Archive for January, 2009

Karena Niat Baik Saja Belum Cukup …

Saturday, January 31st, 2009

Apakah anda punya cita-cita? Atau.. apakah Anda sedang / pernah berniat melakukan suatu kebaikan? Apakah Anda sudah berusaha untuk mewujudkannya? Sudah seberapa keras usaha Anda berjuang untuk mewujudkannya?

langkah-imil

Seringkali saya bertemu dengan teman atau orang-orang di sekitar saya yang memiliki cita-cita tinggi, hebat, dan mulia, serta bermacam-macam niat baik lainnya. Sebagai contoh, banyak teman-teman saya yang bercita-cita untuk kelak menjadi seorang teknokrat yang memiliki kompetensi yang tinggi di bidangnya, ada juga yang bercita-cita menjadi seorang entrepreneur yang sukses dan memiliki perusahaan sendiri, ada yang berniat untuk lebih tekun belajar agama, atau ada pula yang mengagumi tokoh tertentu lalu ingin meneladaninya dan masih banyak lagi lainnya. Saya sendiri? Yang jelas hingga saat ini saya sendiri masih memegang cita-cita yang telah saya canangkan sejak tiga tahun lalu, lain waktu saya akan coba berbagi cerita dengan Anda tentang cita-cita saya. Anyway, saya sangat menghargai, mengapresiasi, dan mendukung semua cita-cita dan niat baik teman-teman saya. Untuk Anda yang merasa belum memiliki cita-cita, ayo coba pikirkan dan renungkan hal-hal apa yang ingin anda lakukan di masa depan. Jangan pernah takut untuk bermimpi dan jangan pernah takut untuk memiliki cita-cita setinggi langit. Bercita-cita itu gratis kok dan setiap orang bisa melakukannya. Tapi…, apakah sudah cukup hanya sampai dengan memiliki cita-cita yang tinggi atau niat baik saja?

Dari sekian banyak teman-teman saya, ternyata tidak semuanya serius dan bersungguh-sungguh untuk berusaha mewujudkan cita-cita dan niat baiknya. Ada yang berhenti hanya sampai di lisan saja. Ada pula yang masih ragu-ragu ketika dihadapkan pada pilihan untuk memilih jalan yang sukar guna mengejar cita-citanya atau memilih jalan yang mudah dan mengubur cita-citanya. Kawan, mahar dari sebuah cita-cita adalah kerja keras dan pengorbanan. Tidak ada ceritanya sebuah kesuksesan itu diperoleh dengan berleha-leha atau dengan kita hanya terus berlindung dibalik selimut kenyamanan kita selama ini. Apakah kalian masih berpikir seperti ini,

“Ah, saya akan mewujudkan cita-cita saya jika jalannya mudah saja” ?

Atau mungkin berpikir seperti ini,

“Waduh, jalannya sulit.. saya tunggu dulu ah sampai saya menemukan jalan yang lebih mudah”?

Pertimbangan dalam mengambil keputusan itu memang penting, tapi bukan berarti itu selalu menjadi alasan bagi kita untuk menghindar menempuh jalan yang sulit untuk mengejar cita-cita kita. Tidak selamanya kita dapat terus menerus menghindar dari namanya kesulitan, suatu saat kita harus berani mengambil jalan terjal itu. Memang jalan itu susah, terjal, berduri, panjang dan berliku. Tapi yakinlah, ketika kita menghadapi sebuah kesusahan, Yang Maha Mengetahui telah mengetahui dan mengukur kadar kemampuan kita untuk mengatasinya.

Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. (Q.S. Al-Baqarah : 286)

Ketika menghadapi kesusahan, jangan pernah bersedih dan berputus asa karena Yang Maha Pemberi Masalah juga merupakan Yang Maha Memiliki Semua Solusi. Mengejar cita-cita di dunia juga jangan sampai membuat kita melupakan cita-cita sejati yang seharusnya kita tanamkan di dalam diri kita.

Barang siapa menghendaki keuntungan di akhirat akan Kami tambahkan keuntungan itu baginya, dan barang siapa menghendaki keberuntungan di dunia Kami berikan kepadanya sebagian darinya (keuntungan di dunia), tetapi dia tidak akan mendapat bagian di akhirat. (Q.S.Asy-Syuuraa : 20)

Mari kita berjuang bersama mewujudkan cita-cita. Jangan pernah takut melangkah dan menempuh jalan terjal di depan kita. Ingatlah bahwa kita tidak berjalan sendirian. Kawan.., sebagai penutup hanya ini yang dapat saya katakan

Cita-cita itu bukan hanya untuk disimpan di dalam angan-angan, tetapi untuk diperjuangkan menjadi kenyataan.

