VSilicon versus ‘Raksasa’ Intel
yayan on January 24th, 2008
Seseorang pernah bilang begini (it's just a joke however), "Pak, kalo VSilicon ini berhasil men-develop chipset WiMax, Intel nanti protes ke Tuhan." Tanya kenapa??
Kalau kita coba search kata “wimax” di google maka salah satu yang akan keluar adalah kata Intel. Ya, Intel memang dikenal sebagai developer chipset WiMax paling maju saat ini. WiMax, menurut saya, akan menjadi promadona teknologi elektronika/telekomunikasi sampai beberapa dekade kedepan. Diperkirakan tahun 2010, teknologi ini akan mulai booming (walau dibutuhkan waktu kurang lebih 10 tahun sampai teknologi ini benar2 matang seperti WiFi saat ini).
Saya nggak akan ngebahas what is WiMax atau how WiMax works, terlalu membosankan (secara sudah menjadi makanan sehari-hari, huhuhu -_-'). Tinggal tanya ke om google atau lihat di wiki (selama infonya akurat) udah banyak yang ngebahas.
Cuma yang menarik bagi saya adalah: WiMax Intel nggak bisa masuk ke Indoneisa.
WiMax versi Indonesia.
Ceritanya, pemerintah (lewat badan standarisasi Postel mengenai regulasi teknologi telekomunikasi Indoneisa, bekerjasama dengan Ristek dan Depkominfo) berusaha agar teknologi WiMax ini mampu dikembangkan sendiri oleh Indonesia. Hal ini dikarenakan salah satunya, cost teknologi untuk men-3G yang memakan (plus-minus) 30 triliun rupiah setahun (untuk ongkos lisesni, perangkat, dll.).
Kenyataannya, banyak pihak yang sekarang ini ingin men-deploy WiMax rata-rata terhambat oleh satu hal: biaya chipset yang sangat mahal. Karena untuk memesan sample saja harus membayar 500 juta rupiah, apalagi biaya lisensi per-tahunnya. Karena itu, solusi yang selalu dinanti-nanti adalah: Indonesia mampu membuat chipset sendiri dengan biaya yang super murah.
Dari sini kemudian tampil lah satu perusahaan kecil yang baru berdiri yaitu VSilicon. Dengan segala kemampuannya* berusaha mengembangkan chipset WiMax dan bersaing dengan chipset WiMax-nya Intel. Hanya dengan 15 orang engineer. Ini jelas nggak ada apa-apanya dibanding jor-jor-an yang dilakukan Taiwan untuk mengembangkan WiMax versi mereka sendiri.
Tak heran jika kemudian ada orang yang berceletuk, “Pak, kalo VSilicon ini berhasil men-develop chipset WiMax, Intel nanti protes ke Tuhan.” Secara kalo dibandingkan, Intel sudah menghabiskan biaya 3 miliar US dollar untuk mengembangkan WiMax, sedangkan Indoneisa? 3 miliar rupiah. Sama-sama 3 miliar siiih, bedanya (cuma) Intel pake US dollar, Indonesia pake rupiah hehehehe ^^.
Anyway, ada bebrapa hal yang mungkin terlewatkan dari benak kita. Indonesia tentu tidak akan mulai dari nol. Belajar dari Jepang, China, dan Korea. Mereka jarang meng-invent sesuatu tapi kenapa teknologi mereka bisa maju dan kadang menjadi leading-on-technology? Salah satunya karena mereka mau meniru lalu mengembangkannya, reverse engineering and innovation (hal lain adalah karena mereka mau kerja keras tentunya).
Satu hal lagi yang tidak boleh lupa. Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu. Apa sih yang tidak mungkin bagi-Nya? (dan ternyata yang berceletuk tadi memang bukan orang muslim sih :P). Maksimalkan ikhtiar, sempurnakan tawakkal, kata Aa' Gym. Memiliki harapan dan impian itu gratis kok. Jangan lupa bahwa ada do'a. Do'a adalah senjata bagi setiap muslim. Tapi senjata itu pun bisa tumpul karena maksiat dan dosa. (kok jadi serius gini hehehe ^^). Ya wes ya, Ganbarimashou!!!
Keep On Fire!! (jadi inget Wada-sensei ^^)
Keep On Fire!! (jadi inget Wada-sensei ^^)
*membantig tulang, memeras keringat, 24 jam sehari 7 hari seminggu... hoho, berlebihan banget nggak sih.. ^^
Further reading:
[1] Kantor Berita Antara, "WiMax versi Indonesia"
[2] Detik.com, "Asia akan menjadi 'Raja' WiMax"
[3] Reuters, "Taiwan to spend $664 mln on WiMax development"
Related terms:
[1] Integrated Circiut.
[2] SoC (System-On-a-Chip).
