Bismillaahirrahmaanirrahiim..

-Lampu Kuning Itu Siap-siap Berhenti! Bukan Tancap Gas Maju Terus!-

Hari ini, seperti biasa saya berangkat dari rumah saya di Cibiru menuju kampus ITB. Sebenernya hari ini gak ada agenda penting banget yang harus saya kejar, yang menyebabkan saya harus naik motor dengan terburu-buru. Tapi ya mungkin udah “fitrah”nya kali ya (maksudnya sih kebiasaan.. hehe) kalo naek motor dengan jarak rata2 30-40km per hari, rasanya ga mungkin kalo ga cepet.. (kalo lambat kapan nyampenya? :p). Apalagi kalo ngeliat lampu KUNING, adrenalin langsung berdesir kencang, bawaannya pengen nerobos dengan dalih : “Nanggung, kan belum merah!”.

Dan akhirnya ketika saya bertemu si KUNING itu, saya tak kuasa menahan gejolak adrenalin (alah bahasanya.. ) dan saya menerobos si KUNING yang udah ORANYE, alias hampir MERAH, hehe. Begitu sampe tengah2 perempatan, tiba-tiba polisi di depan saya (di tepi perempatan yang lain) sudah menunggu dengan gagahnya. Saya ditunjuk oleh polisi yang sedang jaga di dekat pos itu, dan dia menyuruh saya menepi.

Astagfirullah.. saya udah ngelanggar nih.. ditilang deh.. Akhirnya saya pun menepikan motor dengan mempersiapkan seribu alasan, eh ga ding, satu aja, “ah, saya kan nerobos lampu kuning.. ” Pokonya waktu itu saya udah bersikukuh mau silat lidah dulu dengan Pak Polisi itu. Tapi begitu polisi itu menyapa saya, saya langsung luluh, ga jadi deh mau silat lidah. Subhanallah. Begini dialognya :

Pak Polisi 1 (PP1) : Assalamu’alikum..

Saya (S) : (terhentak, kaget.. Subhanallah, polisinya ngomong Assalamu’alaikum.. bukannya “pagi dik!”) Wa’alaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh.. (mencoba senyum juga, sok akrab, heu2)

PP1 : (Ngomong basa Sunda dengan nada dasar = B mol) Rek kamana atuh, meni rurusuhan? (dengan intonasi biasa.. Sumpah, kayak ngomong ke temen akrab, bukan marah atau nyentak seperti : “Baleg euy naek motor teh!”)

S : (wah, polisinya sopan santun gini.. makin respek nih..) Ieu rek ka kampus Pa.. Ka ITB..

PP1 : Oh, emang ade ti mana? Bumina dimana?

S : Di Cibiru Pa.. Tadi teh, katingalina mah lampuna koneng pa.. (mencoba tuk membela diri sedikit, hehe)

PP1 : Sok atuh mana surat-suratna? (tidak peduli dengan pembelaan saya.. :( )

Akhirnya saya menunjukkan surat-surat dan masuk ke Pos Polisi.. Seperti biasa, polisi tersebut mengajak saya berdialog lagi ..

PP1 : Jadi sekarang mau gimana penyelesaiannya? (Emang penyelesaiannya bisa terserah saya yah? Lah, yang punya aturan kan situ!, gimana sih..)

S : (Saya mulai berfikir, pasti nih polisi mau ”mancing”.. Untung kemaren udah dapet peringatan dari temen2 di milis & YM kalo polisi sekarang suka “ngetes” dengan cara mancing kaya gini.. Padahal kalo ketauan pengen ”sidang di tempat” ujung-ujungnya malah makin panjang). ”Pak, maaf saya salah.. dan saya mau menempuh prosedur yang seharusnya..”

PP1 : Bener nih? Bisi we, ade ada keperluan mendesak, jadi pengen ”dibantu” gitu? Misalkan “Pak saya mah, nitip sidang aja..” Gitu juga bisa.. Saya mah terserah ade aajaa… ( Sambil tersenyum asem.. Mukanya ngingetin ke pak polisi jaman dulu yang kerjaannya emang gini, minta pungli!)