Creativity Theory

Saturday, January 31st, 2009

*picture taken from sasthamcotta.wordpress.com

*picture taken from sasthamcotta.wordpress.com

Di tulisan saya sebelumnya, saya sudah menuliskan bahwa saya tidak ingin menjadi seorang deadliner. Nah.., sekarang masalahnya adalah bagaimana ketika kita sudah berniat baik untuk mencicil mengerjakan tugas-tugas atau pekerjaan-pekerjaan, bad-mood datang tanpa diundang. Atau mungkin kita kehabisan ide untuk menyelesaikan pekerjaan kita. Well..jika kondisinya sudah seperti ini maka yang akan terjadi adalah progress pekerjaan hanya jalan di tempat, kemungkinan besar kita hanya akan menghabiskan waktu untuk hal yang sia-sia, dan buruknya lagi adalah pekerjaan-pekerjaan itu akhirnya akan tertimbun di waktu-waktu yang akan datang dan akan mengubah kita menjadi seorang deadliner..!

Jadi bagaimanakah solusinya? Ok, mari kita coba analisis bersama-sama. Mungkin anda termasuk penganut teori bahwa kreativitas seseorang itu merupakan fungsi eksponensial positif dari waktu, artinya semakin mendekati tenggat waktu atau deadline, maka kreativitas seseorang akan meningkat secara drastis. Orang-orang yang mempercayai teori ini biasanya membenarkan bahwa kering ide di awal-awal waktu itu merupakan hal yang lumrah dan akhirnya cenderung untuk menunda pekerjaannya. Hmm..teori ini pada kenyataannya memang sering terbukti, meskipun demikian saya tidak sepenuhnya setuju dengan teori ini. Alasannya? Produktivitas kerja yang dihasilkan dari teori positive exponential creativity (hehe..ini nama dari saya sendiri saja) ini masih lebih rendah dibandingkan teori positive gradient linear creativity (sekali lagi pemberian nama ini dari saya pribadi saja). Untuk lebih jelasnya, coba perhatikan kurva yang sudah saya gambar di bawah ini :

creativitytheory

Dari kurva di atas dapat diketahui bahwa untuk nilai ambang kreativitas dan tenggat waktu yang sama, teori positive gradient linear creativity memiliki produktivitas yang lebih tinggi dibandingkan teori positive exponential creativity. Bagi anda yang memiliki pekerjaan yang mengharuskan anda untuk terus menerus kreatif, maksud saya bukan pekerjaan yang sifatnya  rutinitas saja, tentunya lebih memilih teori positive gradient linear creativity. Nah.., sekarang pertanyaannya adalah bagaimana caranya agar kita dapat membangkitkan kreativitas sesuai dengan teori positive gradient linear creativity ini?

Kering ide itu ada banyak penyebabnya. Dari beberapa pegalaman situasi kering ide yang pernah saya alami, saya dapat menyimpulkan bahwa kering ide itu terjadi bilamana kita hanya memiliki informasi yang sangat terbatas tentang pekerjaan kita. Sederhananya sedikit input, maka sedikit output pula. Jangan bermimpi untuk dapat menghasilkan karya-karya yang kreatif, jika kita hanya memiliki informasi atau pengetahuan yang sedikit. Dari sini sudah jelas bahwa jika kita ingin memelihara kreativitas kita setiap saat, maka konsekuensinya adalah terus menerus belajar, terus menerus memperkaya pengetahuan kita. Untuk para engineer, jangan pernah malas untuk RTFM, jangan pernah malas untuk membaca textbook yang berkaitan dengan bidang tekniknya masing-masing. Jangan pernah merasa cukup dengan pengetahuan yang sudah kita miliki saat ini.

Satu hal lagi yang penting untuk diingat. Seberapapun kerasnya ikhtiar kita untuk belajar, hal tidak akan membuahkan hasil apa-apa bilamana Yang Maha Menguasai Ilmu Pengetahuan tidak berkenan membuka pikiran kita. Jadi jangan lupa untuk selalu mengiringi usaha belajar kita dengan do’a dan tawakal.

Dengan kreativitas yang terus terpelihara, maka kering ide dapat teratasi. Jika sudah demikian, maka kita dapat menyelesaikan pekerjaan-pekerjaan kita lebih awal dan terhindar dari menjadi seorang deadliner serta tentunya akan meningkatkan produktivitas kerja kita.

Mari terus belajar dan berkarya !

Number Portability (2)

Thursday, January 29th, 2009
Alhamdulillah.. Akhirnya saya bisa lagi sambung pembahasan mengenai Number Portabilty ini. Menyambung dari pembahasan sebelumnya mengenai “dasar teori number portability”, berdasarkan kelasnya, setidaknya ada dua bagian besar NP, yaitu local number portability (LNP) dan mobile number portability (MNP). MNP kadang-kadang disebut juga dengan wireless number portability (MNP) atau wireless local number portability (WLNP). Di beberapa negara, [...]

access parallel port using VMWare

Thursday, January 29th, 2009
pertama tama sempet bingung juga ngakses parallel port dari VM_ware… Kebetulan saya memakai board S-40 di tanem Leon di dalem nya. Untuk mendownload .sof ke board tersebut ternyata butuh parallel port. saya menggunakan opensuse di PC dengan Windoows di dalam VMware nya .. Di windows tersebut di install quartus sebagai tools untuk mendowload nya . Lets try [...]

ngobrolin Frequency (Review Film)

Wednesday, January 28th, 2009

frequency

Ah gila film ini!! Baru saja selesai ditonton. Film ini memiliki kesamaan genre dengan Back to The Future, tentang terjadinya paralel waktu dan dimensi yang saling terkait. Dan pasti bikin siapa pun yang menontonnya tidak akan bisa menebak alur ceritanya. Terlalu banyak kemungkinan jalan cerita. Jauh lebih menegangkan daripada Back to The Future. Mengapa demikian? Karena film ini juga menunjukkan sisi pembunuhan yang tidak terpecahkan di tahun 1966 dan 1999. 30 TAHUN! Crazy!