Subscribe to this blog's RSS feed
Smangatt!!
yayan on January 22nd, 2008
:: CSS :: Penantian
yayan on January 22nd, 2008
Sudah hampir 1 bulan, belum ada reaksi yang berartiSinyal yg dikirim sudah yakin benar ?
Seharusnya....
Seharusnya??
Belum, kamu belum yakin kan ?
Sepertinya begitu....
Sepertinya begitu??
Iya, seharusnya. Saya yakin betul. Sinyal-sinyal itu sudah sangat jelas maksudnya.
Maksudnya?? maksudmu? Pasti kamu enkripsi pesannya !! Sudah kubilang, seharusnya eksplisit, EKSPLISIT !!
Saya ga bisa .... akan lebih yakin jika ada tanggapan ...
Tanggapan?? Tuh, silahkan tanggapin sendiri !!
[The Expecting And Mysterious Object perlahan tapi pasti mengambil jarak semakin jauh]
Saya yakin tidak akan lama.
Agrh..basi, dulu pun kamu bilang seperti itu & pas energi itu terkumpul kembali kamu sia-siakan !
Ngga, kali ini aku yakin bisa. Insyaalloh.
Sampai kapan?? udah deh, ayo kita cari yang lain.
Ga bisa. Cukup satu ini saja & itu tidak akan lama. Bersabarlah.
Mau berapa lama...???
1 tahun, eh 6 bulan, ngga, kelamaan, besok ! Malah saya mengharapkan saat ini juga sudah ada tanggapan.
Mengharapkan?? Tanggapan?? Udah deh, kamu emang benar-benar belum siap untuk ini.
[ Contact Ended. Clear Environment. Plug Out ]
Premanisme Sepakbola: Potret Bangsa Kita?
yayan on January 21st, 2008
Sepakbola adalah olahraga yang paling populer di Indonesia, sangat populer. Kita bisa mengingat dengan jelas, bagaimana euforia rakyat menikmati Piala Asia* beberapa waktu lalu. Ketika timnas Indonesia mampu menaklukkan Bahrain, penonton di stadion Gelora Bung Karno tiba-tiba membludak. Saking semangatnya sampai mereka rela menginap semalam di luar stadion karena tidak kebagian tiket. Bahkan susah dikenal khalayak bahwa ciri khas persepakbolaan Indonesia adalah: adanya sporter yang antusias, impulsif, dan kadang cenderung anarkis. Kalau nggak ada itu, bukan Indonesia namanya.

Sayangnya, “premanisme” dalam sepakbola justru berbanding lurus dengan bertambahnya penonton sepakbola. Justru dengan adanya rame-rame, kerusuhan antar suporter, perusakan stadion itulah yang membuat penonton semakin banyak. Aneh bukan? Apakah ini potret bangsa Indonesia yang suka berbuat anarkis dan premanisme? Ditambah lagi berbagai kekisruhan dalam internal PSSI. Mungkin baru kali ini kita mendengar komite persepakbolaan negara dipimpin seseorang dari balik jeruji?? atau mungkin baru kali ini pelatih yang mempelopori untuk memboikot liga, justru diangkat jadi pelatih timnas??
Walhasil, muncul lah keputusan kontroversial yang dijatuhkan di kubu Arema Malang setelah terjadi kerusuhan 2-3 hari yang lalu. Sampai-sampai teman saya mengomentari, “Wah, akhirnya liga Indonesia disiarkan juga di ESPN*, tapi berita kerusuhannya.” Huehehe.. Ditambah lagi pemain asing bukannya memberikan contoh, tapi justru kerap menjadi biang kerusuhan.
Kalau kita berkaca pada keadaan persepakbolaan Indonesia jaman tahun-tahun keemasan di kancah Asia, seharusnya kita malu. Saat ini kita kalah dengan Vietnam yang beberapa waktu lalu menjadi tim underdog. Apalagi dengan Thailand. Kalau diistilahkan, mereka berlari kita berjalan.
Ok lah, mungkin ada yang bilang, “Banyak hal lain yang lebih perlu untuk dibenahi selain sepakbola.” Walaupun ada yang bilang juga, “Sepakbola bisa dijadikan sarana strategis mengangkat posisi bangsa di mata Internasional.” Tapi coba perhatikan lebih jauh, siapa yang membiayai tim-tim sepakbola Indonesia? Pemda alias APBD 'kan? Darimana APBD diperoleh? Dari rakyat 'kan? Artinya ini juga menyangkut kepentingan rakyat.
Kesimpulannya, premanisme sepakbola -baik di lapangan maupun di balik layar- harus dibenahi. Kalau memang bikin anarkis, mungkin sebaiknya pemda menghapus anggaran tim sepakbola daerahnya untuk dialokasikan kepada yang lebih penting. Kalau memang manjadi biang kerusuhan, jangan pakai lagi pemain-pemain asing itu. Kalau memang sedang bermasalah, lepaskanlah jabatan di PSSI-nya. Tegakkan disiplin mulai dari pemain dan wasit (sangsi tegas bagi praktek suap-menyuap).