S : (Wah, pertanyaannnya udah makin spesifik, apa iya dia mau “mungli?” Ah, mungkin dia ngetes lagi!) ”Ngga pa, saya mau menempuh prosedur aja..”

PP1 : Ya udah, saya mah terserah ade aja.. Nih saya bikinkan surat tilang.. Hari jumat tanggal 2 nanti ade ke pengadilan.. (Alhamdulillah, kayanya emang bener ngetes.. Dia mengeluarkan sebuah buku lalu menulis dengan semangat..)

S : (menerima surat tilang itu dengan penuh rasa bersalah, tapi campur seneng juga karena ga “nyogok”) Ya pa, makasih.. (Tapi kan.. Waduh, tanggal 2 kan sy blm tentu bisa? kayanya harus ke luar kota nih.. Walah.. gawat! Gimana nih?)

Singkat cerita saya keluar dari pos polisi tersebut setelah bersalaman dengan Pak Polisi dan dinasihati juga oleh Pak Polisi yang lain..

PP2 : ”Kalo lampu kuning tuh siap-siap berhenti.. Bukan tancap gas maju terus!”

S : ”Iya, makasih pa, Assalamu’alaikum!..”

Dan ketika saya menaiki motor lagi, ga ada perasaan dongkol atau kesal yang biasanya saya rasakan kalo saya dulu ditilang.. Tapi malah malu pada Allah, pada diri sendiri yang telah berbuat dhalim saat itu.. Polisi telah mengingatkan dan memberi saya hukuman atas kesalahan saya..

Bayangkan kalo saya tidak diberi hukuman di dunia, di akhirat pasti akan diberi balasan yang amat pedih.. Naudzubillahi min dzalik.. Astaghfirullahal’adhim.. Saya pun bisa mengatakan bangga terhadap aparat atas kejadian ini..

Terimakasih Pak Polisi..

PS : ada yang mau nolongin ga gantiin sy sidang? Waduh, ternyata tanggal 2 Mei sy kemungkinan ga bisa! Gawat!

Subscribe to this blog's RSS feed

Tadabbur Al-Qur’an

yayan on April 22nd, 2008
"Maka apakah mereka tidak memperhatikan Al Quran? Kalau kiranya Al Quran itu bukan dari sisi Allah, tentulah mereka mendapat pertentangan yang banyak di dalamnya." (An-Nisa:82)

Pernahkah ketika kita membaca Al-Qur'an lalu tiba-tiba berhenti... berhenti sejenak... untuk men-tadabburi-nya...


Diantara tanda men-tadaburi Al-Qur'an adalah menyatunya hati dan pikiran ketika membacanya, dan menangis karena mengetahui keagungan dan kebenaran isi dikandungnya. Dan inti dari semua itu adalah hati. Karena dengan hati lah kita memahami Al-Qur'an, sebagaimana firman Allah subhanahu wa ta'ala,

"maka apakah mereka tidak berjalan di muka bumi, lalu mereka mempunyai hati yang dengan itu mereka dapat memahami atau mempunyai telinga yang dengan itu mereka dapat mendengar? Karena sesungguhnya bukanlah mata itu yang buta, tetapi yang buta, ialah hati yang di dalam dada. " (Al-Hajj:46)

"Dan siapakah yang lebih zalim dari pada orang yang telah diperingatkan dengan ayat-ayat Tuhannya lalu dia berpaling dari padanya dan melupakan apa yang telah dikerjakan oleh kedua tangannya? Sesungguhnya Kami telah meletakkan tutupan di atas hati mereka, (sehingga mereka tidak) memahaminya, dan (Kami letakkan pula) sumbatan di telinga mereka; dan kendatipun kamu menyeru mereka kepada petunjuk, niscaya mereka tidak akan mendapat petunjuk selama-lamanya. " (Al-Kahfi:57)

Hati adalah layaknya raja bagi tubuh kita. Apabila baik hati itu, maka baik pula seluruh jasadnya, apabila buruk hati itu, maka buruk pula lah seluruh jasadnya. Ibrahim bin Adham, seorang ulama di zaman Imam Ahmad mengatakan salah satu tanda hati telah mati adalah "Engkau membaca Al-Qur'an tetapi tidak mengamalkannya."