Endingnya… Happy Ending? atau Bad Ending? No way! Tonton sendiri! I recommend all of you who want to waste your time to watch this movie!

NB : penulis storylinenya pasti sering minum aspirin… :D

comic strips: Freefall and Bruno the Bandit

Wednesday, January 28th, 2009

A comic strip is a sequence of drawings that tells a story, so Wikipedia says. Here I’d like to share two of them that I’ve been reading recently

Freefall. The story is about a trouble maker alien hated by all people in the world, Sam, and his partner Helix, a four legged robot, who look for an engineer to repair their spaceship. Florence Ambrose, a Bowman’s wolf (explanation here), happens to be the new crew. So, what will happen then?

Bruno the Bandit. Bruno Bunkleyutz is the most ferocious scoundrel who will be the center of this story. In a mission to get the amulet of myglyn a microdragon named Flora decides to be his partner in crime. So the story goes..

I find myself enjoy these comic strips. And I hope you guys would agree

“Bebal”, hanya kata itu yang paling tepat!

Monday, January 26th, 2009
Membenci: Aktifitas yang paling tidak kusukai dan paling menghabiskan banyak tenaga.

Tapi apa mau dikata jika semua situasi hanya bisa mengantarkan kita pada keadaan itu? Jika kesabaran sudah tidak bisa lagi mentolerir kekurangan manusia?


Penyakit hati ini yang sekarang sedang menghinggapi hati Sa. Mungkin karena kelemahan Sa sehingga penyakit hati ini tumbuh subur. Tapi memang banyak sekali "pupuk" yang membuat sulit sekali mencabut gulma ini. Hal-hal yang paling Sa benci, dilakukan oleh orang-orang terdekat Sa. Mau-tak-mau "pupuk" itu menyuburkan kebencian di hati.

Mungkin bisa Sa list perilaku-perilaku apa saja (saat ini) yang bisa membuat Sa membenci seseorang:

[1] Merokok yang dibarengi dengan aktifitas mengganggu akibat asap rokok-nya. Tak perlu panjang lebar membahas kenapa Sa benci rokok. Sudah rahasia umum.

[2] Tidak menjaga kebersihan dan kerapihan. Sa sadar, tingkat kebersihan dan kerapian orang berbeda-beda. Namun jika ketidak-bersihan dan ketidak-rapian nya mengganggu orang lain sehingga orang lain yang harus meng-handle hal tersebut, 1 atau 2 kali mungkin dapat ditolerir, tapi kalo keseringan, jadi capek juga. Masa tidak ada pembelajarannya sama sekali?

[3] Tidak menghargai privasi orang lain. Masalah ini sepertinya sudah jadi masalah umum, alias tipikal orang Indonesia sekali (red: kebanyakan masyarakat Indonesia melakukannya). Liat aja, acara infotaiment masih jadi acara yang menjamur dimana-mana, ini jadi indikasi kalau memang masyarakat Indonesia paling tidak bisa menghargai privasi orang lain. Password, file-file, barang-barang yang disimpan ditempat milik sendiri adalah contoh kepemilikan yang pribadi sifatnya. Sa paling benci ada orang yang seenak perutnya ngobrak-ngabrik hal-hal pribadi Sa. Mungkin mereka-mereka yang melakukan ini perlu diberi penyuluhan tentang yang mana ruang publik dan yang mana ruang pribadi.
(nb: Maaf Jambak, Sa benar-benar lupa, bukan disengaja.)

[4] Copy-cat. Dalam bahasa sunda biasa disebut "tutrut munding". Memberikan contoh yang baik adalah kewajiban setiap muslim kepada muslim yang lain sebagai bentuk dari saling memberi nasihat (Al Asr). Tapi apa yang terjadi jika yang dicontoh itu bukan hal-hal yang esensial. Misalkan: hari ini Sa beli barang A, besoknya dia beli barang A juga. Trus Sa pake barang B, besoknya dia pengen pake barang B juga. Annoying banget jadinya! Pada intinya Sa ga suka disama-sama-in.

[5] Mengulang hal-hal yang Sa benci seperti Allah tidak menurunkan akal padanya. Ini yang paling pas disebut dengan Bebal.


Jika ada yang berkomentar "benci itu tipis batasannya dengan cinta lho, Sa!". Yang ada dipikiran Sa adalah "sepertinya orang ini kurang pengalaman hidup." Menurut pengalaman di masa lalu (yang bukan Sa aja yang mengalami) klasifikasi "benci" yang batasnya tipis dengan "cinta" adalah jenis benci yang fase awalnya adalah cinta. Salah satu sifat cinta (selain kurang berlogika) adalah lebih mudah menuju kepada fasa kebencian. Jika cinta itu berkembang dengan baik, maka akan berubah menjadi cinta yang sesungguhnya, tapi jika cinta itu berkembang dengan cara yang buruk, biasanya berakhir pada fasa benci. Nah, benci seperti itu yang batasnya sangat kecil dengan cinta.