Dan yang lebih penting lagi... jangan kotori sportifitas sepakbola. Mari kita mulai dari diri sendiri sebagai pecinta sepakbola, mulai dari permainan-permainan kecil antar kita, bermain dengan fair dan menyenangkan. Sepakbola rakyat seharusnya bisa dijadikan sarana refreshing, bersosialisasi, sekaligus meningkatkan kebugaran. (Misalnya, dijadikan agenda olahraga rutin perusahaan. Hmm.. gimana kalo sebulan sekali di Sabuga... Lho? Kok malah nyangkut2 kesini hehe.. ^^).
“We Love Football!!”
*Piala Asia 2007 diselenggarakan di 4 tempat: Indonesia, Thailand, Malaysia, dan Vietnam.
*ESPN, saluran TV internasional khusus olahraga.
Gambar diatas diambil dari sini dan diambil pas futsal anak2 VS di Sabuga (siapa nih yang moto kok hasilnya gelap semua, huhuhuhu..)
Sayonara… Obaa-chan
yayan on January 18th, 2008
Mengenang 6 Januari 2008
Saat air mata terakhir mengalir
Saat penjara dunia berakhir
Saat kesabaran berbuah kelapangan hati
Untuk seseorang yang dengan tangan, hatinya
Hutang yang tak pernah bisa ku bayar
Berujung doa : Semoga Allah mencintaimu sebagai hambaNya
Saat air mata terakhir mengalir
Saat penjara dunia berakhir
Saat kesabaran berbuah kelapangan hati
Untuk seseorang yang dengan tangan, hatinya
Hutang yang tak pernah bisa ku bayar
Berujung doa : Semoga Allah mencintaimu sebagai hambaNya
I close both locks below the window
I close both blinds and turn away
Sometimes solutions aren't so simple
Sometimes good bye's the only way
The sun will set for you
And the shadow of the day will embrace
The world in grey
And the sun will set for you
In cards and flowers on your window
Your friends all plead for you to stay
Sometimes beginnings aren't so simple
Sometimes good bye's the only way
The sun will set for you
And the shadow of the day will embrace
The world in grey
And the sun will set for you
I close both blinds and turn away
Sometimes solutions aren't so simple
Sometimes good bye's the only way
The sun will set for you
And the shadow of the day will embrace
The world in grey
And the sun will set for you
In cards and flowers on your window
Your friends all plead for you to stay
Sometimes beginnings aren't so simple
Sometimes good bye's the only way
The sun will set for you
And the shadow of the day will embrace
The world in grey
And the sun will set for you
Shadow Of The Day - Linkin Park
Dari Sa mulai bisa mengingat di dunia ini, Ema sudah sakit ginjal. Selama hidupnya (yang Sa ingat), mendapat masalah sana-sini mengenai ginjal kanan dan kiri. Mulai dari batu ginjal sampai gijal rusak dah harus diangkat. Hidup dengan hanya 1 ginjal yang tidak berfungsi dengan baik pasti bukan keinginan setiap orang.
Masih jelas teringat, kurang lebih 2 tahun yang lalu. Saat rambutnya yang biasa panjang terkepang mulai rontok, satu-per-satu sampai hanya menyisakan 1-2 helai yang membuatnya tampak berbeda.
Masih jelas teringat, saat di UGD bersama selama 2 hari, yang ternyata semua penyebab asupan nutrisi keseluruh tubuhnya berkurang adalah gagal ginjal. Racun ditubuh melebihi kadar yang masih dapat diterima. Mual setiap kali makan, makanan yang biasa kita anggap sebagai kenikmatan, menjadi siksaan tersendiri untuknya.
Kesabaran selama 1 tahun lebih menerima proses yang (menurut Sa) kurang manusiawi. Kalo sebagian kawan menolak diajak donor darah yang hanya 3 bulan sekali karena takut jarumnya, maka bayangkanlah, Ema melakukannya 2 kali seminggu dan tidak hanya 1, tapi 2 jarum yang dimasukkan ke pembuluh darah yang lama-kelamaan makin mengeras karena usia. Belum sempat lukanya kering, proses itu tetap harus dilakukan.
Dan terima kasih (hanya itu yang Sa bisa bilang) untuk orang2 yang mau menyumbangkan darahnya (meski tak tahu darah itu akan diterima siapa), yang karena merekalah asupan darah setidaknya 1 bulan sekali tetap ada.
Seiring dengan waktu, tubuhnya makin lemah. Sa masih ingat, Ema tak bisa tidur nyenyak karena luka robek ditangannya yang sudah dijahit tetap mengucurkan darah, tak henti. Saat keadaan 1 tahun yang lalu berulang, Ema tidak sadar, Sa rasa waktunya telah dekat. Hanya Allah yang tahu. Dan saat itu tiba.........
