali komputer, hehe. Gelap.

Lalu, kulihat keluar... Ternyata... Terang benderang. Yah, nggak ngaruh deh, kalau dilihat dari satelit pun, nggak ada bedanya kalau cuma satu rumah yang matiin lampu, kelihatannya ya terang-terang aja. Emang alau matiin lampu semua ngaruh-nya apa? Nggak tahu juga ya, yang jelas, kalau seluruh Indonesia matiin lampu, PLN jadi tambah hemat. 'Tul nggak?

Yang lebih menarik perhatian saya adalah SMS teman saya tadi, "1 DARK NITE FOR A BRIGHTER FUTURE". Pertama, bisa segitunya ya membuat seluruh dunia menyambut seruan mereka. Dari manakah asalnya? Siapa yang mencanangkannya? Organisasi apa? (Duh, kok tiba-tiba saling berkelebat di kepalaku masalah propaganda, konspirasi, globalisasi, waduh-waduh sudah kebablasan, nggak deh). Lanjut saja.

Kedua, apa yang ada dibalik itu? Sekarang, dunia sedang gencar promosiin Green Environment termasuk hemat energi. Lebih jauh lagi: Global Warming. Emang apa hubungannya green environment sama global warming? Ya sama-sama membahas issue lingkungan hidup. Anda setuju dengan issue ini? Saya antara setuju dan tidak. Masih banyak perdebatan. Yang belum banyak tahu ambil posisi tengah aja, hhehe =D.

Penah lihat film dokumenter "Global Warning Swindler"? Disana diceritakan bagaimana sebenarnya masalah global warming adalah hal yang wajar, bukan disebabkan pencemaran industri yang ada sekarang. Gembar-gembor tentang masalah yang timbul karena global warming ini hanya dijadikan sebagai bahan membuat industry baru. Lihatlah bagaimana di kemudian hari muncul produk-produk berlabel green technology. It's just a businness matter. Entahlah.

Kalau penghematan? Jelas saya sangat setuju. Kita sebagai manusia harus berhemat. Bahkan itu diajarkan dalam Islam. Kalau kemudian muncul produk-produk berlabel "hemat energi", uouo.. setuju sekali. Apalagi kalau "Low-Power Wireless Chip", ehehe. Yang jelas, apapun yang ada dibalik semua itu, entah business matter atau pure for human being; for a better life, silakan saja, saya nggak mau ikut debat =p. Lanjut saja.

Ketiga, bagi saya, jargon-jargon penghematan ini seharusnya bukan hanya sekedar event sehari saja. Bayangkan, kalau kita terlalu terbiasa dengan slogan "1 hari saja" yang euforistis (halah istilah baru). Matiin lampu cukup sehari saja, habis itu mau boros juga nggak apa-apa. Kasih sayang cukup sehari saja, habis itu nggak kasih sayang juga nggak papa. Habis itu dilupakan. Hello..? Kita penghematan mah setiap hari, kasih sayang mah setiap hari. Jangan lah terlalu euforia dengan event-event yang cuma sehari saja, apalagi semalam.

Satu kalimat untuk menutup postingan ini: For a 'Brighter' future? Kok cuma semalam!? (ya2n)

I just wanna come to free one, not PAID one

Saturday, March 28th, 2009
WIMAX Forum Congress Asia 2009 now on the spot! Congress ini akan dilaksanakan tanggal 27-29 April 2099 di Singapore, tak jauh dari Indonesia, maka saya pun berencana mengikutinya. Tentu saja... cari yang free registration, hehe. Sebenarnya pengen ikut yang technical seminar, karena pasti akan dapat banyak masukan darisana, dan tema-tema nya menarik, hal-hal yang perlu dan belum pernah kami lakukan di technical design, cuma.... mahal banget. Nggak deh! Yang free saja. Lagian mana mau perusahaan bayarin yang itu. Hehe, belum saatnya.

Akhirnya kudaftar free seminar dan exhibition. habis registrasi, saya dapat auto-reply email yang mengatakan officer sedang out of office di DVB-T Congress Europe. Wew, dan kata Pak Trio hari ini deadline registrasi. Mikir bentar. Kalau begitu, kukirim email aja ke Ms. Miki dari infocom Singapore yang waktu itu sempet menghubungi saya lewat Lakso.

Dear Miki,

We would like to register for WIMAX Asia 2009 free exhibition and seminars. I've tried to register via online registration today, but I'm affraid that I missed because from the confirmation email, it said that the officer is out of office today.