Tapi fasa benci yang terjadi pada Sa saat ini bukan benci yang sebelumnya telah diungkapkan. Tapi memang benci yang diawali dengan fase sabar yang demand dosisnya selalu meningkat sehingga mengakibatkan imunitas terhadap rasa sabar itu sendiri. Pada akhirnya rasa benci meraja-lela dan tak ada sangkut-pautnya dengan cinta.


Kawan, semoga tulisan di atas tidak menimbulkan image bahwa Sa mudah membenci dan Sa sulit memaafkan, yang membuat kalian takut berinteraksi dengan Sa. Percayalah, Sa bukan orang yang "sulit". Jika Sa merasa terganggu, pasti Sa pasti bilang. Jadi, santai saja sampai Sa protes, selama Sa ga protes, berarti Sa baik-baik saja.

Resume YM Conference BEASISWA EL’03 - 23 Januari 2009

Sunday, January 25th, 2009
Waktu : 23 Januari 2009, 19.36 WIB Topik bahasan : - Kriteria siswa penerima BEASISWA EL’03 - Overview singkat usul dan rekomendasi dari Kiki tentang penerima Beasiswa EL’03 - Mapping EL’03 Yang hadir : 20 orang - Lakso (lakso_osh) [...]

Rule Outlook duplicate email

Friday, January 23rd, 2009

Apakah anda mengalami duplicate email saat anda membuat rule pengelompokan email ke personal folder tertentu di MS Outlook?
Hm..masalah ini terjadi pada saya juga. Beberapa bulan terakhir ini rule yang berjalan baik sebelumnya tiba-tiba menjadi kacau.
Email yang saya beri rule untuk dikelompokkan ke folder tertentu selalu double setelah sampai di folder pengelompokan tersebut.
Setalah cari sana sini dan tanya sana sini, akhirnya berikut ini solusi agar email tersebut tidak double ketika diberi rule :

1. Klik Tools Menu
2. Pilih Rules and Alerts
3. Double click rule yang ingin diperbaiki pada Rules and Alerts Window
4. Setelah rule terbuka, pilih next untuk menuju Select Action(s) window.
5. Pilihlah Stop Processing More Rules
6. Click Finish
7. Jika anda punya beberapa rule, maka ulangi langkah diatas sehingga hasil rule tersebut tidak mengakibatkan email duplicate.

Yo silakan dicoba kalau anda mengalami permasalahan seperti saya D

addthis_url = 'http%3A%2F%2Fandhy.qwords.net%2Frule-outlook-duplicate-email%2F'; addthis_title = 'Rule+Outlook+duplicate+email'; addthis_pub = '';

Teori Permainan Dilema Tahanan

Thursday, January 22nd, 2009

Pernahkah Anda mendengar tentang Teori Permainan atau Game Theory? By definition, teori permainan adalah studi mengenai bagaimana seseorang bersikap dalam situasi strategis. Maksud dari situasi ’strategis’ di sini adalah situasi dimana tiap orang dituntut untuk menentukan sikap dengan mempertimbangkan respon pihak lain atas sikapnya tersebut. Respon yang berbeda dari pihak ‘lawan’ akan memberikan hasil akhir yang berbeda pula. Oleh karena itu, tiap individu akan bergerak berdasarkan strategi tertentu dengan tujuan mendapatkan hasil akhir yang menguntungkan bagi dirinya sendiri.

Salah satu contoh di sini adalah ‘permainan’ yang disebut sebagai Dilema Tahanan.

Cerita ini bermula dengan ditangkapnya dua orang penjahat, sebut saja Joker dan Two-Face. Mereka ditangkap atas tuduhan kepemilikan senjata api dengan tuntutan 1 tahun penjara. Selain itu, mereka juga dicurigai sebagai dalang perampokan yang terjadi di Bank Gotham beberapa hari sebelumnya. Sayangnya, polisi tidak memiliki bukti akan hal ini. Langkah polisi selanjutnya adalah menginterogasi Joker dan Two-Face dalam ruangan yang terpisah dan membuat penawaran berikut:

Saat ini kami dapat memenjarakan Anda selama satu tahun atas kepemilikan senjata api. Akan tetapi jika Anda mau mengaku sebagai perampok Bank Gotham beberapa hari lalu dan bersaksi bahwa kawan Anda ikut serta dalam perampokan tersebut, maka Anda akan kami bebaskan sementara kawan Anda akan kami penjarakan selama 10 tahun. Meskipun demikian, jika kalian sama-sama mengaku atas tuduhan tersebut, maka kami tidak membutuhkan kesaksian Anda atas kejahatan kawan Anda. Dan sebagai reward atas kerja sama kalian berdua, kami hanya akan memenjarakan kalian selama 3 tahun.

Jika mereka hanya memikirkan kemungkinan hukuman mereka masing-masing, menurut Anda keputusan apa yang mereka ambil?