Ema yang dari mulutnya, At-Takatsur mengalir setiap solat berjama'ah bersama, yang sudah tak bisa dilakukannya 1 tahun terakhir
Surah yang selalu dibaca bertahun-tahun sampai Sa hafal dengan sendirinya
Yang Sa selalu ingat bagaimana Ema membacakannya
Ema, sigana Ica can tangtu jadi jelema soleh, tapi ilmu nu mangpaat, nu ica piboga ti Ema, insyaAllah pahalana tiasa maturan Ema di alam kubur. Nuhun Ema.......
Masih jelas teringat, kurang lebih 2 tahun yang lalu. Saat rambutnya yang biasa panjang terkepang mulai rontok, satu-per-satu sampai hanya menyisakan 1-2 helai yang membuatnya tampak berbeda.
Masih jelas teringat, saat di UGD bersama selama 2 hari, yang ternyata semua penyebab asupan nutrisi keseluruh tubuhnya berkurang adalah gagal ginjal. Racun ditubuh melebihi kadar yang masih dapat diterima. Mual setiap kali makan, makanan yang biasa kita anggap sebagai kenikmatan, menjadi siksaan tersendiri untuknya.
Kesabaran selama 1 tahun lebih menerima proses yang (menurut Sa) kurang manusiawi. Kalo sebagian kawan menolak diajak donor darah yang hanya 3 bulan sekali karena takut jarumnya, maka bayangkanlah, Ema melakukannya 2 kali seminggu dan tidak hanya 1, tapi 2 jarum yang dimasukkan ke pembuluh darah yang lama-kelamaan makin mengeras karena usia. Belum sempat lukanya kering, proses itu tetap harus dilakukan.
Dan terima kasih (hanya itu yang Sa bisa bilang) untuk orang2 yang mau menyumbangkan darahnya (meski tak tahu darah itu akan diterima siapa), yang karena merekalah asupan darah setidaknya 1 bulan sekali tetap ada.
Seiring dengan waktu, tubuhnya makin lemah. Sa masih ingat, Ema tak bisa tidur nyenyak karena luka robek ditangannya yang sudah dijahit tetap mengucurkan darah, tak henti. Saat keadaan 1 tahun yang lalu berulang, Ema tidak sadar, Sa rasa waktunya telah dekat. Hanya Allah yang tahu. Dan saat itu tiba.........
Ema yang dari mulutnya, At-Takatsur mengalir setiap solat berjama'ah bersama, yang sudah tak bisa dilakukannya 1 tahun terakhir
Surah yang selalu dibaca bertahun-tahun sampai Sa hafal dengan sendirinya
Yang Sa selalu ingat bagaimana Ema membacakannya
Ema, sigana Ica can tangtu jadi jelema soleh, tapi ilmu nu mangpaat, nu ica piboga ti Ema, insyaAllah pahalana tiasa maturan Ema di alam kubur. Nuhun Ema.......
Akte Kelahiran
yayan on January 15th, 2008
Sungguh, dokumentasi di negeri ini tidak baik. Data-data berseliweran dimana-mana, ga diatur dengan rapi. Contohnya nih, Sa ampe bisa punya akte kelahiran 4 buah.
Pertama :
--> karena namanya kepanjangan dan katanya bisa bikin anak sering sakit-sakitan (mitos banget sih, jadi ganti nama. Lagian nama itu ga jelas temanya, ada muslim, hindu, budha, campur-campur.
Kedua:
--> nah, kalo ini namanya lebih bagus artinya. tapi, setelah diliat-liat, di Al-Qur'an surat An-Nisa kan pake 2 huruf "n", jadi akte nya ganti lagi dech
Ketiga:
--> alasan terakhir ganti akte itu ga penting-penting amat sebenernya. cuma pengen ganti nama pemohon sama nama sendir, biar gaya gitu :P. Hasilnya, akte yang paling anyar adalah
Keempat:
--> Semoga ga ganti-ganti lagi
Jadi: masa orang (semisal Sa) bisa se-enaknya gitu gonta-ganti dokumen. Makanya kawan, mulai sekarang kita perbaiki sistem dokumentasi kita. Hidup DVB!
Pertama :
atas nama : Anisa Widistira Ratna Pratami
pemohon : Ronny Hendrawan
pemohon : Ronny Hendrawan
--> karena namanya kepanjangan dan katanya bisa bikin anak sering sakit-sakitan (mitos banget sih, jadi ganti nama. Lagian nama itu ga jelas temanya, ada muslim, hindu, budha, campur-campur.