Could you kindly check it and confirm to us whether we're already registered or not?

...

And again, Miki tiba-tiba nelpon. Ceritanya, Ms. Miki Kong ini marketing officer untuk WIMAX Asia 2009 ini. Ceritanya begini, waktu itu saya minta tolong downloadin brosur ke Lakso, dan harus ngisi datadiri dulu baru bisa download. EH, tiba-tiba ada yang nelpon nawarin ini itu ke Lakso, trus nelpon ke saya juga. Ya itu, Ms Miki itu. Udah gitu nelponnya kayak agresif banget, nawarin Mau ikut conference nggak? Mau ikut conference nggak?. Pakai bahasa Inggris tentunya. Eh, bukan. Singlish (Singaporean English, hehe =D). Jadi yaudah, kupikir kayaknya dia bisa kumintai tolong, siapa tahu dia bantu (ato minimal nelpon lagi, lumayan buat practice english, *loh?*)

Miki: Hello, Mr Yan Syafri?
Me: Yes.
Miki: From the email you said that 'bla bla bla' (ngomong dengan nada ga terlalu jelas), would you like to register for the conference?
Me: (mikir bentar) For the conference? No, I just wanna come to free exhibition and seminar.
Miki: Why?
Me: Well, it's due to 'bla bla bla' (bingung njelasin ke Miki, sebenernya intinya karena ga ada duit buat ikutan)
Miki: (merasa ga ngerti ato pura-pura ga ngerti) I'm sorry?
Me: I just wanna come to the free one, not the 'PAID' one (kata 'paid' nya diperjelas).
Miki: Oohh, Okay (entah maklum ato apa nggak ngerti).
Me: So, do I need to register for the free seminars?
Miki: 'bla bla bla'
Me: Pardon?
Miki: I'll arrange it for you.
Me: ..... Oh, thank you.
Miki: Bye bye.
Me: (masih belum clear sih sebenernya) Bye bye.

Dear Mr. DJ

Friday, March 27th, 2009
Mr.DJ yang seharusnya saya hormati, melalui ini, saya menyatakan kebingungan saya akan sikap bapak kepada saya… saya bingung pak, selama ini apa sih salah saya sama bapak? kenapa bapak selalu mengeluarkan statement tentang saya, yang tidak benar adanya? kenapa mulut saya harus dibungkam ketika ada forum kantor? sebegitu annoyingnya kah kehadiran saya di kantor ini bagi bapak? hm, [...]

Blognya..

Friday, March 27th, 2009
karena iseng dan ga ada kerjaan, siang itu amy klik status ym temen amy yang ngelink ama blognya… sumpah, pas baca blog itu amy jadi ngerasa kecil… ngerasa blog yang amy punya ga berarti… perasaan yang ga pernah ada sebelumnya ketika amy baca blog temen2 amy yang lain… hmm ngerasa aneh sih : kok bisa ya amy [...]

Bunaken, Taman Laut Hebat tanpa Infrastruktur yang Mantap

Thursday, March 26th, 2009

Saat melakukan perjalanan ke Manado, kami menyempatkan berkunjung di Bunaken. Bunaken adalah sebuah pulau seluas 8,08 km² di Teluk Manado, yang terletak di utara pulau Sulawesi. Pulau ini merupakan bagian dari kota Manado, ibu kota provinsi Sulawesi Utara. Pulau bunaken ini adalah pulau yang termasuk dalam gugusan Taman Nasional Bunaken yang diresmikan pada 24 Desember 1991. Taman Nasional Bunaken sendiri sebenarnya merupakan kawasan konservasi perairan dengan luas 79.065 ha yang terdiri dari dua bagian terpisah yaitu bagian utara dan bagian selatan. Bagian Utara meliputi lima pulau masing-masing Pulau Bunaken, Siladen, Manado Tua, Mantehage dan Pulau Nain, serta wilayah pesisir Desa Molas, Desa Meras, Tongkaina dan Tiwoho sedangkan Bagian Selatan meliputi pesisir desa-desa yaitu Desa Popo, Teling, Kumu, Pinasungkulan, Rap-rap, Sondaken, Wawontulap dan Poperang.