Pertama-tama, kita lihat apa yang dipikirkan oleh Joker:

Hm, Two-Face bakal ngaku ga ya? Kalau dia ngga ngaku, mending gw ngaku aja supaya bisa bebas. Tapi kalau dia ngaku, gw juga harus ngaku. Daripada gw dipenjara 10 tahun sementara dia bebas, mending dipenjara 3 tahun. OK, apapun keputusan Two-Face, gw HARUS ngaku.

Dalam Teori Permainan, strategi Joker di atas bisa disebut sebagai Strategi Dominan, yaitu keputusan terbaik bagi seorang pemain apapun strategi pemain lawan. Seperti yang bisa kita lihat, Strategi Dominan bagi Joker adalah mengaku atas kejahatan nya sendiri dan bersaksi atas kejahatan Two-Face.

Lalu apa keputusan Two-Face. Tentu saja dia akan mengambil keputusan yang sama, mengaku atas kejahatan nya sendiri dan bersaksi atas kejahatan Joker. Karena bagaimanapun juga, keputusan itu lebih baik bagi dirinya sendiri apapun keputusan yang diambil Joker.

Akhir dari cerita ini mudah ditebak. Joker dan Two-Face mengaku atas kejahatan mereka dan dipenjarakan selama 3 tahun. Pada akhirnya, timbul penyesalan di hati mereka. Seandainya saja mereka berdua sama-sama DIAM dan tidak mengakui kejahatan mereka, mereka hanya perlu menghabiskan waktu di penjara selama 1 tahun.

      

Deadliner ? Really, I don’t mean to be …

Thursday, January 22nd, 2009

*taken from www.nwce.gov.uk

*taken from www.nwce.gov.uk

Deadliner ? Tahu istilah ini kan? Jangan pernah mencoba mencari artinya di Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), percayalah kalian tidak akan menemukannya karena kata ini merupakan kata dari bahasa Inggris. Deadliner menurut definisi saya adalah seseorang yang baru menyelesaikan pekerjaan atau tugasnya mendekati tenggat waktu (deadline) yang ditentukan entah itu dikarenakan kemalasan, kesengajaan, atau karena situasi yang tidak terduga sebelumnya (kondisi dadakan).

Saya sendiri sebenarnya selalu berusaha untuk tidak menjadi seorang deadliner. Ada beberapa alasan mengapa saya tidak suka menjadi seoarang deadliner. Pertama, pekerjaan yang dikerjakan secara terburu-buru lazimnya tidak akan memberikan hasil yang memuaskan, hanya seadanya saja, asal beres, atau bahkan banyak kekurangannya. Mungkin ada yang menilai saya adalah seseorang yang perfeksionis…hmm mungkin untuk beberapa hal benar, tapi di banyak hal yang lain saya merasa memberikan respon yang biasa-biasa saja kok. Menurut saya, selama kita masih mampu untuk berikhtiar,  maka mengapa kita tidak memberikan 100% kemampuan kita untuk memperolah hasil yang maksimal? Dan salah satu faktor pendukung untuk dapat berikhtiar maksimal adalah memiliki manajemen waktu yang baik. Ketika kita memiliki waktu yang lebih banyak untuk mengerjakan sesuatu, maka kita dapat mencoba berbagai alternatif solusi untuk permasalahan kita.

Maka apabila engkau telah selesai (dari sesuatu urusan), tetaplah bekerja keras (untuk urusan yang lain). (Q.S. Al-Insyirah : 7)

Alasan kedua adalah seringkali kita belum mengetahui kesibukan atau permasalahan apa yang telah menanti kita di waktu-waktu yang akan datang. Jadi membereskan semua permasalahan atau pekerjaan sesegera dan sebaik mungkin dapat mengurangi resiko menumpuknya pekerjaan di waktu yang akan datang atau tekanan di dalam pikiran kita.

Atau sebaliknya mungkin kita belum mengetahui peluang-peluang atau kesempatan-kesempatan baik apa saja yang menanti kita di waktu yang akan datang. Jangan sampai kita melewatkan kesempatan-kesempatan baik itu hanya karena pada saat yang akan datang kita masih disibukkan dengan permasalahan atau pekerjaan yang lama.

Demi masa. Sungguh manusia berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan serta saling menasihati untuk kebenaran dan saling menasihati untuk kesabaran.

Mari manfaatkan waktu sebaik-baiknya !

      

Drowned in uncertainties..

Thursday, January 22nd, 2009

Pusing..

Beberapa hari terakhir ini banyak urusan yang nggak kunjung jelas. Pusing gua, jadi nggak bisa bergerak leluasa..