Kedua:
atas nama : Anisa Karima
pemohon : Ronny Hendrawan
pemohon : Ronny Hendrawan
--> nah, kalo ini namanya lebih bagus artinya. tapi, setelah diliat-liat, di Al-Qur'an surat An-Nisa kan pake 2 huruf "n", jadi akte nya ganti lagi dech
Ketiga:
atas nama : Annisa Karima
pemohon : Ronny Hendrawan
pemohon : Ronny Hendrawan
--> alasan terakhir ganti akte itu ga penting-penting amat sebenernya. cuma pengen ganti nama pemohon sama nama sendir, biar gaya gitu :P. Hasilnya, akte yang paling anyar adalah
Keempat:
atas nama : Annisa Karima
pemohon : Annisa Karima
pemohon : Annisa Karima
--> Semoga ga ganti-ganti lagi
Jadi: masa orang (semisal Sa) bisa se-enaknya gitu gonta-ganti dokumen. Makanya kawan, mulai sekarang kita perbaiki sistem dokumentasi kita. Hidup DVB!
Saatnya Prajurit Tua Lengser Keprabon
yayan on January 14th, 2008
Di tengah-tengah berita sakitnya Pak Harto dan juga kasak-kusuk pilpres 2009, jadi inget kata-kata “lengser keprabon”*. Pilpres 2009 menandai sudah satu dekade bangsa ini memasuki era reformasi. Entah reformasi menuju perbaikan atau malah perjelekan, silakan Anda nilai sendiri. Yang jelas bangsa ini harus membayar mahal lewat tragedi semanggi 1, semanggi 2 dan trisakti.
Seperti biasa, dengan ciri khas hangat-hangat-tahi-ayam-nya, publik mulai rame meperbincangkan pemilu 2009. Beberapa calon sudah memberikan sinyal ingin maju dalam pilpres mendatang seperti SBY, Sutiyoso, Megawati, dan Amien Rais. Saya ini bukan ahli politik yang akan mengomentari mereka, nggak menarik, cuma saya tertarik dengan apa yang diucapkan Pak Amien Rais beberapa waktu lalu saat menggelar acara di kota Padang, “Kalau nggak ada calon-calon muda, terpaksa prajurit tua turun gunung”.
Saya sendiri tidak tahu kenapa nggak ada capres dari kalangan pemuda. Apa sih batasan seseorang dikatakan pemuda? 20 tahun? 30 tahun? 40 tahun?? 50 tahun??? 60 tahun???? Yang jelas, saya melihat dari satu sisi, adanya semangat untuk berubah/dinamis. Orang tua cenderung berkeinginan untuk tetap pada kondisi tertentu karena sudah merasa nyaman. Orang muda lebih petualang, sehingga berpikiran kalau ada yang lebih baik, kenapa nggak dicoba.
Sekarang sudah saatnya para pemuda bangsa ikut andil. Bukan hanya sebagai pendobrak yang siap kapan saja untuk menurunkan penguasa, tapi lebih dari itu, menjadi tonggak dalam pemerintahan. Dan saya katakan (radikal-radikalan lagi =D) ganti semua “orang tua” dengan “orang muda”, bahkan sampai ke akar-akarnya. Kalau perlu pensiunkan semua “orang tua”, tentu dengan jaminan uang pensiun yang layak dijadikan tumpuan hidup.

Bukan tanpa alasan. Dari sekian banyak cerita teman-teman saya yang bekerja di kantor pemerintah, hampir semuanya mengeluh akan ketidakidealan keadaan seperti yang selalu mereka gembar-gemborkan saat mahasiswa, baik melalui demo, orasi, dan sebagainya (kecuali yang sejak mahasiswa pun sudah “tidak ideal” ^^). Betapa tidak, masuk ke lingkungan pemerintah, mereka terikat dengan sistem dan culture yang tidak kondusif.
Sebagai contoh, ada seorang teman yang masuk ke Bappeda*. Dia mengeluh karena mendapat tugas untuk membuat proposal peminjaman utang luar negeri, yang selama ini menjadi bahan pereemoannya. Ada lagi teman yang mengeluh karena ketidak profesionalan menajemen, dia yang notabene lulusan teknik ditempatkan pada pos sosial. Solusinya sudah dicari, karena sudah menjadi sistem "tua" yang membudaya.
Saat ini kita butuh sosok pemuda yang mau berubah, dinamis, bergerak. Paling tidak kita butuh sosok yang mampu menjembatani ide-ide perubahan. Mengakomodasi ide-ide brilian penuh tantangan. Nyatanya, kebanyakan orang baik akan didepak dari peredaran sebelum masuk ke tataran manajer atau pengambil kebijakan.
Sebagai ilustratsi, ada beberapa orang "tua" dengan budaya korupsi dalam posisi penting pada sebuah perusahaan atau organisasi. Lalu datang seorang yang "bersih" ingin merubah budaya korupsi itu. Hal yang terjadi kemudian, dan ini sudah menjadi kewajaran umum, adalah orang tersebut akan didepak keluar. "Enak aja!". Lambat laun, idelalisme yang dijunjung saat masih "muda" akan ikut larut dalam alunan budaya "tua".