Well, perjalanan dari Manado ke Pulau Bunaken kami awali dari Marina, sebuah pantai di sekitar Mega Mas Mall. Sebelumnya kami juga sudah menyiapkan makanan dan air minum untuk keperluan nanti di atas kapal. Di Marina tersebut kami menyewa kapal seharga 700 ribu rupiah untuk menuju Pulau Bunaken. Kapal ini dilengkapi dengan semacam dua buah lantai kaca (mirip aquarium) yang memang dikhususkan untuk melihat keindahan terumbu karang dan ikan-ikan diperairan dangkal dari dalam kapal. Sekitar 45 menit perjalanan dengan kapal, akhirnya kami sampai ke salah satu spot Taman Laut (taman laut ini belum masuk ke pulau bunaken). Dari lantai kaca di kapal tersebut, kami bisa melihat keindahan terumbu karang yang bermacam-macam warnanya yang disekitarnya terdapat gerombolan ikan-ikan kecil dan besar yang juga bermacam-macam warnanya sehingga menimbulkan semacam komposisi alami yang yang dinamis dan sangat indah..

Terumbu karang yang ada di Taman Laut Bunaken tersebut merupakan kumpulan terumbu karang berbagai jenis. Dari catatan dephut, terumbu karang tersebut terdiri dari 13 Genera karang hidup yang didominasi oleh terumbu karang penghalang dan terumbu karang tepi. Sedangkan ikan yang menghuni sekitar terumbu karang di taman laut tersebut terdiri dari sekitar 91 jenis ikan yang diantaranya ikan kuda gusumi (Hippocampus kuda), oci putih (Seriola rivoliana), lolosi ekor kuning (Lutjanus kasmira), goropa (Ephinephelus spilotoceps dan Pseudanthias hypselosoma), ila gasi (Scolopsis bilineatus), dan lain-lain.

Menurut pemandu kapal kami, sebenarnya pemandangan yang lebih bagus lagi kalau kita bisa melihat pada bagian underwater great walls atau yang disebut juga hanging walls atau dinding-dinding karang raksasa yang berdiri vertikal dan melengkung ke atas. Di underwater great walls ini terdapat terumbu karangnya yang masih alami, bagus, utuh, dan lebih banyak terdapat jenis ikan baik besar maupun kecil yang warnanya bermacam-macam dan bergerombol dalam jumlah banyak. Nah, untuk melihat underwater great walls tersebut harus menggunakan kapal selam yang perorangnya harus membayar sekitar 350an ribu rupiah. Waduh…mahal banget…jadi kami memutuskan tidak jadi naik kapal selam.. snorkeling saja deh :)

Setelah puas hanya melihat-lihat kehidupan laut dari dari kapal, kemudian kami menuju daratan pulau Bunaken. Sewaktu turun dari kapal, sudah terlihat betapa tidak diurusnya tempat wisata tersebut dengan baik. Jalan dari dermaga ke Pulau banyak yang rusak dan berlubang. Di daratnya pun setelah memasuki gapura Pulau bunaken, terdapat tempat seluas kira-kira 100 meter x 50 meter yang berbatasan dengan laut dan tebing tinggi yang tidak ditata dengan rapi. Di tempat seluas itu hanya didapat penjual souvenir, tempat sewa peralatan snorkeling, dan tempat minum kelapa muda yang kurang tertata dengan baik sehingga lebih terasa kesan kumuhnya.. Sangat jauh dengan kondisi di Bali. Kemudian di sana ada juga semacam tempat informasi yang memuat poster-poster binatang laut dan terumbu karang yang ada di Taman Laut Bunaken, namun tempat informasi tersebut juga terlihat hanya setengah-setengah dan sepertinya hanya asal ada saja..hm..memang kurang menarik di sini.

Meski kurang menarik, namun ada juga informasi menarik yang bisa didapatkan di tempat itu yaitu foto pernah ditemukannya ikan purba di sekitar perairan pulau Manado Tua, pulau di sebelah Bunaken. Ikan purba tersebut disebut dengan Ikan raja laut yang merupakan salah satu hewan paling tua di muka bumi. Jutaan tahun lalu ikan ini hidup di semua perairan laut di bumi ini, tetapi sekarang, ikan ini diketahui hanya hidup di dua tempat saja di dunia ini, yaitu di Pulau Comoro di Afrika, dan di perairan Pulau Manado Tua di Taman Nasional Bunaken. Hm.. Jadi Taman Nasional Bunaken memang benar-benar  tempat terkaya biodiversity lautnya..