  • Kiriman berkas ke Swedia, nggak jelas alamat tujuan yang dikasih itu alamat kantor atau PO Box. Kalau PO Box nggak bisa pakai EMS PT. Pos. Kata orang kantor pos bukan PO Box, tapi menurut orang yang di Swedia (bukan orang pos) itu PO Box. Yah yang penting udah dikirim, jadi semoga aja keterima dengan baik.. Berkasnya dan guanya juga ;) .
  • Acara keluarga ke luar kota, harga tiketnya beda berdasarkan hari. Jadi mesti nyari hari yang tiketnya nggak mahal. Tadinya mau Senin, hampir dimajuin ke Minggu (padahal gua ada acara di Bandung), terus jadi Selasa…
  • … Padahal sampai sekarang belum ada pengumuman dari Sekolah Pascasarjana ITB, tentang kapan gua mesti ngurus daftar ulang dll. Padahal mulai kuliah tanggal 2 Februari. Bisa aja pas gua di luar kota ada sesuatu yang harus diurus di Bandung.
  • Acara sepedaan ke gunung hari Minggu belum jelas statusnya. Tapi ini nggak terlalu mengganggu soalnya nggak bentrok sama apa-apa…
  • … Kecuali acara ke Kawah Putih sama pacar gua dan teman-temannya. Tadinya mau Sabtu, terus jadi Minggu (jadinya gua mau nggak ikut), terus tiba-tiba jadi Sabtu lagi, dan masih juga mau dikonfirmasi lagi…
  • … Padahal gua udah mau jalan teman gua yang datang dari Jakarta hari Sabtu. Jadi bingung mau batalin yang mana, kecewain pacar atau nyusahin teman…
  • Ada yang pesan baligo ke gua, tapi desainnya diminta revisi terus-terusan, padahal waktunya udah mepet. Revisinya kecil-kecil semua lagi. Buat gua sih nggak masalah tinggal geser-geser gambar sama tulisan, tapi ntar telat dicetaknya kan berabe…
  • Udah gitu kerjaan kantor belum beres, padahal minggu depan gua mau keluar kota…
  • Belum juga daftar IELTS dan siapin dokumen-dokumen lain…

Pusing gua.. Pasti ada ya orang yang setiap hari ngalamin kaya gini.. Hf..

      

Bismillahhh…. Newcastle upon Tyne

Thursday, January 22nd, 2009

Hari ini hari keempat berada di newcastle. Dimulai sejak Hari Senin, 19 Januari 2009 datang di Lovaine Flats. Awal yang menyenangkan, walaupun sempet kangen sama rumah juga. Sempet meneteskan air mata. Begitu masuk ke kamar, aku sadar kalo ini tempatku minimal 6 bulan ke depan. Dan aku akan tinggal di sini sampai Juli 2010. Ya Allah give me strength to handle all of this, and be the best. Amien.. Hari pertama, unpacked, masukin semua ke dalam lemari, laci, dan yang penting internet untuk komunikasi. Yup, Internet adalah hal yang paling menyenangkan, karena bisa bertemu dengan orang2 yang kita sayang. My family, email to father, mother, make a chat to my brother and GF. Alhamdulillah, there is an internet connection Here… unfortunately, at present it is breakdown. Hope they`ll fix as soon as possible. Begitu beres, ndak lama aku pergi keluar. Katanya kota dekat dari flat, cuman 2 menit saja kalo jalan. Aku coba, ternyata betul. Dekat sekali. Di sini hal yang aku beli pertama simcard vodafone. Di depannya ada O2 tapi sedang dalam perbaikan. Jadinya sementara aku isi vodafone £10. Sambil belajar masang simbol pound D Ternyata kotanya menyenangkan, semua jalan di wilayah pertokoan. Rupanya orang2 sini seneng jalan. Dan jalannya cepat sekali, ya karena udaranya dingin sekali. Sempat malam ada di -3oC.. Brrrr.. Siang berada di sekitaran 40C. Untung bawa jaket banyak… Mungkin karena belum banyak kerjaan di sini jadinya sering ingat rumah kali ya? Hehehe… Tapi temen-temen satu flat merasakan hal yang sama. Beberapa hari pertama emang yang paling berat. Tapi berikutnya semua bisa dikendalikan. Amien ya Allah… Hari pertama ketemu teman dari SMP, Reza Abizar. Ya dia lulus bareng Juli, tapi dia sudah masuk duluan ke Newcastle University, ngambil jurusan pipeline. Dia nemenin aku belanja banyak. Belanja mulai dari kebutuhan makan, dapur, sampai mandi. Untung dibantu sama dia. Awalnya memang habis banyak hampir £60. wah harus hemat ke depannya. Tapi yang penting makanan sudah siap. Tinggal dipanasin. Mau ndak mau harus belajar masak, bikin sayur bayam segala macem, walaupun ndak ada rasanya, tetep saja nikmat. Hihihihi.. Kangen masakan Mama nie jadinya.. Mungkin mulai hari ini aku akan memutuskan untuk menulis blog lagi. Biar keluargaku tahu apa yang kulakukan dan bagaimana aku di sini. Aku cuman pengen mereka tahu that i`m really good here. Hari pertama ditutup dengan makan di rumah reza, kembali pulang naek Bus 12. harusnya sie pake kartu bus, jadi ndak pake bayar. Heuw heuw.. Tapi sekali-sekali ndak papa. Hari kedua memang ndak banyak yang dilakukan, keluar, bayar sewa kamar. Alhamdulillah sudah lunas. Makasih Pa.. Kemudian beli microwave pot, sabun, sisir, shampoo, dan push pin. D Di hari ini dingin sekali, sampai harus duduk deket heater… Oh ya, ternyata heaternya nyala dari jam 7am sampai jam 11pm.. Jadi pas tidur ndak nyala sama sekali. Wah… Jadi dingin begini. Kalo bisa pindah pindah dah neh… Hihihi. Pindah ke Lovaine Hall saja dah. Sebelahan tapi tampaknya lebih enak. Hehehe. Atau mungkin pindah ke tempat yang banyak orang indonesianya? Bisa juga. Tapi kita tunggu saja. Siapa tahu dengan keadaan begini aku bisa berbuat lebih. Bukan begitu bukan? Amien… Hari rabu sie di rumah saja. Santai santai internetan. Dengan internet waktu serasa cepat berjalan. Begitu internet gak jalan, jadinya beresin kamar. Alhamdulillah jadi bersih kamarnya. Hihi. Besok hari Jumat baru divacuum sajah. Insya Allah program dimulai tanggal 27 Januari 2009. masih ada waktu 5 hari untuk adjustment. Ya, aku nurut Pak Putu . Seminggu untuk adjustment keadaan di sini. D Alhamdulillah ada yang menelpon, jadinya tenang. Biasanya setiap hari Papa yang nelpon neh. Mungkin beliau sedang sibuk kali ya. Jadinya ndak sempet nelpon. Jadinya sms atau email saja. Cukup mahal juga lho untuk sms di sini. Ke Indonesia perlu 35p by vodafone. Maybe the cheapest is Nomi, that what may Indian Flat-mate tought me. Nichil, my flatmate comes from Indian, give me assistance to register National Insurance Number. This IN Number is very compulsary if you want to apply a job. I am planning to take a part time job. I have to earn money myself. D Hearing cozy street corner. Miss that time when i attended their concert in Selasar Sunaryo and Saung Angklung Mang Udjo.. Miss the atmosphere there…