Allah lah yang Berkuasa untuk menutup atau membukakan hati kita, seperti firman-Nya,

"Hai orang-orang yang beriman, penuhilah seruan Allah dan seruan Rasul apabila Rasul menyeru kamu kepada suatu yang memberi kehidupan kepada kamu, ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah membatasi antara manusia dan hatinya dan sesungguhnya kepada-Nyalah kamu akan dikumpulkan." (Al-Anfal:24)

Maka kita perlu berhati-hati, jangan-jangan Allah subhanahu wa ta'ala menutup hati kita lantaran kita tidak mau memenuhi panggilan-Nya. Yaa muqollibal quluub, tsabbit qolbii 'alaa diinika.

Berkaitan dengan tadabbur Al-Qur'an, salah satu kuncinya adalah cinta Al-Qur'an. Dr. Kholid berkata dalam Mafaatihu Tadabburil Qur'an Wannajaah Fiil Hayaah, ada beberapa tanda seseorang cinta kepada Al-Qur'an, diantaranya adalah:

1. Senang bertemu dengan Al-Qur'an.
2. Bisa duduk berlama-lama dalam berinteraksi dengan Al Qur'an tanpa rasa bosan/jenuh.
3. Rindu setelah lama tidak berinteraksi dikarenakan ada hal yang menghalangi, mengharap dapat kembali berinteraksi dan berusaha untuk menghilangkan penghalang tersebut.
4.
Banya diskusi mengenai alqur'an, Yakin terhadap petunjuk/arahan yang terdapat dalam al 'qur'an, serta Merujuk kepada Al'Qur'an terkait permasalahan hidup baik itu masalah kecil maupun besar.
5.
Mentaati Al-qur'an, perintah dan larangannya.

(blm selesei, dikit lagi :))

Ayamul Bidh

yayan on April 21st, 2008

14 Rabius Tsani. Setiap pertengahan bulan kalender Hijriyah ditandai dengan bulan purnama. Subhanallah...

Setelah sekian lama hujar mengguyur Bandung, akhirnya malam ini langit malamnya cerah sekali. Bintang-bintang dan primadona utama, bulan purnama, indahnya!

Memandang langit membuat kita merasa kecil dan ringan. Kita adalah plankton-plankton yang mengambang di lautan jagat raya.

Mari kita syukuri panorama yang indah ini dengan shaum sunnah di pertengahan bulan, Ayamul Bidh!

Hari Kartini yang salah kaprah..

miaji on April 21st, 2008

Bismillahirrahmanirrahim..

Kartini.. tokoh perubahan.. tokoh perjuangan..

Tapi sekarang orang-orang menganggap bahwa Kartini adalah pejuang emansipasi perempuan. Yang mana “emansipasi” disini adalah versi barat, dimana perempuan mempunyai hak yang sama dengan laki-laki. Yang pada akhirnya berujung pada paham feminisme..

Feminisme, dapat diberi pengertian sebagai “Suatu kesadaran akan penindasan dan pemerasan terhadap perempuan dalam masyarakat, di tempat kerja, dan dalam keluarga, serta tindakan sadar oleh perempuan maupun lelaki untuk mengubah keadaan tersebut”. Menurut definisi ini, seseorang yang mengenali adanya sexisme (diskriminasi atas dasar jenis kelamin), dominasi lelaki, serta sistem patriarki dan melakukan sesuatu tindakan untuk menentangnya, adalah seorang feminis.

Di paham ini, mereka (para feminis) paham bahwa secara kodrati (lahiriah) mereka adalah wanita dengan segala konsekuensi logisnya.. Tapi anehnya, mereka tidak mau menerima konsekuensi bahwa secara batiniah pun sudah merupakan KODRAT bahwa laki-laki dan wanita itu bebeda..