Well, kemudian kami menyewa peralatan snorkeling berupa kacamata snorkeling yang dilengkapi dengan selang udara dan sepatu untuk memudahkan bergerak di laut. Harga peralatan sewa tersebut 60 ribu rupiah. Kemudian atas saran pemandu kapal, kami juga membeli biskuit untuk memberi makan ikan sehingga ikan-ikan bisa mendekat ke tangan kami. Setelah itu, kami menuju taman laut lagi dan segera bersiap-siap untuk snorkeling.
Setelah sampai ditaman laut kapal kami berhenti dan segera ditambatkan jangkar. Di sekitar tempat berhentinya kapal kami, saya menjumpai puluhan kapal sejenis yang juga berhenti dan didekatnya banyak orang yang sedang snorkeling atau pun sedang scuba diving dengan ceria. :)
Setelah peralatan sudah terpakai maka segera semuanya meluncur ke laut. Karena sudah lama tidak berenang, saya agak tidak tidak terbiasa bernapas dengan menggunakan mulut :( Setelah mencoba-coba, akhirnya sedikit-sedikit bisa juga meski pertama-tama masih sering air masuk ke mulut atau hidung..he..he..
Setelah mulai terbiasa, dengan membawa biskuit kami mulai memberi makan ikan. Tampak ikan-ikan berwarna-warni mendekat ke tangan-tangan kami sambil memakan biskuit tersebut..wow keren…
Menurut teman kami yang pernah snorkeling di Bali, Taman Laut Bunaken ini lebih bagus jika dibandingkan dengan di Bali.
Sewaktu snorkeling, beberapa anggota tubuh seperti tangan dan kaki ada yang seperti digigit dan kemudian terasa gatal. Kata pemandu kapal, hal tersebut tidak apa-apa asal jangan digaruk saja. Katanya nanti kalo sudah dibilas air tawar akan hilang dengan sendirinya. Bila digaruk, malah akan menjadi merah dan seperti bengkak.

Setelah sekitar satu jam snorkeling, kemudian kami beristirahat dan memakan bekal makanan yang sudah kami siapkan sebelumnya. Setelah kenyang dan tidak capek lagi, kami kembali melanjutkan snorkeling lagi. Kira-kira 1 jam 30 menit kemudian kami mengakhiri snorkeling dan kembali ke pulau bunaken untuk mengembalikan peralatan snorkeling dan membayar uang sewa serta ingin mandi membilas tubuh dengan air tawar. Nah inilah yang disayangkan..didaratan pulau itu ternyata juga tidak ada tempat untuk bilas dengan air tawar :( Yang ada hanyalah kamar kecil untuk buang air kecil… Hm…Keindahan taman laut yang menakjubkan ternyata tidak didukung oleh infrastruktur yang memadai.. Seharusnya pemerintah daerah setempat sudah selayaknya mengurus tempat tersebut. Jalan dermaga yang berlubang harus diperbaiki, para pedagang dan stand-stand persewaan peralatan snorkeling harus diatur dan ditata ulang sehingga lebih rapi dan tidak ada kesan kumuhnya. Kemudian selayaknya dibagun sarana untuk membilas bagi yang setelah snorkeling dan juga disediakan tempat toilet yang bersih. Kemudian dibagian informasi akan lebih baik disediakan petugas yang jaga dan juga disediakan informasi tanda-tanda yang ada di taman laut seperti mana yang dangkal dan mana yang dalam sehingga bisa membuat orang yang akan snorkelig lebih aware. Hm…memang masih banyak yang harus diperbaiki..

Well lanjut ke cerita..setelah membayar, kami akhirnya balik ke kapal tanpa bilas untuk kembali ke Marina di Mega Mas. Dalam perjalanan, ombak cukup tenang dan langit cukup cerah sehingga pemandangan menjadi lebih indah. Setelah sampai ke marina, kemudian kami menuju hotel dan mandi di hotel kemudian keluar lagi ke restoran ria-rio untuk makan malam dengan menu hidangan laut..nyam..nyam..nyam…enak juga ha..ha..ha..

Cubic Cube dalam Cubic Cube

Wednesday, March 25th, 2009
Cerita ini berawal dari obrolan dengan temanku yang ingin meneruskan sekolah ke janjang lebih tinggi di ITB. Saya baru tahu kalau kurikulum ITB sekarang baru; beda. Semenjak merubah diri dari Program Studi Teknik Elektro menjadi Sekolah Teknik Elektro dan Informatika. Apanya yang beda? yang jelas lebih terintegrasi. Dan yang paling mencolok adalah munculnya sempalan baru yaitu Information Technology Group.