Kalau mau cepat (radikal), ganti semua "orang tua" dengan "pemuda". Baik itu presiden, para pejabat, birokrat, dan yang lainnya. Apakah kita tidak bosan melihat mereka yang adem ayem, atau yang senyam senyum seperti boneka, atau yang asal ceplas ceplos, atau apalah saya kurang bisa menggambarkan. Atas semua itu, semoga idealisme pamuda masih tersisa di negeri ini, keep moving forward, to a better place.
-to be concluded-
*Lengser = turun, keprabon = kekuasaan. Kata yang berasal dari bahasa jawa ini mulai dikenal saat Pak Harto turun tahta tahun 1998.
*bappeda = Badan Perencanaan Pembanguunan Daerah
Seperti biasa, dengan ciri khas hangat-hangat-tahi-ayam-nya, publik mulai rame meperbincangkan pemilu 2009. Beberapa calon sudah memberikan sinyal ingin maju dalam pilpres mendatang seperti SBY, Sutiyoso, Megawati, dan Amien Rais. Saya ini bukan ahli politik yang akan mengomentari mereka, nggak menarik, cuma saya tertarik dengan apa yang diucapkan Pak Amien Rais beberapa waktu lalu saat menggelar acara di kota Padang, “Kalau nggak ada calon-calon muda, terpaksa prajurit tua turun gunung”.
Saya sendiri tidak tahu kenapa nggak ada capres dari kalangan pemuda. Apa sih batasan seseorang dikatakan pemuda? 20 tahun? 30 tahun? 40 tahun?? 50 tahun??? 60 tahun???? Yang jelas, saya melihat dari satu sisi, adanya semangat untuk berubah/dinamis. Orang tua cenderung berkeinginan untuk tetap pada kondisi tertentu karena sudah merasa nyaman. Orang muda lebih petualang, sehingga berpikiran kalau ada yang lebih baik, kenapa nggak dicoba.
Sekarang sudah saatnya para pemuda bangsa ikut andil. Bukan hanya sebagai pendobrak yang siap kapan saja untuk menurunkan penguasa, tapi lebih dari itu, menjadi tonggak dalam pemerintahan. Dan saya katakan (radikal-radikalan lagi =D) ganti semua “orang tua” dengan “orang muda”, bahkan sampai ke akar-akarnya. Kalau perlu pensiunkan semua “orang tua”, tentu dengan jaminan uang pensiun yang layak dijadikan tumpuan hidup.
Bukan tanpa alasan. Dari sekian banyak cerita teman-teman saya yang bekerja di kantor pemerintah, hampir semuanya mengeluh akan ketidakidealan keadaan seperti yang selalu mereka gembar-gemborkan saat mahasiswa, baik melalui demo, orasi, dan sebagainya (kecuali yang sejak mahasiswa pun sudah “tidak ideal” ^^). Betapa tidak, masuk ke lingkungan pemerintah, mereka terikat dengan sistem dan culture yang tidak kondusif.
Sebagai contoh, ada seorang teman yang masuk ke Bappeda*. Dia mengeluh karena mendapat tugas untuk membuat proposal peminjaman utang luar negeri, yang selama ini menjadi bahan pereemoannya. Ada lagi teman yang mengeluh karena ketidak profesionalan menajemen, dia yang notabene lulusan teknik ditempatkan pada pos sosial. Solusinya sudah dicari, karena sudah menjadi sistem "tua" yang membudaya.
Saat ini kita butuh sosok pemuda yang mau berubah, dinamis, bergerak. Paling tidak kita butuh sosok yang mampu menjembatani ide-ide perubahan. Mengakomodasi ide-ide brilian penuh tantangan. Nyatanya, kebanyakan orang baik akan didepak dari peredaran sebelum masuk ke tataran manajer atau pengambil kebijakan.
Sebagai ilustratsi, ada beberapa orang "tua" dengan budaya korupsi dalam posisi penting pada sebuah perusahaan atau organisasi. Lalu datang seorang yang "bersih" ingin merubah budaya korupsi itu. Hal yang terjadi kemudian, dan ini sudah menjadi kewajaran umum, adalah orang tersebut akan didepak keluar. "Enak aja!". Lambat laun, idelalisme yang dijunjung saat masih "muda" akan ikut larut dalam alunan budaya "tua".
Kalau mau cepat (radikal), ganti semua "orang tua" dengan "pemuda". Baik itu presiden, para pejabat, birokrat, dan yang lainnya. Apakah kita tidak bosan melihat mereka yang adem ayem, atau yang senyam senyum seperti boneka, atau yang asal ceplas ceplos, atau apalah saya kurang bisa menggambarkan. Atas semua itu, semoga idealisme pamuda masih tersisa di negeri ini, keep moving forward, to a better place.