Pada akhirnya, paham ini akan dapat menyesatkan bila sudah memiliki anggapan sebagai berikut :

1. Wanita itu sama dgn laki2, boleh menjadi pemimpin bagi laki2 apabila memang layak.. Bukankah Allah telah menjadikan laki-laki itu pemimpin bagi wannita karena Allah telah melebihkan Laki-laki dari wanita.. (An-Nisa : 34)

2. Wanita tidak berhak “dikekang” oleh agama (misal tidak boleh keluar rumah tanpa memakai jilbab, keluar rumah tanpa ijin suami, keluar sendiri lebih dari 24 jam tanpa ditemani muhrimnya). Mungkin memang sulit menerima aturan ini apabila tidak dipahami akidah yang kuat. Tapi apabila dipahami, sebenarnya aturan2 ini adalah untuk keselamatan bersama, tidak hanya bagi wanita. Bagi wanitanya, jelas merupakan ibadah dan menjaga kehormatan dirinya. Bagi orang lain, juga banyak manfaatnya, minimal mengurangi dosa. Secara jujur sebagai seorang laki-laki saya mengatakan sangat mudah “tergoda” seorang wanita yang sendirian, atau tanpa memakai jilbab. Yah, selalu ada saja godaan untuk minimal memandangi..

3. Wanita tidak berkewajiban mengurus rumah tangga, alias boleh berkarir tanpa memikirkan pendidikan anak dan kondisi rumah. Lalu akan jadi apa seorang anak tanpa bimbingan kasih sayang ibunya? Apakah dia akan menjadi “anak pembantu” atau “anak babbysitter”? Bukankah seorang wanita adalah Universitas pertama bagi seorang anak? Disinilah letak kemuliaan wanita, menjadi penjaga anak, dan seluruh harta apabila sang suami tidak ada. Islam tidak melarang berkarir, tetapi kewajiban seorang istri tetaplah mesti dilaksanakan..

4. Wanita ramai-ramai menentang poligami yang katanya merendahkan derajat kaum perempuan. Tapi kenapa prostitusi dibiarkan? Kenapa perempuan-perempuan yang menjual auratnya tidak digugat? Justru poligami merupakan solusi apabila memang PERLU untuk mengangkat dan menyelamatkan harkat seorang perempuan dari jurang kehinaan.

5. Dalam hukum waris, kaum wanita menuntut bagian yang sama dengan laki-laki. Padahal ketetapan Allah adalah “Bagian seorang anak laki-laki sama dengan bagian dua orang anak perempuan…” (An-Nisa : 11). Walaupun bagiannya tidaklah sama, tapi kita tidak boleh iri terhadap kariunia Allah Swt. “Dan janganlah kamu iri hati terhadap apa yang dikaruniakan Allah kepada sebahagian kamu lebih banyak dari sebahagian yang lain. (Karena) bagi orang laki-laki ada bahagian dari pada apa yang mereka usahakan, dan bagi para wanita (pun) ada bahagian dari apa yang mereka usahakan, dan mohonlah kepada Allah sebagian dari karunia-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.” (An-Nisa:32)

Sesungguhnya, bukan itu yang diperjuangkan seorang Kartini.. Karena Ibu Kartini adalah seorang pejuang Islam wanita, dia memperjuangkan kesamaan hak setiap orang yang miskin dan yang kaya, laki-laki dan perempuan untuk mendapatkan kesempatan yang sama dalam memperoleh ilmu. Waktu itu kaum wanita memiliki perbedaan hak dari laki-laki dalam mendapatkan kesempatan mencari ilmu.

“Wanita yang saleh ialah yang taat kepada Allah dan memelihara diri ketika suaminya tidak ada, oleh karena Allah telah memelihara(nya)..” (An-Nisa :34)

selengkapnya :

http://www.eramuslim.com/atk/oim/462c5de7.htm

http://swaramuslim.net/more.php?id=A54_0_1_0_M

Kawaii

yayan on April 21st, 2008

Jus jambu, hmm... enak. Tapi kalo beli di Shin Men, hiasannya lebih menggoda. Jambu bagian dalemnya dibentuk jadi bunga sakura dan disimpen dipinggira gelas. Kreatif dan lucu. Makin doyan aja makan disana.