      

Berhenti sejenak di warung kopi, untuk menghirup aroma kehidupan!

Thursday, January 22nd, 2009
Sudah lama sekali Sa tidak menulis hal-hal yang sedikit bermakna di blog ini. Kebanyak hanya masalah update keadaan, Sa sedang ini atau itu. Hambar lah!

Akhir-akhir ini banyak yang hal-hal yang lebih dari biasanya terjadi di sekitar Sa. Mulai dari hal yang real seperti kesibukan lab yang makin meningkat dan projek-projek kuliah -yang menyita waktu dan pikiran- sampai ke hal-hal yang tidak real (atau lebih tepat disebut bukan dalam bentuk material) seperti masalah perasaan.

Setelah terlewatnya kejadian-kejadian itu dan berkurangnya intensitas aktifitas memberikan Sa sedikit waktu untuk berpikir, merenung, mengevaluasi diri, jangan-jangan di waktu yang singkat ini sudah banyak sekali hal-hal penting yang terlewatkan atau bahkan terlupakan.

Dari waktu-ke-waktu, hal yang paling sulit dihadapi dalam hidup adalah masalah perasaan. Benda yang satu ini sulit diidentifikasi namun keberadaannya sangat nyata bahkan hal ini yang paling mempengaruhi jalan kehidupan manusia. Biarlah Sa sekarang lebih memfokuskan tulisan kali ini di masalah hubungan perempuan dan laki-laki. Masalah basi tapi mau gimana lagi, masalah ini yang paling menguras banyak pikiran dan tenaga.

Mungkin jika kita (terutama teman-teman di sekitar Sa) melihat interaksi yang tidak biasa dilihat, bisa dikatakan yang lebih intens, muncul reaksi-reaksi yang tidak biasa dan mungkin lebih mengarah ke dalam kategori reaksi yang heboh. Saat masih kuliah dulu, senior-senior kita mulai mencari strategi dan memutar otak bagaimana memberikan nasehat mengenai bahaya VMJ (Virus Merah Jambu) pada teman-teman kita yang terserang virus tersebut yang indikasinya terlihat dari interaksi lawan jenis yang “sedikit” berlebihan dari biasanya.

Sekarang ini, saat usia kita tidak bisa dikatakan sebagai ABG lagi, seperinya sudah tidak pantas kita diberi nasehat lagi soal VMJ. Pasti komentar orang yang menjadi target operasi adalah “emangnya aku anak kecil yang tidak mengerti hal seperti itu.” Disitu lah intinya, seharusnya saat ini kita sudah jauh sangat sadar dan paham mengenai cara dan jalan hidup yang kita ambil dan apa resiko dari pilihan kita tersebut. Bahasa yang lebih lazim digunakan adalah DEWASA. Konsekuensi dari kedewasaan tersebut adalah kita berani memilih, berani menerima resiko, dan menghargai pilihan orang lain.

Menurut Sa, [asumsi] kita adalah manusia dewasa, VMJ bukan lagi tema yang patut jadi sarapan hidup kita. Sedikit lebih keren lah, tema pernikahan, cara membangun pribadi anak yang tangguh, pemberdayaan masyarakat, dunia ekonomian dan topik-topik semacam itu yang patut jadi makan siang kita sehari-hari. Karena masalah VMJ itu seharusnya kita sudah sangat paham dan tahu harus berinteraksi seperti apa terhadap lawan jenis.