-to be concluded-
*Lengser = turun, keprabon = kekuasaan. Kata yang berasal dari bahasa jawa ini mulai dikenal saat Pak Harto turun tahta tahun 1998.
*bappeda = Badan Perencanaan Pembanguunan Daerah
Negara Kelima - ES Ito
yayan on January 14th, 2008
Chapter 11
Anak muda adalah kegelisahan
Derap langkahnya adalah perubahan
"Indonesia hanya derita, tetapi Nusantara belum habis karenanya. Sebab Indonesia hanya cita-cita singkat dalam merebut merdeka untuk kemudian disalahgunakan oleh mereka yang berkuasa demi kepentingan politik, ekonomi, dan dominasi. Nusantara tetap ada, itu tujuan sebenarnya dari hidup orang sepanjang garis pantai dari barat hingga timur, dari utara hingga selatan kepulauan ini. Indonesia adalah ruang hampa, itu sebabnya anak mudanya kehilangan cita-cita. Bahkan sekadar berprestasi di bidang olah raga pun tidak sanggup. Jiwa anak muda tidak lagi menyatu dengan Indonesia yang telah menyimpang dari Nusantara. Semua orang harus bekerja untuk kejayaan Nusantara, sebab selama ini tidak ada orang yang bekerja untuk kejayaan Indonesia. Tidak terkecuali tentara dan polisi yang bekerja untuk mendapatkan gaji belaka."
Anak muda adalah kegelisahan
Derap langkahnya adalah perubahan
"Indonesia hanya derita, tetapi Nusantara belum habis karenanya. Sebab Indonesia hanya cita-cita singkat dalam merebut merdeka untuk kemudian disalahgunakan oleh mereka yang berkuasa demi kepentingan politik, ekonomi, dan dominasi. Nusantara tetap ada, itu tujuan sebenarnya dari hidup orang sepanjang garis pantai dari barat hingga timur, dari utara hingga selatan kepulauan ini. Indonesia adalah ruang hampa, itu sebabnya anak mudanya kehilangan cita-cita. Bahkan sekadar berprestasi di bidang olah raga pun tidak sanggup. Jiwa anak muda tidak lagi menyatu dengan Indonesia yang telah menyimpang dari Nusantara. Semua orang harus bekerja untuk kejayaan Nusantara, sebab selama ini tidak ada orang yang bekerja untuk kejayaan Indonesia. Tidak terkecuali tentara dan polisi yang bekerja untuk mendapatkan gaji belaka."
Aku Tidak Memilihmu
yayan on January 13th, 2008
Banyak sekali pilihan dalam hidup ini
Yang terbaik yang menjadi pilihan
Tapi.....
Ada kalanya kita harus memilih dengan cara lain
Memilih sesuatu yang terbaik
Bukan untuk diri kita
Tapi untuk orang lain
Meskipun orang itu belum ada di dunia ini
Karena itu.....
Aku Tidak Memilihmu
Yang terbaik yang menjadi pilihan
Tapi.....
Ada kalanya kita harus memilih dengan cara lain
Memilih sesuatu yang terbaik
Bukan untuk diri kita
Tapi untuk orang lain
Meskipun orang itu belum ada di dunia ini
Karena itu.....
Aku Tidak Memilihmu
http://myquran.org/forum/index.php/topic,32829.html
maswahyu on January 10th, 2008
“Dan diantara tanda-tanda kekuasaanNya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikanNya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir” (Ar-Ruum 21)
“Dan nikahkanlah orang-orang yang sendirian di antara kamu, dan orang-orang yang layak (menikah) dari hamba sahayamu [...]
:: CSS :: Merah Jambu dan Kasih Sayang
yayan on January 4th, 2008
Pagi yang baru ditemani hangatnya matahari sehangat jamuan teh istimewa racikan tangan mbah Suti kepada pelanggannya. Sementara itu tampak seorang pemuda terus berlari menuntaskan target keliling lapangan bulu tangkis di depan rumahnya. Solat tahajud hingga diteruskan solat subuh, kemudian Ghozi meneruskan dengan mengaji dan tidak terus tidur. Aktivitas lari pagi menjadi alternatif mengalihkan keinginan tidur. Memutari lapangan bulutangkis adalah etape terakhir dari rangkaian skenario jalur larinya.Sementara mbah Suti pamit kebelakang, meninggalkan Ghozi yang sejak tadi menyeruput teh hangat racikannya. Semua lelah dan penat disekujur tubuh seakan menguap mengikuti aliran uap teh hangat dihadapan.
Diseberang jalan sana tampak seorang gadis berjilbab anggun dengan kerudung menutupi keningnya, sejak tadi melihat kearah gubuk tua.