Your dream is your goal…

miaji on April 18th, 2008

Sangat mudah untuk menjalani hidup dengan biasa saja..

Tapi hidup terlalu berharga untuk dijalani dengan biasa saja..

Dan Allah Mengetahui..

yayan on April 17th, 2008
Beberapa istilah tingkatan pengetahuan seseorang akan suatu hal:
(Syarh Ushul Tsalatsah, Al-Utsaimin)

1. Ilmu: Mengetahui sesuatu secara hakiki/pasti.
2. Jahl l'Bashith: Tidak mengetahui sesuatu.
3. Jahl l'Murokkab: Tidak mengetahui, merasa tahu tapi salah.
4. Dzon: Prasangka yang cenderung benar, ingat-ingat lupa.
5. Syak: Ragu-ragu, 50% benar.
6. Wahm: Prasangka yang cenderung salah.

Terkadang kita berprasangka padahal cenderung salah,
atau terkadang kita merasa tahu padahal sama sekali tidak benar.
Astaghfirullah.
Meninggalkan keragu-raguan adalah lebih selamat,
maka mengatakan Allahu A'lam adalah setengah dari ilmu.

Ingat kisah Imam Ahmad, seorang 'ulama yang amat luas ilmunya, benar-benar mengamalkan ilmunya, sehingga konon pernah seseorang menghadiri majlis ta'limnya dan mendapat ilmu hanya dengan menyaksikan secara langsung akhlak beliau, subhanallah. Pernah ketika beberapa pertanyaan dilontarkan kepadanya, kemudian saat itu Imam Ahmad belum mengetahui, dengan keluasan ilmunya beliau menjawab: tidak tahu. (Wallahu A'lam)

"... Wallahu ya'lamu wa antum laa ta'lamuun."
"... Dan Allah Mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui." (Al-Baqarah: 216)

Inspirasi

miaji on April 14th, 2008

dia datang di saat yang tak terduga

membuka cakrawala mata yang telah terbiasa

bangunkan harap tuk terus berasa

jejak langkah yang berbekas nyata..

Maha Suci Allah, Sang Maha Pemberi Inspirasi

Maliq n D Essenstials - Dia

Karlisa on April 9th, 2008

Temukan apa arti dibalik cerita
Hati ini terasa berbunga-bunga
Membuat seakan aku melayang
Terbuai asmara

Adakah satu arti dibalik tatapan
Tersipu malu akan sebuah senyuman
Membuat suasana menjadi nyata
Begitu indahnya

Reff:
Dia.. Seperti apa yang selalu ku nantikan, ku inginkan..
Dia.. Melihatku apa adanya, seakan kusempurna..

Tanpa buah kata kau curi hatiku
Dia tunjukkan dengan tulus cintanya
Terasa berbeda saat bersamanya
Aku jatuh cinta

Maliq n D Essenstials - Dia

Karlisa on April 9th, 2008
Temukan apa arti dibalik ceritaHati ini terasa berbunga-bungaMembuat seakan aku melayangTerbuai asmaraAdakah satu arti dibalik tatapanTersipu malu akan sebuah senyumanMembuat suasana menjadi nyataBegitu indahnyaReff:Dia.. Seperti apa yang selalu ku nantikan, ku inginkan..Dia.. Melihatku apa adanya, seakan kusempurna..Tanpa buah kata kau...

Driver D-ONE DM289

narpen on April 7th, 2008
Kemaren baru minta (untuk yang kedua kalinya) ke Sarindo Dago (distributor resmi D-ONE). Ada yang butuh driver D-ONE DM289? Yang dual GSM/CDMA itu.. ini driver buat setting modem untuk PC .. buat yang butuh, silahkan unduh ke sini Smoga berguna!

Stay Focus!

yayan on April 3rd, 2008
Every big things come from a little thing..
Yeah!
Stay focus!


VS, April 3th 2008