Banyak hal yang terjadi dalam kehidupan kita. Janganlah hal yang sebenarnya mudah ini menjadi dipersulit. Lebih baik tenaga muda kita ini dihabiskan pada hal-hal yang lebih bermanfaat bagi orang banyak bukan bagi diri kita sendiri.

Manusia itu memang tidak ada yang sempurna tapi kita bisa melakukan apa yang kita bisa. Saat kita melihat kesempurnaan seorang manusia, bukan berarti dia tidak memiliki kekurangan, namun dia pandai menutupi kekurangan tersebut. Kekurangan-kekurangan yang kita miliki memang patut ditutupi, karena jika karena kekurangan kita terlihat dan ada orang lain yang tertular kekurangan kita tersebut, sangat disayangkan. Sedangkan jika kita memiliki kelebihan, perlihatkanlah dan berdo’a agar Allah memperindah pribadi kita dari yang disangkakan orang lain pada diri kita! Karena saat orang lain mencontohnya, semoga Allah memberikan pahala dan berkah yang lebih.

Saat hal-hal yang memberatkan hati menimpa kita, simpanlah dalam hati saja. Simpan baik-baik agar manusia menyadari bahwa dirinya bukan berarti apa-apa di dunia ini. Janganlah menyalurkan keluh-kesahmu pada manusia, berkeluh-kesahlah hanya pada Allah. Cobaan itu datang dari Allah, jangan “mengadukan” hal-hal yang datangnya dari Allah pada manusia yang tidak punya kuasa akan apa-apa. Nasehat ini yang dulu sering kita dengar dari kakak-kakak kita yang perduli pada keadaan adik-adiknya.

Terakhir, ingin ku katakan:

Saat membenci sesuatu, sampaikanlah!

Bisa jadi hal itu menjadi lentera dari kekhilafan.

Saat menyenangi sesuatu, katakanlah!

Bisa jadi hal itu menambah semangat untuk berjuang.

Saat bersedih, simpanlah sendiri!

Agar kesedihan tidak menentuh sekelilingmu.

Saat gembira, perlihatkanlah!

Agar ia menyebar dan menjadikan kehidupan ini lebih mudah di tapaki.

Hidup ini lebih mudah dijalanin bersama.

Dengan kawan setia yang senang melihat senyum tergambar di wajah,

Yang dapat diandalkan saat dunia menghimpit dada.

Kawan, kita pasti bisa!

Donor Darah ke Palestine, Mubadzir?

Monday, January 19th, 2009
Waktu donor darah ke PMI Bandung kemarin, tiba-tiba saya diajak ngobrol sama dokternya waktu periksa tekanan darah, "Mas, tahu nggak, berapa biaya mengirimkan donor darah ke Palestina?". "Waduh, mana saya tahu, dok. "Biayanya 1 kantongnya sekitar 3 juta sampai 4 juta rupiah. Mahal nggak tuh?". Mahal, dok. "Kalau sudah begitu, mubadzir nggak kira-kira itu?".

"Heh? Hmm.. ya nggak mubadzir lah, dok".

"Kenapa?", tanya dia. "Bayangkan saja, itu hanya satu kantong, bagaimana kalau ratusan atau ribuan kantong? Sudah habis anggarannya, mubadzir kan?".

Hmm... Gitu ya.

"Ini hanya ngobrol-ngobrol aja nih, sesama orang nggak ngerti.", tambahnya, "Kalo sudah gitu, hukumnya gimana? Apakah makruh, jadi haram?".

"Ya, nggak lah, dok, kalo jadi haram.", tukasku.

"Lho, iya sekarang bagaimana, kita mendahulukan tempat sendiri atau Palestina?".

"Hmm.. Sebenarnya Palestina butuh bantuan kita nggak sih dok?."

"Ya nggak tahu juga itu riilnya bagaimana, tapi ya namanya perang ya yang jelas butuh".

"Tapi memang sih dok, kalau ada tetangga kita yang sedang butuh sekali, ya jelas didahulukan didekat sini. Saya tahu sendiri dok, ibu pernah transfusi darah, dan waktu itu katanya PMI sedang kehabisan stok. Kalau sudah begitu, prioritas disini."

Dokter manggut-manggut.

"Memang disini sekarang sedang kehabisan stok dok?"

"Oooo.. tentu saja. Disini setiap hari kehabisan stok?."

Masya Allah. Begitu, ya. Dengan semangat membara kuceletuk sambil bercanda, "Kalau begitu saya boleh donor tiap hari ya dok??".

"Haha, boleh aja (bercanda juga-ed), mau kusedot berapa kali hari ini sampai kering?".

Hahaha, dokter bisa ajah. Yup, jadi semangat. Kalau memang bisa donor darah sesering mungkin, mengapa tidak? Toh darahku tidak akan habis sampai kering seperti kata dokter. Donor paling cepet jaraknya dalam 70 hari, katanya. Hmm... Insya Allah, dok. Yuk, mari kita biasakan donor darah, peduli sesama. Oiya, PMI tempat donor darah untuk Bandung ada di jalan Aceh, dekan GOR Siliwangi.

ps. maaf, gambarnya nggak kreatif, hehehe, itu gambar peta jalan Sumatera, kuambil dari sini.