Sesekali Ghozi mencuri pandang jauh ke sana, terkadang pandangannya terhalang lalu lalang mobil lewat.
Samar tapi pasti gadis itu melepaskan senyumnya.
Kini pandangan Ghozi semakin pasti,
tidak terkira betapa bahagianya ia melihat pohon jambu dipekarangan rumahnya mulai berbuah. Jambu air merah jambu tersinari matahari pagi yang menembus sela-sela daun.
Gadis berjilbab tadi segera menghampiri mbah Suti yang baru kembali menuju dagangannya. Peluk dan cium seorang anak solehah kepada ibunya yang sudah lama ia tinggalkan.
Insiden Pra-GunungGede
yayan on January 4th, 2008
**21 Desember 2007**
Sore
Inbox : "Dah pada mo berangkat? Pesenan gua dah dibeliin blon?"
--> Lah pergi kemana nih? Diriku abis main dari Rancaekek sama anak-anak, bentar lagi mang mo pulang. Cuekin aja ah SMSnya.
**22 Desember 2007**
Dini hari, sekitar jam 1
Kriiiinnnnngggg
Sa : (haummm...... bangun tidur...) Halo, Assalamu'alaikum
Des: Wa'alaikum salam, lagi ada dmana?
Sa : ya dikosan lah
(lalu terdengar suara mobil berseliweran dan angin kencang dari koneksi HP)
Sa : lah kau dimana?
Des : cipanas
Sa : APA?!?!?!?! kenapa ada disono?!
Des : emang kita naik gunungnya kapan?
Sa : tgl 22
Des : nah sekarang?
Sa : tgl 22 tapi jam 1 pagi Om!
Des : seharusnya?
Sa : tgl 22 tapi jam 11 malem (artinya masih 22 jam dari sekarang)
Des : gua salah info donk?!
Sa : nah lho, trus loe gmana?
(hanya berita itu aja yang jelas........ selanjutnya pikirkan sendiri....)
Itulah salah satu keajaiban EDES, 22 jam kecepetan janjian buat naik gunung gede. Orang-orang masih pada terlelap, dia dah nongkrong aja di Cipanas. Bagaimana kelanjutan kisah dan nasib Om Edes? Tanya sendiri orangnya (^_^)
Sore
Inbox : "Dah pada mo berangkat? Pesenan gua dah dibeliin blon?"
--> Lah pergi kemana nih? Diriku abis main dari Rancaekek sama anak-anak, bentar lagi mang mo pulang. Cuekin aja ah SMSnya.
**22 Desember 2007**
Dini hari, sekitar jam 1
Kriiiinnnnngggg
Sa : (haummm...... bangun tidur...) Halo, Assalamu'alaikum
Des: Wa'alaikum salam, lagi ada dmana?
Sa : ya dikosan lah
(lalu terdengar suara mobil berseliweran dan angin kencang dari koneksi HP)
Sa : lah kau dimana?
Des : cipanas
Sa : APA?!?!?!?! kenapa ada disono?!
Des : emang kita naik gunungnya kapan?
Sa : tgl 22
Des : nah sekarang?
Sa : tgl 22 tapi jam 1 pagi Om!
Des : seharusnya?
Sa : tgl 22 tapi jam 11 malem (artinya masih 22 jam dari sekarang)
Des : gua salah info donk?!
Sa : nah lho, trus loe gmana?
(hanya berita itu aja yang jelas........ selanjutnya pikirkan sendiri....)
Itulah salah satu keajaiban EDES, 22 jam kecepetan janjian buat naik gunung gede. Orang-orang masih pada terlelap, dia dah nongkrong aja di Cipanas. Bagaimana kelanjutan kisah dan nasib Om Edes? Tanya sendiri orangnya (^_^)
Keluarga Ceria
yayan on January 4th, 2008
Kemaren malem abis makan di SinMen sama si Ijol aka Adikku. Halah....... ngobrol ngalor ngidul ga jelas, ketawa-ketiwi, tebak lagu, nyeungseurikeun Dorama, hahahahaha.......
Meski jarang ketemu, tapi kita tetep nyambung. Thanks to Dorama dan JPOP. Memang keluarga ceria.
@ijol: Nanti kalo diriku lagi BeTe, urang makan-makan n seuseurian deui nya?! HEH... gara2 (dipaksa) ngiluan facebook, e-mail urang isi na facebook hungkul, jadi PINUH!!!!
Meski jarang ketemu, tapi kita tetep nyambung. Thanks to Dorama dan JPOP. Memang keluarga ceria.
@ijol: Nanti kalo diriku lagi BeTe, urang makan-makan n seuseurian deui nya?! HEH... gara2 (dipaksa) ngiluan facebook, e-mail urang isi na facebook hungkul, jadi PINUH!!!!