Saya sendiri lulus dari major Elektronika. Yang menarik perhatian saya kemudian, tentunya, adalah kurikulum major Elektronika, yang kalau untuk graduate study disebutnya Mikroelektronika. Ternyata ga jauh beda! Kirain.

Apa nya yang ga jauh beda? Gado-gado-nya. Saya sudah mencoba buka-buka situs Universitas luar yang menawarkan major di bidang Mikroelektronika. Kurikulum mereka cenderung lebih fokus, kalau boleh saya nilai. Contoh kasusnya adalah pemisahan antara VLSI yang lebih cenderung pada Computer Engineering dengan Nanotechnology yang lebih cenderung pada Microelectronics.

Tapi di ITB? Bayangkan, ada kuliah Intelligent System Design dan Nanotechnology dalam major yang sama. Saya bicara dalam hal graduate programe lho ya, bukan undergraduate. Wajar? Menurut saya tidak. Terlalu lebar dan tidak fokus.

Teman saya berkomentar lain. "Kalau cuma begitu (memisahkan VLSI dengan nanotech-red), dirimu cuma jadi programmer," katanya.

"Saya rasa elektro itu seperti cubic cube, goal-nya adalah membuat semua sisi mempunyai warna seragam. Tapi kita hanya lihat maksimal 3 sisi. Saat kita puter untuk merapikan satu sisi, kadang kita lupa kalo perputaran itu juga mempengaruhi yang lain. Saat kita putar tanpa memikirkan sisi yang lain, yang terjadi, kita hanya bisa membenarkan warna 1 sisi saja. Padahal masih ada 5 sisi yang ternyata belum rapi. 1 perubahan akan membawa perubahan pada yang lain. Konsiderasi, tidak bisa dilihat hanya 1 sisi." tambahnya mantap.

Saya antara setuju dan nggak setuju. "Tetep aja cuma 3 sisi yg bisa kita lihat, jangan muter2 tapi ga fokus.". Jadi nggak bertentangan donk, dengan pernyataanku, bahwa kita perlu fokus dalam mengerjakan suatu bidang, termasuk elektro. Fokus bukan berarti mengabaikan hal-hal lain. Fokus bukan berarti hanya melihat persoalan dari satu sisi saja. Masih inget postingan saya tahun lalu?

Saya setuju dengan perumpamaan cubic cube itu. Dan justru saya melihat lebih dalam lagi, bahwa segala sesuatu bisa dipandang sebagai cubic cube. Coba saja, program studi Teknik Elektronika hanya bagian dari STEI (Sekolah Teknik Elektro dan Informatika), STEI hanya bagian dari ITB, ITB hanya bagian dari seluruh civitas akademia Indonesia. Lebih jauh lagi, ilmu Elektro ini hanya bagian dari Ilmu-ilmu lain yang saling berkait, lebih jauh lagi, semua adalah bagian dari kehidupan yang dibungkus dalam satu kaidah besar: Islam.

Saya berikan sedikit ilustrasi. Dalam membuat produk bernama "SoC chip", diperlukan minimal 4 group utama, modeling engineer, RTL engineer (hardware), software engineer, dan layout/physical engineer. Nah, masih-masing group membidangin bidang yang berbeda. Orang software mana ngerti gimana cara layout. Orang modeling mana ngerti gimana bikin software.

Tapu kalau tahu? Yup, tahu. Hanya sekedar tahu tapi tidak mengerti tidak mendalami. Itulah mengapa pentingnya mengadiri meeting rutin antar group, ehehe. Kita mengurusi satu hal (istilahnya 3 bidang cube yang terlihat), tapi bukan berarti mengabaikan sisi bidang lain. Fokus! Beda dengan cuek. Sama halnya dengan kuliah 'kan? Harus fokus, tapi tidak mengabaikan kuliah-kuliah lainnya.

Kalau mau melihat Elektro sebagai sebuah cubic cube saja, saya pikir kurang. Elektro adalah cubic cube dalam cubic cube yang lebih besar. Seorang engineer elektro tidak hanya hidup dalam ruang linkgup elektronika, tapi juga ruang lingkup masyarakat, negara, bahkan untuk ukuran terkecil: keluarga. Semua ada cubic cube yang harus ditempatkan pada posisi dan porsinya masing-masing.

Much more bigger, everything is a cubic cube in a cubic cube, it's just a matter about how we manage them so that everything become harmony. (ya2n)